Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
42 : Mendapat Banyak Hadiah


__ADS_3

Brandon dan Boy keluar dari mobil lebih dulu walau sang sopir maupun ajudan mereka, belum sempat membukakan pintu mobil. Keduanya memperlakukan sang mamah maupun kedua saudara perempuan mereka, layaknya ratu.


Ibu Chole keluar dari dulu. Wanita yang memakai gamis sekaligus cadar bernuansa pink salem itu sudah langsung tersenyum cerah kepada satu sosok dan bukanlah lain pak Helios selaku sang suami. Terlebih pada kenyataannya, keduanya sudah berbagi senyuman sekaligus tatapan.


Bahkan walau kedua mata pak Helios fokus memandangi kedua mata sang istri penuh cinta, telapak tangan kirinya bisa dengan sangat mudah menangkap wajah pak Ojan yang pria itu dorong dengan sekuat tenaga. Tubuh pak Ojan mental, berakhir di depan Rain yang kebetulan ada di belakangnya.


“Papah Helios cekatan banget. Lebih cekatan dari mas Kim! Aku pikir, mas Kim sudah sangat cekatan bela diri dan semua yang dikerjakan beneran rapi, eh papanya malah memang suhu!” batin Ryuna terkagum-kagum.


Selain itu, kenyataan ibu Chole yang tak canggung memelum manja pak Helios di hadapan semuanya, bahkan pak Helios juga langsung memeluk gemas, mengguncang ke kiri kemudian ke kanan dengan santai, juga membuat Ryuna makin tak percaya. Keduanya begitu romantis, hingga Ryuna tahu, dari mana sang suami belajar keromantisan dan selalu membuat hatinya meleleh. Sebab meski sudah tidak muda, pak Helios dan ibu Chole tak ubahnya remaja yang sedang menggebu-gebunya dalam urusan cinta. Padahal andai Ryuna tahu bagaimana perjalanan cinta keduanya, pasti Ryuna akan memiliki penilaian lain. Sebab andai dulu Chole tidak gencar meluluhkan hati pak Helios, dan mau-mau saja ditalak di malam pertama mereka, pasti ceritanya sudah beda—baca cerita : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam.


“Pacaran terus!” ucap Brandon.


Namun, Ryuna mendadak terkecoh dan memang lupa, mana yang Brandon, mana yang Boy. Karena keduanya benar-benar mirip.


Untuk Calista dan Hyera, Ryuna bisa langsung mengenalinya. Keduanya sama-sama cantik dan semuanya seperti yang sudah Kim ceritakan. Keduanya sudah langsung memeluk pak Helios secara bersamaan, tak lama setelah ibu Chole melipir.


Kini, Ryuna tak lagi fokus ke mana pun bahkan kepada dirinya sendiri. Karena setelah apa yang terjadi, dan ibu Chole sudah ada di hadapannya, hidup dan matinya seolah tinggal hitungan detik. Benar-benar di ujung tanduk!


“Ini Ryuna? Masya Alloh, panglingnya!” ucap ibu Chole sudah langsung memeluk erat sekaligus gemas Ryuna. Ibu Chole sampai mengguncang tubuh Ryuna ke kanan kemudian ke kiri dengan berirama.


“Ini kalau begini, ini tandanya sudah cocok, apa bagaimana?” batin Ryuna benar-benar berpikir keras. Sebab dipeluk oleh ibu Chole layaknya sekarang, membuat jantungnya sibuk berdentum.

__ADS_1


“Ini KKN bonus istri, yah, Mas Kim? Bonus menantu buat Mamah Papah!” ucap ibu Chole tetap mendekap Ryuba, meski tak seerat sebelumnya.


“Bonus cucu juga, Mah!” ucap pak Helios heboh. Kehebohan yang langsung menular ke semuanya bahkan pak Ojan si penghan*c*ur silsilah.


“Terus nanti anak Broder Kim, panggil aku apa?” tanya pak Ojan masih sangat heboh.


“U—yut!” ucap pak Helios mantap.


Rain yang merasa terganggu dengan kemanjaan sang bapak, berbisik-bisik pada Sabiru. Padahal, Sabiru sedang berkode lirikan sekaligus tatapan dengan Calista yang kini memakai nuansa ungu muda. Namun berbeda dari sang mamah, Calista belum sampai memakai cadar.


