Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
52 : Perawatan


__ADS_3

Rombongan refleks berhenti melangkah. Pak Helios sudah langsung menghampiri tong samp*ah yang sampai terbanting karena dimasuki pak*sa oleh Hyera. Gadis itu menangis tersedu-sedu sekaligus jengkel.


Ibu Chole yang mendadak vertigo juga menyusul sang suami.


“Dek Brandon kira-kira dong. Lihat, istri Mas ketakutan sampai genggam tangan Mas seerat ini!” Kim marah dan tak segan memamerkan gandengan tangannya dan Ryuna. Kuku-kuku Ryuna sampai melukai tangannya lantaran wanitanya itu menggenggam tangannya terlalu erat. “Jangan dibiasakan begitu. Yang enggak kenal kamu pasti ngiranya kamu enggak bener. Atau malah orang tua dan keluargamu dikira enggak pernah arahin apalagi didik kamu. Kamu juga jangan berpikir itu hidup kamu dan orang lain enggak berhak menilai apalagi ikut campur. Ingat, kamu hidup di lingkungan yang akan selalu disertai orang lain bahkan orang asing. Dan kamu enggak bisa membuat orang lain buat enggak menilai bahkan menghakimi kamu! Ke depannya, Mas enggak mau lihat kejadian seperti tadi sampai terulang. Sekarang kamu minta maaf ke dek Hyera. Ingat, enggak semua orang bisa menyampaikan maksud baiknya dengan hal yang kita anggap baik. Enggak semua hal baik akan dinilai baik juga oleh orang lain bahkan orang terdekat kita sekalipun.”


“Untung tong sampa*hnya kosong ...,” rengek Hyera yang sudah langsung diambil alih oleh pak Helios.


Pak Helios mengamankan Hyera, sementara ibu Chole ia tugasi untuk menenangkan Brandon. Mereka mendadak bertukar pasangan, tapi dari semuanya, bukan Hyera yang paling trauma. Melainkan Ryuna yang memang belum terbiasa.


“Aku syok banget Mas,” lirih Ryuna yang sampai memegangi dadanya. Di dalam sana, jantungnya seolah berulang kali meledak.


Kim menghela napas dalam kemudian mengangguk-angguk di tengah tatapan teduhnya yang masih lurus pada kedua mata Ryuna. “Aslinya Brandon baik. Hanya saja, dia tipikal yang memang enggak bisa santai apalagi lembut, mustahilnya lagi manis.”


Mendengar itu, Ryuna refleks nyengir. “Belum ketemu ‘pawang’nya saja kayaknya Mas. Lagian, dek Brandon juga masih sangat muda.”


Lain dari yang lain, ibu Chole yang pernah merasakan apa yang Hyera alami gara-gara Brandon beberapa saat lalu, justru teringat pada kejadian di masa lalu itu. Dulu, ibu Chole juga pernah dibuang oleh pak Helios di novel Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam. Boleh dibilang, sifat Brandon sangat mirip dengan sifat pak Helios di awal-awal hubungan mereka. Karena jangankan dibuang, dibanti*ng saja ibu Chole pernah bahkan itu di malam yang harusnya menjadi malam pertama ibu Chole dengan pak Helios. Saat itu ibu Chole benar-benar mendapatkan KDRT parah, selain ibu Chole yang sampai ditalak.

__ADS_1


Meninggalkan insiden tidak nyaman akibat sifat bengis Brandon, kedatangan Ryuna dan Kim ke kamar hotel mereka, langsung disambut oleh dua orang wanita cantik berseragam biru tua dan Kim bilang akan membantu Ryuna menjalani perawatan.


“Perawatan apa, Mas? Cuma rias, kan?” Ryuna berbisik-bisik.


“Pijat, spa, ... semacam itu biar badan kamu rileks dan lebih siap ketemu keluargaku. Soalnya kan keluargaku banyak, jadi acaranya bisa sampai malam,” jelas Kim.


“Tapi, Mas temenin aku, kan?” belum apa-apa, Ryuna sudah tegang, tapi sang suami justru tersipu dan perlahan menertawakannya.


“Yakin, kamu enggak malu aku lihat semuanya di proses spa yang akan kamu jalani?” manis Kim dan sengaja menggo*da Ryuna.


