Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
13. Tak Berniat Melakukan


__ADS_3



Wajah Edo terlihat begitu datar tapi pada kenyataannya di dalam hatinya menyimpan cemas dan takut yang sangat besar. Tadi dia melakukan penyerangan tanpa pikir panjang karena Dimas dan teman-temannya hanya orang biasa yang tak mempunyai kemampuan yang jelas, tapi Andri? Andri memiliki keahlian taekwondo.



Tadi dia begitu kesal, dan langsung meluapkan kekesalan pada Dimas dan teman-temannya, tapi sekarang? Meski dia begitu kesal tapi dia terus berusaha mengendalikan diri untuk tidak melawan Andri.



Edo masih tak mau berkelahi dengan Andri sebenarnya hingga dia terus menghindar.



'Kenapa Andri tak berhenti juga?' batin Edo bingung.



Namun, padanya kenyataannya apa yang terus Edo lakukan membuat Andri malah semakin kesal. Amarahnya kian membumbung tinggi hingga sampai ke ubun-ubunnya dan tak dapat di kendalikan lagi. Andri begitu marah, dia semakin membenci Edo sekarang. Bukan hanya karena dia kalah di mata Yulia tapi karena menurutnya Edo begitu meremehkannya.



"Andri, hentikan. Aku tidak ingin berkelahi," ucap Edo. Terus dia menghindar dari serangan Andri, dia memang tak mau berkelahi, tak mau ada urusan dan masalah lagi yang akan lebih membuatnya dalam masalah.



"Andri, hentikan!" ucap Edo lagi. Tak henti-hentinya Andri terus melayangkan serangan pada Edo. Bukannya menghentikan tapi Andri malah semakin cepat dalam menyerang.



Pukulan demi pukulan terus dia arahkan pada Edo namun satupun tak ada yang berhasil mengenainya. Hingga akhirnya, Andri melakukan penyerahan yang sangat dia andalkan.



Serangan dengan cara menipu, Andri menyerang dengan tangan kirinya namun ternyata penyerang sebenarnya adalah tangannya yang kanan dan saat itu Edo tak bisa menghindar lagi. Edo terkena pukulannya.



Bugh!



Andri menyeringai bangga dengan kemampuannya sendiri, akhirnya dia berhasil memukul Edo dan membuatnya mundur meski hanya satu langkah saja. Apalagi wajah Edo juga terlihat sedikit mengerut mungkin rasa sakit dia dapatkan dari pukulan keras yang Andri lakukan barusan.



"Hentikan Andri. Aku tidak mau berkelahi," masih saja Edo meminta Andri untuk menghentikan perkelahian itu, Edo hanya tidak mau ada yang terluka dan masalah akan semakin besar. Yang jelas Edo juga tidak mau dirinya kehilangan kendali.



Semakin Edo meminta dihentikan Andri semakin kesal karena menganggap bahwa Edo telah meremehkan kemampuannya, Andri tidak rela dianggap lemah oleh siapapun termasuk oleh Edo anak yang baru beberapa hari di sekolah itu.



"Kamu!" kesal Andri, dia merasa kesal pada Edo dan kembali menyerangnya.



"Hah!" Dari kejauhan teman-teman yang menjadi penonton begitu terkejut karena Andri berhasil memukul Edo lagi. Mata mereka membulat sempurna ke arah keduanya dan rasa bosan kembali hilang dan mereka kembali semangat melihat perkelahian antara Andri dan juga Edo.


__ADS_1


Kembali semuanya dibuat tidak percaya ketika Edo berhasil menangkap tangan Andri yang tengah melakukan penyerangan kepadanya, hingga tinjuan dari Andri kembali gagal mengenai tubuh Edo.



Semakin menarik di mata mereka semua, semakin mereka memasang mata dengan lebar untuk memperhatikan pergerakan demi pergerakan Edo dan juga Andri.



Tak hilang akal, Andri ingin menarik tangannya dari genggaman Edo namun tidak berhasil hingga akhirnya dia memutar tubuhnya dan melakukan serangan dengan cara lain yaitu menggunakan kakinya untuk menendang Edo.



Kewaspadaan Edo sudah benar-benar dia gunakan sekarang. Tak mau lagi dia diam saja, hingga dia menggunakan lengannya untuk menepis kaki Andri yang hampir mengenainya.



Apakah mungkin kesabaran Edo sudah habis?