“Kadang aku malu loh dengan kelakuan daddyku. Tapi mau gimana lagi, aku pun sayang banget ke daddy, terlebih sampai detik ini, belum ada yang ngadain tukar tambah daddy!” ucap Rain.


“Sudah, sana bawa pulang saja. Bawa pulang papah kamu sekarang juga. Lihat, wajah mamah Chole dan semuanya, kelihatan capek banget,” balas Sabiru yang sudah langsung tersenyum semringah sambil mengulurkan tangan kanannya. Sabiru bermaksud mengelus ubun-ubun Calista, walau hadirnya Hyera yang tiba-tiba, justru membuat tangan kanannya mendarat di ubun-ubun gadis berambut ombre hitam pink itu.


Calista yang ada di sebelah Sabiru dan Hyera, hanya menatap lelah kebersamaan keduanya. Sambil membenarkan posisi kaitan tas di bahu kanannya, ia berlalu dari sana. Namun karena Sabiru menahan sebelah tangannya, ia buru-buru melepas tahanan tangan Sabiru dan Calista yakini sengaja pemuda itu lakukan secara diam-diam, apalagi dari Hyera.


“Hallo Mbak Ryuna!” ucap Calista sudah langsung ceria. Ia pun tam canggung memeluk Ryuna meski istri dari kakaknya itu masih dirangkul ibu Chole.


Pertemuan kali ini sama sekali tidak menakutkan. Keluarga Kim sudah langsung memperlakukan Ryuna dengan sangat baik, termasuk itu si bawel Hyera yang sangat fashionable. Ryuna sudah langsung mendapat banyak hadiah berupa pakaian lengkap dengan sandang. Karena sandal, sepatu, dan juga tas yang semuanya serba mahal, juga turut Ryuna dapatkan. Perut Ryuna sudah langsung mules, selain wanita itu yang bingung karena mendadak mendapatkan hadiah terlalu banyak.


“Mbak Ryuna ....” Panggilan itu mengusik Ryuna ketika dirinya hendak menutup pintu kamar Kim dari dalam.

__ADS_1


Ryuna dapati, itu Sabiru. Setelah refleks mengawasi sekitar, dan dipastikan tidak ada orang, Ryuna berangsur menghampiri Sabiru. Sabiru memberikan kantong karton cokelat berukuran besar yang dibawa dan aromanya sangat segar khas bunga mawar. Benar saja, Ryuna menemukan mawar warna ungu muda di dalam karton.


“Mbak Ryuna, ... tolong kasih ke Lista, ya. Ke Calista, bilang saja dari saya. Dia pasti tahu!” Sampai detik ini, Sabiru masih berbisik-bisik.


Ryuna yang menyimak serius berangsur bertanya, “Ini rahasia, atau semuanya boleh tahu, Mas?”


Mendapat pertanyaan tersebut, seorang Sabiru sudah langsung tersenyum tak berdosa. “Rahasia dulu deh Mbak. Khususnya dari Hyera!”


Mendadak, Ryuna jadi tukang antar paket. Ia mengantarkan pesan sekaligus amanah Sabiru dengan seharusnya. Bunga mawar ungu muda yang begitu cantik dan jumlahnya banyak, sampai di tangan Calista dengan aman.


“Makasih banyak yah, Mbak!” ucap Calista yang menjadi canggung kepada Ryuna.


“Sama-sama,” balas Ryuna yang sampai detik ini masih sangat canggung.


Bertepatan dengan Ryuna yang keluar dari kamar Calista dan ditutupkan pintu langsung oleh Calista, Kim baru saja sampai di lantai sana. Pemuda itu dari lantai bawah.


“Hei, istriku!” panggil Kim dengan santainya dan sengaja bercanda sekaligus mengg*oda.


Mendengar itu, Ryuna yang terkejut refleks menoleh. Ia tersenyum lepas dan langsung menghampiri Kim yang merentangkan kedua tangan. Kim langsung memeluknya dan ia nyaman-nyaman saja.


“Habis ngapain dari kamar mbak Lista?” tanya Kim lembut dan menatap kedua mata sang istri penuh cinta.

__ADS_1


Ryuna yang tidak terbiasa berbohong berkata, “Habis antar bunga!”


“Bunga ...?” lirih Kim penuh terka, termasuk Hyera yang kebetulan baru keluar dari balik kamar berwarna pinknya.


__ADS_2