Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
TAMAT


__ADS_3

Adzan maghrib sudah berhenti berkumandang cukup lama, dan suasana juga sudah makin gelap, tapi mamah Aeri tak kunjung menanggapi kedatangan keluarga kecil Kim yang ditemani seorang satpam komplek.


“Mamah, Papah ... mamah Aeri udah meninggal. Itu ....” Di penglihatan Aqwa, sosok arwah dari mamah Aeri ada di balkon atas mereka. Wanita itu menatap nanar suasana sekitar kemudian hendak loncat dari sana.


Setiap ucapan Aqwa selalu sukses membuat ketiga orang dewasa di sana merinding sekaligus tegang tak karuan. Karena meski sebagai orang tua, Kim dan Ryuna sudah terbiasa dengan kelebihan sang putra, bahkan Ryuna pernah terbiasa berurusan dengan para makhluk tak kasat mata, rasa takut tak kuasa mereka tepis di setiap mereka mendengar kisah-kisah di luar nalar yang Aqwa jelaskan.


Mamah Aeri sudah loncat kemudian jatuh dari balkon atas. Namun, arwah itu tak terluka sedikit pun dan beranjak bangun. Tatapan arwah berambut panjang selengan berwajah cantik itu langsung tercuri pada Aqwa yang juga telah lebih dulu menatap sekaligus mengawasinya. Hanya saja, sosok Kim yang mengemban Aqwa, dan terkadang berbisik-bisik dengan Ryuna, yang mana Kim juga tak segan menempelkan bibirnya di jilbab biru muda Ryuna, jauh lebih membuatnya tertarik. Sosok yang seketika membuat emosinya meluap.


“Semua laki-laki sama saja! Dasar laki-laki baj*ingan! Dasa*r laki-laki tukang selingkuh! Apa salahku? Apa kurangku! Tega kamu!” kesal mamah Aeri hendak maju, sementara kedua tangannya yang terulur siap mence*kik Kim.


Menyadari itu, Aqwa langsung marah. “Ini Papahku! Jangan ganggu Papahku! Jangan melukai Papahku!” marahnya.


Tepat di akhir ucapan Aqwa yang meledak-ledak, angin berembus sangat kencang, seolah ucapan bocah itu mengandung kekuatan. Sementara mamah Aeri yang tidak bisa dilihat oleh sembarang mata, juga langsung terpental.


Ketiga orang dewasa di sana makin kebingungan. Ryuna yang yakin sang suami akan diluka*i oleh makhluk tak kasat mata dan ia yakini itu mamahnya Aeri, refleka mendekap lengan sang suami menggunakan kedua tangannya. Kemudian, yang Ryuna lakukan adalah melafalkan doa.


Bersama doa yang Ryuna lakukan, mamah Aeri menangis. Di tengah kenyataannya yang berdiri saja tidak bisa tegap, mamah Aeri hilang arah. Lebih hilang arah lagi ketika pandangannya mendapati sang putri yang babak belu*r dan kepalanya terus meneteskan darah. Hingga detik berikutnya, di ingatannya bergulir alasan kenyataan itu terjadi. Itu ulahnya. Karena setelah mendapat telepon dari sang suami, tawa dan candanya bersama Aeri berubah menjadi petaka. Ia melakukannya, menyik*sa sang buah hati sebagai bagian dari pelam*piasannya kepada kesalahan fatal yang telah suaminya lakukan. Ia juga sengaja melakukannya bersama panggilan telepon yang masih berlangsung.


Kini, setelah hampir empat puluh menit keluarga Kim terjaga dari sana, pak Andi yang dikata satpam komplek di sana sebagai papahnya Aeri datang. Dalam sekejap semuanya terbongkar karena petunjuk dari Aqwa sudah langsung Kim pastikan.

__ADS_1


Tangis penyesalan mamah Aeri meraung-raung dan sukses membuat Aqwa yang bisa mendengar keberisikan. Bocah itu menengadah, menyaksikan perubahan alam yang begitu cepat. Langit malam ini mendadak sangat gelap disertai angin kencang yang terasa sangat dingin sekaligus basah. Bersamaan dengan mamah Aeri yang menghampiri Aeri, gerimis turun membersamai kehidupan.


Aqwa berbisik-bisik kepada papahnya. Bahwa alasan Aeri maupun sang mamah meninggal, itu papahnya Aeri. Papahnya Aeri telah melakukan kesalahan fatal yang detailnya sampai Aqwa katakan kepada sang papah.


Di hadapan Aqwa, Aeri menolak ikut mamahnya dan malah menangis ketakutan. Aeri memilih ikut Aqwa, tapi dengan tegas, Ryuna dan Kim yang mendengar itu dari Aqwa, kompak melarang.


“Enggak boleh karena kita sudah beda dunia dan perjalanan hidup kita pun sudah berbeda. Sekarang, Aeri harua ikhlas dan menerima takdirnya. Kita hanya bisa membantu melalui doa terbaik terlebih kasusnya akan segera diusut. Bukannya Mamah sama Papah jahat, tapi,” ucap Ryuna yang terpotong oleh pertanyaan putranya.


“Kalau aku yang ikut Aeri biar Aeri punya temen, boleh enggak?” tanya Aqwa.