Apakah karena Andri yang begitu keras kepala dan tak mau menghentikan perkelahian itu hingga dia juga ikut menyerang? Sebenarnya tidak menyerang, tapi untuk melindungi diri.



Wajah Andri kian garang, dia tak terima dengan semua yang terjadi. Tidak mungkin kan dia kalah dari Edo?



Dengan gerakan secepat kilat tangan Andri bergerak, melayang maju dengan begitu kuat dan dia yakin akan sampai pada perut Edo dengan hitungan beberapa detik saja.



Bugh!




Mereka yang duduk dengan pelan nyaris tak terlihat pergerakannya hingga mereka sampai berdiri dengan sempurna melihat Andri yang melambung tinggi, terbang seperti layangan setelah mendapat sekali pukulan dari Edo.



Jelas semua tidak percaya. Siapa yang mau memukul dan memberikan serangan mautnya dan kini malah siapa yang terbang tinggi. Bagaimana bisa Edo begitu kuat? Itulah yang langsung terlintas pada pikiran mereka semua.



Terlebih lagi dengan Dimas, Bagus dan juga teman-temannya. Mereka melongo, dengan perlahan ingin menelan saliva namun terasa begitu susah.



Dimas mengusap-usap matanya, berpikir kalau dia hanya salah lihat saja saat Andri terbang. Tapi kenyataannya, tak ada yang salah semuanya benar-benar terjadi.



Bruk!



"Iww!" seru Dimas, matanya seketika terpejam saat melihat pendaratan yang sempurna dari tubuh Andri di lantai.



Bukan hanya Dimas saja, tapi semua yang ada di sana ikut mengerutkan wajah seolah ikut merasakan sakit yang Andri rasakan saat terjun bebas dan punggungnya lebih dulu yang terbentur lantai. Sakitnya pasti sangat luar biasa.

__ADS_1



Sementara Yulia, dia begitu senang karena akhirnya Edo berhasil mengalahkan Andri yang menurutnya sok jagoan. Sudut bibir Yulia terangkat, begitu sinis kepada Andri yang masih mengaduh sakit.



Dengan rasa sakit yang di dapatkan Andri malah semakin kesal. Niatnya hanya ingin mendapatkan perhatian dari Yulia, mau cari muka pada Yulia dan semua teman-teman di sana dan tak taunya dia yang kalah sekarang. "Sial."



Dia merasa di permalukan dengan kekalahannya. Berkali-kali pukulannya tak mempengaruhi Edo sama sekali tapi sekali saja pukulan dari Edo mampu membuat dia kalah telak.



Bukan mendapatkan perhatian dari semua orang tapi yang Andri dapatkan malah malu sekaligus panas hati karena Yulia yang terus menatap Edo dari awal hingga akhir.



Tadi Yulia begitu khawatir saat dia terus berhasil memukul Edo, tapi lihatlah! Sekarang dia begitu berbahagia saat melihat sang pujaannya menang dari Andri. Bagaimana ini bisa?



"Astaga, apa yang aku lakukan?" gumam Edo. Gerakan yang begitu cepat adalah gerakan yang tanpa dia sadari. Dia sendiri bahkan begitu bingung karena penyerangannya yang begitu tiba-tiba dan membuat Andri jatuh sekarang.



Buru-buru Edo menghampirimu Andri, dia merasa sangat bersalah dan ingin membantu Andri untuk berdiri.



"Kamu tidak apa-apa?" tanya Edo, bersamaan dengan tangan yang terulur untuk membantu Andri berdiri dari lantai tersebut.



Namun tidak!



Apa yang Edo lakukan masih di anggap buruk oleh Andri, dia menganggap kalau Edo meremehkan dan mempermalukannya karena dia telah berhasil mengalahkan dirinya.



"Jangan sok baik, aku tau orang seperti kamu itu seperti apa!?" ucap Andri.



Tangan Edo di tepis dengan kasar oleh Andri, dia berusaha berdiri sendiri meski agak kesusahan tapi dia tidak mau menerima bantuan dari Edo.



Andri melenggang pergi begitu saja dari sana.



Edo berdiri canggung di tempat setelah kepergian Andri, dalam hati dia begitu bingung, ingin minta maaf atau tidak! Tapi dia tidak sengaja melakukan itu. Dia tidak sengaja memukul Andri.



Semakin tergila-gila para cewek yang melihat kejadian ini. Udah tampan, sempurna dan kuat lagi. Paket komplit sebagai laki-laki idaman.



~~~~••~~~~

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2