Ryuna tersenyum pasrah. “Tapi Mas jangan pergi jauh-jauh, ya!” mohonnya masih berucap lirih, seolah obrolan mereka sangat rahasia karena kini, di kamat hotel kebersamaan mereka yang memang luas, ada orang lain. Orang lain yang sudah langsung menuntun Ryuna ke kamar sebelah dekat kamar mandi karena awal mula proses spa yang Ryuna jalani, ada di sana.


Kim yang aktif mengontrol jalannya perawatan kepada sang istri, jadi senyum-senyum sendiri melihat prosesnya. Sesekali, pria itu akan sibuk dengan ponsel. Atau malah turut ketiduran di kursi sembari menunggu Ryuna yang kini berendam di bak penuh busa sekaligus kelopak bunga mawar merah. Tak beda dengan Kim, lagi-lagi Ryuna juga ketiduran. Ryuna merasa sangat nyaman karena serangkaian perawatan yang ia jalani.


Sampai detik ini Ryuna masih tidak menyangka bahkan sulit percaya. Dirinya yang sedari kecil selalu melay*ani sekaligus kerja rodi, kini justru diperlakukan layaknya bayi. Kini, setelah dari ujung kepala hingga ujung kuku kaki Ryuna mengalami perawatan dan itu memakan waktu terbilang lama, tubuh Ryuna dimasukkan ke kotak sauna dan hanya kepala Ryuna yang tersisa di permukaan atas. Kim yang sudah terbangun sampai menertawakan istrinya.


“Bentar, ini namanya apa ya ... steam.” Kim yang masih belum bisa mengakhiri senyumnya, menatap layar ponselnya yang dihiasi keterangan perawatan yang sedang Ryuna lakukan.

__ADS_1


“Badannya enakan, kan?” lembut Kim yang kemudian menggunakan telunjuknya untuk menyentuh pipi atau malah hidung Ryuna. Istrinya itu sudah langsung mengangguk-angguk di tengah kenyataan Ryuna yang juga mulai berkeringat. “Steam ini buat mengeluarkan racun, lemak pada kulit, serta kotoran yang masih tertinggal melalui keringat kamu selagi kamu menjalani steam.”


Lagi, Ryuna yang sama sekali tidak paham termasuk mengenai perawatan kecantikan sekaligus kebugaran untuk wanita, hanya mengangguk-angguk patuh. “Habis ini apa lagi, Mas?”


Detik selanjutnya, Kim sudah langsung menatap layar ponselnya. Ia membaca tahap-tahap perawatan yang Ryuna jalani, di sana. “Habis ini tinggal body masker, terus pembilasan dengan berendam lagi dan ... yang penting kamu nyaman.” Kim mengakhiri ucapannya dengan menahan tawa lantaran Ryuna yang tubuhnya masih di dalam wadah steam juga sudah tertawa pasrah.


Setelah meletakan ponselnya di lantai, Kim yang masih berlutut di hadapan Ryuna guna menyelaraskan tinggi wajah mereka sengaja menyodorkan jempol tangan kirinya, tapi jemari tangan kirinya juga sengaja ia buat menjadi bentuk hati. Dengan segera, Ryuna yang seolah langsung paham maksud suaminya, sengaja melongos ke kiri dan menandakan wanita itu memilih hati suaminya. Karenanya, Kim terbahak-bahak disusul juga oleh Ryuna.


“Mas ih ... bener kan, pilihanku?” ujar Ryuna di sela tawanya. Sang suami langsung mengangguk-angguk.


“Iya, bener,” ucap Kim berusaha serius.


“Tapi Mas, nanti aku enggak mau rias tebel-tebel ya. Yang natural saja, poles dikit,” pinta Ryuna dan lagi-lagi, Kim langsung mengangguk-angguk.


“Tentu. Enggak perlu tebal-tebal. Enggak pakai rias gini saja, sudah cantik!” ucap Kim benar-benar manis. Selain masih mengangguk-angguk, Kim yang juga masih menatap Ryuna penuh cinta dari jarak dekat, sengaja memuji Ryuna.


Ryuna hanya tersipu kemudian mengangguk-angguk karena geraknya sungguh terbatas mengingat kedua tangannya pun ada di dalam alat steam.

__ADS_1


“Itu anakku kayaknya lagi ikut spa, guling-guling di perut kamu,” ucap Kim dan langsung sukses membuat sang istri tertawa.


Berbagi senyum, berbagi tawa—semua itu sungguh sudah menjadi hal biasa yang mewarnai hubungan mereka, menggantikan kecanggungan yang sempat memenuhi awal hubungan mereka.


__ADS_2