Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
31. Siaran Langsung


__ADS_3

~~``~~


Meski tak ada orang yang menyemangati ataupun memberikan hadiah, Ronald tetap semangat dalam melakukan siaran langsung. Dia begitu semangat dan pantang menyerah. Dia sangat yakin kalau dirinya mampu dan akan mendapatkan sesuatu yang lebih menarik, paling tidak dia mendapatkan pengalaman.


Ronald begitu serius, dia tak peduli dengan penonton yang berdatangan juga semua komentar miring yang mereka berikan padanya, dia tetap fokus pada suaranya supaya bisa menampilkan yang terbaik.


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu mengejutkan Ronald, seketika dia berhenti dengan menoleh ke arah pintu. Siapa sekiranya orang yang datang dan mengganggu dirinya yang tengah serius sekarang ini?


Ronald ingin kembali melanjutkan siarannya dan mengabaikan orang yang datang, tapi ketukan pintu kembali dia dengar.


Tok tok tok!


Karena Ronald tak kunjung membuka pintu suara itu kembali terdengar. Jelas Ronald semakin penasaran dan terpaksa segera melangkah ke arah pintu untuk membukanya.


"Kira-kira siapa ya? Sepertinya aku tidak ada janji pada siapapun?" gumam Ronald sembari melangkah. Siaran benar-benar dia hentikan untuk sementara waktu, dia ingin tau siapa yang datang ke rumahnya.


Pintu perlahan terbuka, dan wajah yang ada di depannya mulai terlihat dengan sangat jelas. Ternyata dia adalah Edo. Edo yang datang karena dia merasa sangat khawatir kepada Ronald yang tadi buru-buru pergi dari tempat acara perayaan yang bahkan sampai sekarang juga belum usai.


"Ronald, kamu baik-baik saja kan?" tanya Edo begitu khawatir. Sangat jelas wajahnya kalau dia begitu mengkhawatirkan temannya itu.


"Kenapa kamu tiba-tiba pergi, kamu tidak apa-apa kan?" kembali Edo menegaskan. Dia sangat penasaran karena Ronald juga masih diam. Dia belum menjawab apa yang dia tanyakan.


"Kebetulan kamu datang," Ronald malah terlihat begitu senang, dia menarik Edo dengan begitu antusias mengajaknya masuk.


Ronald terus menarik Edo yang terlihat bingung dan juga terus menurut. Hingga akhirnya Ronald berhenti di depan komputernya.


"Ronald, kamu kenapa sih?" tanya Edo begitu bingung, dia masih tak mengerti apa yang ingin Ronald katakan atau tunjukkan padanya.

__ADS_1


"Ayo kita siaran langsung," kata Ronald. Dia menoleh ke arah Edo dan melihat wajah Edo yang bingung tak mengerti.


"Siaran langsung?" Edo mengernyit tak mengerti, dia juga belum paham soal siaran langsung seperti yang Ronald katakan barusan.


"Iya, siaran langsung. Lihatlah." Ronald mulai menunjukkan caranya pada Edo, dia menyanyi di depan komputernya dengan begitu antusias.


Edo masih diam melihat, namun tak butuh waktu lama dia perlahan mengerti dan mulai tertarik dengan yang Ronald lakukan. "Kelihatannya cukup menarik," ucap Edo. Berakhir dia ikut juga melakukan siaran langsung bersama dengan Ronald.


Ronald begitu senang, mereka melakukan siaran langsung bersama.


Bernyanyi dengan penuh perasaan, menikmati lagu-lagu yang mereka nyanyikan tanpa peduli dengan para penonton yang mulai berdatangan. Kedua begitu asyik, bernyanyi dengan bebas tanpa memiliki rasa canggung atau gugup seperti sebelumnya saat berada di atas panggung.


Para penonton tentunya menyukai akan kedatangan Edo. Visual yang begitu tampan dan begitu sempurna di lihat, siapa yang tidak akan terpesona dengan penampilannya. Bukan hanya karena ketampanannya saja, melainkan juga dengan suara dan cara nyanyinya yang begitu menakjubkan, begitu sempurna.