Kim yang panik langsung sampai agak membentak. “No! Aqwa enggak boleh asal ikut begitu. Aqwa juga enggak boleh asal bawa teman!” Kim sengaja memboyong pergi anak dan istrinya. Terlebih polisi sudah datang dan mereka sudah sempat memberikan keterangan.


Kejadian tersebut menjadi kejadian yang tak akan pernah Ryuna maupun Kim lupakan. Sebagai orang tua baru yang masih serba belajar, ditambah Aqwa memiliki kelebihan luar biasa, membuat keduanya sering berbagi dengan orang tua Kim. Termasuk ketika Aqwa mendadak tenggelam padahal itu di bak mandi kecil yang harusnya tidak membahayakan. Ryuna dan Kim yang kecolongan, langsung kalang kabut.


“Cuma ditinggal kumur sambil nunduk,” lirih Kim merasa tak karuan. Ia bahkan sampai menitikkan air mata, memangku sang putra yang sudah langsung demam tinggi.


“Sudah dibilang, jangan dibiarkan di tempat air sendiri meski itu bak rendam. Sekadar bak rendam, JA-NGAN!” tegas pak Helios yang kali ini benar-benar marah sebab sang cucu yang memang anti air, berakhir sekarat hanya karena keteledoran orang tuanya.


Di benak pak Helios, meski sekadar bak rendam, jauh di alam sadar, bak rendam itu menjadi sangat dalam, sementara tubuh Aqwa terus ditarik sekaligus ditenggelamkan.

__ADS_1


Di kediaman pak Helios mendadak diadakan pengajian bersama untuk Aqwa. Aqwa yang awalnya hanya dibungkus handuk juga segera dikenakan pakaian oleh Ryuna. Bersama pengajian yang berlangsung dan Aqwa juga dibaringkan di pangkuan Ryuna, pengobatan medis tetap dijalankan. Awalnya, Aqwa hanya diberi plester kompres sekaligus sirup penurun demam. Namun tak berselang lama, dokter datang memeriksa keadaan Aqwa secara intensif.


Sebelum pengajian benar-benar berakhir, Aqwa sudah sadar. Bocah itu langsung mencari papah mamahnya yang kebetulan duduk bersebelahan. Menggunakan tangan kecilnya Aqwa memeluk papah mamahnya secara bersamaan. Ia menatap sedih sang mamah yang tidak bisa mengakhiri air matanya dan ia yakini karena dirinya. Terakhir, Aqwa menghampiri sang kakek yang sudah langsung menimangnya. Sembari diemban sang kakek, Aqwa menyalami setiap peserta pengajian yang juga sampai mengundang tetangga sekitar, selain pekerja di rumah mereka. Termasuk kepada dokter yang masih ada di sana, Aqwa juga menyalaminya dengan takzim.


“Makacih udah doain Aqwa ya.” Bibir mungilnya sudah kembali lancar berbicara, terlebih setelah ia mendapatkan satu botol susu dari neneknya.


Di tikar tempat mereka menggelar pengajian, Kim dan Ryuna yang awalnya duduk bersebelahan juga berangsur bangun. Keduanya tetap saling merangkul, saling menguatkan dan sama-sama sepakat untuk lebih belajar menjadi orang tua lebih baik lagi. Karena sesempurna-sempurnanya manusia termasuk Aqwa anak mereka yang memiliki kemampuan spesial, mereka tetap memiliki kekurangan sekaligus kelemahan.


“Makasih banyak ya,” ucap Ryuna dan Kim sembari menyalami peserta pengajian. Mereka kompak mengantar para tetangga yang sudah mengikuti pengajian, hingga teras depan rumah.


“Tadi Aqwa kenapa sampai tenggelam?” tanya pak Helios lembut sembari tetap mengemban Aqwa. Bersama keluarga kecilnya termasuk Kim dan Ryuna yang masih kompak meski kali ini keduanya tampak masih ketakutan, ia membawa Aqwa masuk.


“Ada tangan gede banget, telus nalik aku, Opa,” sedih Aqwa.


“Lain kali, Aqwa wajib lawan, ya!” yakin pak Helios dan sang cucu langsung mengangguk, sebelum akhirnya minta diemban oleh papahnya.


“Sekarang senempel ini, padahal dulu rebutan terus enggak pernah akur,” lirih Ryuna yang kemudian mengec*up gemas pipi gembul Aqwa maupun Kim, silih berganti. Tak peduli meski di sana masih ada mertua dan juga ipar-iparnya. Yang jelas, kejadian mencekam yang sempat mengancam nyawa Aqwa benar-benar membuatnya belajar menjadi orang tua lebih baik lagi, terlebih ia juga mendapat dukungan penuh dari sang suami maupun keluarga besar mereka.


Ini sungguh menjadi akhir dari pernikahan manis Ryuna dan Kim sebelum dilanjutkan di novel anak-anak. Pernikahan manis yang membuat Ryuna mendadak jadi istri dan terus diperlakukan dengan manis oleh Kim. Selanjutnya, akan banyak novel baru dan salah satunya novel Aqwa dan Kak Kim Oh Jan. Pelan-pelan, pasti aku garap semua ya. Kebetulan, aku sengaja nyoba bikin novel Aqwa buat lomba nulis novel horor. Bismilah ya.

__ADS_1



Makasih banyak buat semua dukungannya. Maaf jika masih banyak kekurangan ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2