Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki


__ADS_3

“Aku terpaksa melakukan ini. Karena hanya dengan apa yang kumiliki yaitu kemewahan tiada batas, aku bisa membungkam mereka. Agar mereka berhenti menganggap ren*d*ah kamu,” batin Kim yang diam-diam memperhatikan Ryuna.


Bersama Ryuna, Kim menuntun sang papah untuk menemui pak RT si paling rese. Karena pak Helios sengaja maju lebih depan dan sudah langsung disusul oleh pak Ojan yang tidak pernah mau ketinggalan, Kim sengaja mendekati Ryuna yang juga sudah langsung merapatkan jarak sekaligus menatap Kim penuh keseriusan.


“Kamu punya banyak hutang penjelasan ke aku!” bisik Ryuna dan Kim langsung mengangguk sambil mengerjap sendu.


“Aku akan menjelaskannya, nanti. Kita bereskan dulu semua yang ada di sini,” balas Kim yang juga berbisik-bisik. Ia yakin, Ryuna akan sabar menunggu asal ia tak membuat wanitanya itu menunggu terlalu lama. Karena meski Ryuna tipikal wanita penyabar, Ryuna juga tipikal mandiri yang tak akan sembarangan bergantung, bahkan kepada pasangan.


Kim mengulurkan tangan kanannya, membuka telapak tangannya itu agar Ryuna meletakan tangan kirinya di sana. Bersamaan dengan itu, bukan hanya Ryuna yang merasa dunianya menjadi berputar lebih lambat, dunia hanya berporos padanya dan Kim. Karena Kim yang melakukannya dan menatap Ryuna dengan tatapan dalam tulus penuh cinta, juga iya.


“Enggak usah khawatir, aku bukan orang yang akan langsung benci apalagi mengecap buru*k seseorang, hanya karena sedikit kekurangannya, kemudian melupakan semua kebaikannya begitu saja,” ucap Ryuna setelah meletakan tangan kirinya di telapak tangan kanan Kim. Suaminya itu sudah langsung menggenggamnya erat, meski jelas kedua mata Kim masih menatapnya lekat.


“Jangan menatapku seperti itu,” lirih Ryuna kali ini berkeluh kesah sambil menghindari tatapan Kim.


Kim langsung tersipu. “Kenapa? Yang lain sudah tahu kalau kita pacaran, kan?”


Mendadak, Ryuna tak mau membahas hubungan mereka karena ia lebih ingin mengetahui kelanjutan ki Awet. “K-im ....” Namun tiba-tiba saja, Ryuna yang masih berhenti melangkah, menjadi ragu dengan panggilannya kepada Kim.


“Kenapa?” tanya Kim.

__ADS_1


“Bentar, deh. Aku manggilnya tetap Kim? Takutnya terkesan kurang a*jar.” Ryuna menunduk bingung.


“Ya terserah kamu. Bebas. Namaku memang Kim, tapi kalau kamu mau panggil sayang, aku beneran seneng banget!” Kim mengakhiri ucapannya dengan tersipu dan perlahan menahan tawanya.


“Tadi papah kamu,” ucap Ryuna dan maksudnya, mengenai panggilan pak Helios kepada Kim.


“Papah aku yang muda, bukan yang tua,” sergah Kim sengaja menjelaskan karena tak mau sang istri salah paham. Kim merasa wajib menjelaskan lantaran kenyataannya, usia sang papah lebih muda dari pak Ojan yang merupakan anak angkat, dan otomatis juga menjadi kakak angkat Kim. Namun, baru juga menyinggung kenyataan tersebut, Ryuna sudah tersenyum geli dan perlahan menunduk bersama tawa kecilnya yang pecah.


“Itu beneran meru*sak silsilah. Masa anaknya lebih tua dari orang tuanya,” ujar Ryuna di sela tuanya.


Menyaksikan itu, Kim juga sudah langsung tersipu. Saking bahagianya melihat Ryuna sampai tertawa bahagia layaknya sekarang, ia refleks mendekapnya. “Beneran cantik banget kalau sedang senyum ketawa begini!” ucapnya benar-benar manis, kemudian mengakhirinya dengan kecupa*n manis yang ia daratkan di kening Ryuna.


“S-saya, ketua RT di sini!” tegas pak RT yang sudah langsung ingin tampil, ingin disegani. Ia mengulurkan tangan kanannya dan bermaksud agar pak Helios menjabatnya.


