Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
41 : Saling Cinta Setelah Menikah


__ADS_3

Semua pakaian yang Kim belikan dan jumlahnya ada tujuh, merupakan pakaian serba panjang lengkap dengan kerudung. Ryuna mengawasi sekilas semua itu dengan penuh rasa kagum. Karena sekadar dari warna saja, sudah sangat cantik sekaligus berkelas. Warna pastel yang terlihat adem dipandang dipilih Kim untuk setiap pakaian Ryuna.


Kini, Ryuna mengikuti Kim. Meninggalkan dua kantong karton berisi pakaian yang Kim belikan. Kim sudah membuka bingkisan test pack-nya. Suaminya itu membuka dua bungkus sekaligus.


Tanpa bersuara, Ryuna menerima kedua test pack dari Kim, selain petunjuk singkat yang sudah langsung Ryuna pahami. Karena Kim terus mengekor, mengikuti di belakangnya sementara mereka sudah sampai ruang toilet, Ryuna sengaja tetap melangkah, masuk ke ruang mandi yang hanya tertutup kaca tebal termasuk pintunya.


“Jangan dilihatin ...,” mohon Ryuna yang memang merengek manja. Perhatian Kim yang begitu manis membuat kemanjaannya keluar secara alamiah.


“Ya enggak apa-apa. Sini saja,” lembut Kim yang malah jadi menertawakan Ryuna, tapi susah payah ia sengaja menahannya. Ia tak mau membuat Ryuna bersedih, terlebih apa yang Ryuna dan orang tuanya alami, benar-benar sangat sulit. Bahkan karena itu juga, hatinya mendadak hancur, selain ia yang nyaris kelepasan air matanya, hanya karena menyaksikan wajah polos sekaligus tatapan kedua mata Ryuna yang begitu sendu, dari jarak sangat dekat. Alasan yang juga membuatnya tidak bisa untuk tidak memeluk Ryuna.


“Diperlakukan begini, aku merasa memiliki suamiku sepenuhnya. Aku merasa dimiliki, ... merasa aku beneran sudah enggak sendiri lagi,” batin Ryuna yang kemudian balas memeluk Kim.


Boleh dibilang, kini, baik Ryuna apalagi Kim memang sudah saling cinta. Saling cinta setelah menikah, itulah yang mereka rasa sekaligus alami. Mereka tak segan berbagi tatapan, berbagi senyuman, berbagi tawa, berbagi rasa, berbagi sentuhan, bahkan berbagi ci*uman. Kali ini Ryuna tak tegang lagi, dan hanya agak sedikit malu-malu ketika Kim menc*iumnya, hingga ia bisa segera membalas.


Dua garis merah walau masih samar, menjadi hasil dari pemeriksaan test pack. Sebenarnya, pemeriksaan yang mereka jalani hanya untuk formalitas, membenarkan kebenaran bahwa Ryuna memang tengah hamil.


Dalam dekapan Kim dan mereka masih di hamparan cermin wastafel yang luas nyaris memenuhi dinding depan mereka, Ryuna mengungkapkan pemikirannya. “Berarti saat masih di sana, di KKN, setelah kita salah makan jatah pengantin, ibaratnya kan keesokan harinya, aku sudah resmi bukan gadis lagi. Karena di sana yang dicari gadis, ibaratnya aku beneran sudah enggak penting, enggak bisa dipakai buat ritu*al sesat. Namun karena aku hamil, bahkan meski masih sangat dini, mereka khususnya pak kades yang sudah tahu, ingin menu*mbalkan janinku,” lirih Ryuna.


“Iya, sepertinya memang seperti itu. Untungnya, papah dan rombongan tepat waktu!” balas Kim yang merasa mendapatkan pengalaman sangat berharga dari KKN yang mereka jalani, bahkan meski mereka sampai beberapa kali mengalami kejadian di luar nalar.

__ADS_1


“Jujur, KKN kemarin bikin aku lebih prepare, lebih mewajibkan diri buat memperkuat agama karena saat seperti itu, beneran hanya agama sekaligus Tuhan yang mampu kasih kita bantuan, Mas,” lirih Ryuna.


Detik itu juga Kim langsung melongok wajah sang istri dan membuatnya sampai agak membungkuk. “Aku baru mau ngomong gitu.” Tanpa direncanakan, detik berikutnya mereka benar-benar tertawa bersama. Bukan tawa lepas, melainkan tawa yang masih sangat terjaga sebelum mereka mengeratkan perlukan mereka satu sama lain.