Semua tidak menyangka kalau Edo bisa bernyanyi dengan begitu baik. Begitu indah suaranya saat di dengar, apalagi wajahnya juga yang sangat enak untuk di pandang.


Satu lagu selesai, Edo dan Ronald begitu senang. Mereka tersenyum dengan saling menatap. Merasa bahwa penampilannya cukup baik dan memberikan yang terbaik untuk para penonton yang belum mereka lihat. Tapi hati mereka cukup berbunga-bunga sekarang.


Beberapa lagu mulai Ronald pilih hingga akhirnya mereka kembali menyanyi dengan begitu kompak. Meski baru saat ini saja mereka melakukan siaran tapi terasa sudah begitu lama, mereka begitu menikmati.


Ronald ataupun Edo mulai tersenyum, siarannya semakin banyak penonton dan ada beberapa yang mulai memberikan hadiah kepada mereka. Memberikan hadiah termahal yang pasti akan membuat keduanya senang dan semakin bersemangat lagi untuk melakukannya.


Bukan asal-asalan mereka bernyanyi, mereka tetap menyanyi sesuai dengan irama. Suara yang begitu merdu jelas mulai diakui oleh para penonton.


**


Tidak terasa, mereka melakukan siaran langsung hampir semalaman penuh. Tapi tetap tidak membuat keduanya lelah, mereka tetap semangat bahkan seperti tak ada rasa kantuk yang menyerang keduanya. Jelas itu karena mereka begitu menikmati.


Terakhir saat perhitungan. Keduanya begitu terkejut, begitu tak percaya dengan nominal yang mereka dapatkan dalam semalam.

__ADS_1


"Du-dua ratus juta?!" pekik Edo. Matanya membulat tak percaya.


"Apakah ini beneran? Ini nyata kan?" ucapnya lagi. Dia masih tetap tak percaya dengan apa yang dia lihat dengan matanya. "Apakah aku salah lihat, apakah mataku yang bermasalah karena terlalu lelah?"


"Tidak, ini beneran, Do. Kita mendapatkannya. Ini yang kita dapatkan." Ronald menjelaskan. Dia juga tidak percaya dengan hasil akhir, tapi dia percaya karena tak mungkin semuanya bohong.


"Ini bahkan lebih besar dari uang gaji yang aku dapatkan dalam satu bulan." gumam Edo.


Edo begitu tak bisa berkata-kata lagi dengan pendapatan yang mereka dapat saat ini.


"Kita bisa melakukan ini lagi kan?" tanya Ronald. Dia menawarkan itu pada Edo. Karena pendapatan yang segitu banyak tentu juga terjadi karena adanya Edo. Dalam hal ini Edo juga berpengaruh besar dalam pendapatan mereka.


Edo jelas langsung mengangguk. "Tentu, kita bisa melakukanya lagi." Tak mungkin Edo menolak.


Dengan ini dia bisa mendapatkan uang tanpa harus keluar rumah kan?


'Dengan ini aku tidak perlu keluar, tidak perlu khawatir akan ditindas oleh orang lain, juga para preman.' batin Edo. Semua yang dia pikirkan jelas benar adanya. Dia tidak perlu takut dalam banyak hal, dan dia bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus diketahui banyak orang.


'Dengan ini, aku bisa mendapatkan apapun,' Ronald tak kalah senang. Dari begitu gembira dengan bayangan yang akan dia dapat dari hasil siaran langsungnya.


'Dengan ini aku juga bisa membantu pemasukan ibu,' batinnya lagi. Dia begitu semangat untuk bisa melakukan lagi.


Keduanya terus tersenyum, saling menoleh dan melihat namun tidak berkata-kata. Sepertinya senyum mereka sudah menjelaskan seberapa besar perasaan bahagianya saat ini. Mereka sungguh bahagia.


Mereka dibuat tertarik dengan acara tersebut. Siaran langsung yang sangat menghasilkan. Keduanya kembali melihat komputer, melihat nominal yang tertera, dan beralih bertatapan kembali.


"Hahaha!" Keduanya tertawa bersama. Melihat ekspresi wajah teman di hadapannya yang sama-sama terlihat begitu lucu.


~~``~~

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2