Dengan gagah, pak Helios yang sudah tak memakai kacamata hitamnya, segera menjabat tangan pak RT. Namun karena ia melakukannya dengan bertenaga, Pak RT sudah langsung sempoyongan. Jujur, jauh di lubuk hatinya, ia sudah langsung menertawakan ekspresi kaget pak RT akibat ulahnya.


“Eh, Pak Rete, kok kayak cacingan gitu? Aman, kan? Ini baru salaman, belum diajak silat. Karena kalau silat, Papiku bisa membelah bumi. Tembus mirip kebuldoser!” ujar pak Ojan dan pak Helios yang masih menjabat tangan pak RT langsung tertawa.


“Nih orang ngomong apa?” batin pak RT, sudah langsung heran kepada pak Ojan yang ia tatap penuh tanya.

__ADS_1


“Oh iya, Pak RT. Perkenalkan, saya papahnya Kim. Dan ini mohon maaf banget, ini (helikopter) mainannya Kim. Harus pakai ini karena medan tempuh ke sini beneran sulit. Desa sini saja sampai enggak terdeteksi di peta navigasi jalur udara maupun darat!” ucap pak Helios sambil mengguncang jabat tangan mereka, dan lagi-lagi membuat pria kurus nan jangkung ia jabat sempoyongan.


“Nah Pak Rete, Pak Rete tahu peta nanak nasi udara sama darat, enggak?” ucap pak Ojan kembali kepo, dan lagi-lagi sukses membuat pak Helios tertawa, tapi justru membuat pak RT makin bingung.


“Peta nanak nasi? Dikiranya lagi liwet?!” batin pak RT yang juga menjadi meragukan kewarasan Ojan. “Nih orang waras, kan?”


“Iya, saya memang artis, Pak. Namanya Kim Oh Jan, pelawat sejuta miliar! Saya kakaknya mas Kim, tapi meski kami mirip bahkan sangat mirip, kami bukan kembar!” ucap pak Ojan lagi.


“Kembar dilihat dari apanya? Dari warna kulit saja beda! Kembar yang dilahirkan karena tersambar petir? Si Kim bening, yang satu lagi gosong?!” batin pak RT sambil melirik bengis pak Ojan.


Kim yang sudah membawa Ryuna dan sukses membuat para mahasiswi baper, terlebih Sonya dan Tiwi, segera mengambil alih pembicaraan.


“Begini Pak RT, seperti yang sudah saya sampaikan kemarin malam di rumah pak kades, saya sudah berkoordinasi dengan dosen sekaligus penanggung jawab KKN, untuk mengakhirinya, hari ini juga,” ucap Kim benar-benar tenang sekaligus berwibawa.


Ryuna yang ada di sana sudah langsung terpesona kepada suaminya sendiri. Ia refleks tersenyum dan diam-diam betah memandangi wajah sang suami.


“Si Mas Kim beneran orang kaya banget? Sekelas helikopter saja, tadi katanya mainannya dia. Lah, helikopter saja disebut mainan, kok selama di sini, dia ngaku anak kuli bangunan? Aku pikir yang paling kaya yaitu Dodo. Apalagi selain Dodo sering cerita, dari tubuh Dodo yang kembung sekaligus subur, biasanya yang begini yang asli orang kaya karena memang sudah biasa hidup enak,” batin pak RT mendadak tidak bisa fokus pada silsilah Kim yang membuatnya yakin, Kim bukan orang biasa dan memang sangat kaya.


“Papah sudah dapat izin pemberhentian KKN kok. Karena memang keadaan enggak memungkinkan. Nanti yang lain nyusul pakai mobil, termasuk salah satu dosen kamu yang kebetulan masih sakit, Mas. Sama, Papah juga bawa beberapa orang pesantren buat urus keru*suh*an di sini. Katanya, ada dukun ca*b*ul yang mendadak menghilang, kan? Itu—” ucap pak Helios sambil menatap penuh sayang sang putra yang tingginya sudah melebihi tinggi tubuhnya.

__ADS_1


“Oh itu yang ki Dewet, Pih. Nanti dia biar jadi lawanku. Biar dia adu kesaktian sama aku!” ucap pak Ojan sangat bersemangat, tapi ulahnya sudah langsung membuat pak RT ngeri. Lain dengan Helios maupun Kim yang justru terbahak berjamaah. Keduanya begitu kompak sekaligus mirip layaknya kembar. Kembar beda generasi.


__ADS_2