Beres melakukan tes kehamilan, Ryuna sengaja memperjelas maksud pakaian yang Kim siapkan untuknya. Sembari membawa satu kantong karton, ia mendekati Kim yang sudah kembali ke meja kerjanya. Laptop Kim berisi template menu makanan dan ada beberapa yang namanya disertai kata “Mantan”. Bagi kalian yang sudah membaca novel orang tua Kim yaitu : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam, kalian pasti tahu bahwa sejak dalam kandungan, Kim sudah dibuatkan restoran dan itu sampai memakai nama Kim. “Kim Food” dan menu makanan maupun minumnya, memang berkaitan dengan pembas*mia*n mantan. Nama menu yang tercetus karena kecemburuan pak Helios kepada mantan mamah Chole yang bernama Rayyan, atau kerap pak Helios sebut sebagai “pengusaha bedak”.


“M-mas ... ini, Mas mau aku berhijab ...?” lirih Ryuna ragu.


Kim yang sudah langsung menoleh, mengalihkan tatapannya dari layar laptop, buru-buru mengangguk. “Maunya gitu. Kamu, ... keberatan?” Ia mendadak menahan napas, takut sang istri merasa terbebani, atau malah parahnya tidak mau.


“Tentu saja enggak. Ya sudah, aku beresin ini dulu. Pakai satu.” Ryuna berangsur membawa pergi pakaiannya ke dekat tempat tidur.


Setelah setelan warna biru pastel Ryuna pakai, wanita itu sudah langsung mendapat tatapan kagum sekaligus kata-kata pujian dari sang suami.


“Cantik bangeeeetttt!”


Kim menjadi sibuk memeluk gemas Ryuna. Membuat dada Ryuna seolah mendadak dihiasi taman dan bunganya tengah sibuk bermekaran di tengah suasana teduh sekaligus asri. Ryuna benar-benar bahagia. Namun ketika akhirnya Kim membawanya keluar, memamerkannya kepada pak Helios, Ryuna benar-benar mati gaya. Sekadar mengangkat tatapan sekaligus wajahnya saja, Ryuna jadi tidak berani.


Pak Helios sampai harus membungkuk hanya untuk melihat wajah dari penampilan baru sang menantu. “Cantik. Cantik banget malahan!” Ia sengaja memuji penampilan terbaru sang menantu. Walau ia paham, kenyataan tersebut makin membuat sang menantu gugup.

__ADS_1


Kim susah payah menahan tawanya. Sebab keadaan kini membuat sang istri mirip kura-kura yang bersembunyi di dalam cangkang.


“Ini Rain sama Sabiru ke mana, Pah? Masa iya, mereka belum bangun?” tanya Kim setelah kembali merangkul sang istri.


“Kak Ojan juga enggak kelihatan,” ucap Ryuna sambil menatap wajah khususnya kedua mata Kim.


Mendengar itu, pak Helios langsung tergelitik. “Na, jangan panggil Kak, sudah aki-aki gitu. Panggil saja Eyang!” pintanya, tapi selain Ryuna langsung bingung bahkan sungkan, Kim justru tertawa.


Ketiga orang yang mereka bahas nyatanya tengah ada di halaman depan, di lapangan basket. Tampak kak Ojan yang sudah kewalahan dan berakhir tiduran di tengah lapangan. Membuat Rain yang jail, tak segan menarik sarung sang bapak, dan Sabiru yang menyaksikannya hanya tersenyum sambil menggeleng tak habis pikir.


“Rain, duhakem kamu!”


“Salah Daddy, basketan kok pakai sarung. Mirip pengantin sunat,” balas Rain dengan snatainya. Tak peduli meski ulahnya membuat sang Daddy hanya memakai celana d*a*lam warna pink.


“Bapak sama anak, sama saja!” ucap Sabiru dan sudah langsung menoleh ke depan karena dua buah mobil Alphard datang memasuki pelataran sana yang terbilang luas.


Senyum cerah menghiasi wajah Sabiru. “Akhirnya si Lista pulang!” batinnya ikut bergabung ke Kim dan Ryuna yang sudah bersama pak Helios.


“Akhirnya, yang ditunggu-tunggu. Mamah mertua dan ipar-iparku!” batin Ryuna yang menyadari, di dalam dadanya mendadak seperti ada petasan bant*i*ng.

__ADS_1


“Mammiiiiii!” seru pak Ojan buru-buru memakai sarung. “Mammiiii akhirnya Mammmiii pulang!”


__ADS_2