Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
29. Penampilan Sempurna


__ADS_3

~~``~~


Semua orang nampak begitu terkejut, mereka tak percaya dengan apa yang ada di depan mata mereka semua. Mereka pikir, Edo dan juga Ronald hanya kebetulan saja namanya yang sama, tapi ternyata tidak! Ternyata mereka adalah orang yang sama, orang yang mereka kenal sebelumnya.


Sesaat memang terjadi keheningan, menatap keduanya dengan tak percaya. Bahkan ada yang sempat mencubit pipinya sendiri karena berpikir itu adalah mimpi. Untuk apa keduanya ada di atas panggung? Apa yang ingin mereka tampilkan? Pikir mereka.


Gelak tawa terjadi, begitu juga dengan sebuah kekaguman.


Edo terlihat begitu tampan. Dia menawan dan tentunya dapat diterima dengan baik oleh setiap mata yang memandang. Semua nampak begitu terpukau dengan penampilannya yang kini sudah berdiri di atas panggung, meski rasa gugup itu terlihat jelas tapi semua tak menghiraukan itu, apalagi para cewek yang menjadi pengagum visual. Mereka tampak terpana, dengan mata yang berbinar.


Tapi dengan Ronald?


Semua bahkan menertawakannya. Keadaannya yang cupu, gendut dan terlihat buruk sama sekali tidak di sambut baik. Satupun tak ada yang memujinya. Jangankan memuji, sekedar melirik saja seperti sangat enggan.


"Aa! Edoo!" teriak para gadis yang terlalu mengidolakan pria itu.


"Edoo! Edoo! Edoo!" Sorakan semua para gadis terus berseru, menyerbu namun yang di panggil hanya tersenyum gagu karena gugup.


"Hahaha! Lihatlah si gemuk itu, seperti apapun penampilannya tetap akan sangat buruk, hahaha!" Tawa dan juga hinaan diperuntukan pada Ronald yang berdiri di sebelah Edo.


"Hahaha!" Tawa semua semakin menggelegar, bersahutan menjadi satu bersama dengan pujian untuk Edo.


Hati Ronald memang terasa mulai nyeri, tapi dia tak mau memperhatikan lagi. Tujuannya tidak untuk sakit hati, tapi untuk menampilkan penampilannya yang mungkin tidak dimiliki oleh semuanya. Di caci dan dihina itu sudah terbiasa, dia pasti bisa melaluinya.


Musik mulai terdengar. Semua orang nampak terdiam ingin melihat dan mendengar apa yang akan dibawakan oleh keduanya. Ini adalah lagi baru yang Ronald sendiri ciptakan, lagu dengan judul Fly to The Sky and Side by Side with The Sun.


Fokus semuanya menjadi hilang dan terganti dengan gelak tawa ketika Edo yang terlibat tampan dan sempurna bak artis Korea itu gugup hingga melupakan liriknya.


Keadaan menjadi begitu ramai dan juga begitu riuh. Sementara Edo? Dia semakin gugup. Tubuhnya gemetar dengan wajah yang terlihat pucat. Ini adalah kali pertama untuk dirinya tampil dihadapan begitu banyak orang.

__ADS_1


Mentalnya masih begitu minim, dan dia bingung bagaimana mengatasi masalahnya itu. Bukan hanya para murid dan guru, tapi juga para agensi juga tertawa tertahan. Mereka bahkan menyembunyikan tawanya dengan menutup menggunakan telapak tangan atau punggung tangan.


Ronald mendekat, dia tau keadaan Edo saat ini yang tak biasa. Menepuk lengannya pelan dari samping dan hendak memulai lebih dulu. Tapi sebelum itu, Ronald mengatakan sesuatu pada Edo, membisikkannya di telinga dengan begitu jelas.


"Jangan pikirkan mereka yang sedang tertawa. Tapi pikirkan orang-orang yang paling mencintaimu," bisik Ronald.


Edo terdiam, mendengar dengan benar setiap kata yang telah Ronald bisikan padanya. Perlahan rasa gugup itu mulai hilang.


Sebenarnya Ronald juga sering mengalami hal itu, dia begitu gugup saat berada di depan keramaian seperti sekarang ini. Tapi, satu yang selalu membuat dirinya bisa. Dia akan mengingat orang-orang yang begitu sayang dan mencintainya.


Mereka akan selalu menjadi pendukung utama, menjadi kekuatan terbesar dan seakan memberikan energi meski hanya dengan memikirkan saja. Dan cara itu memang cukup ampuh. Ronald akan mudah menangani rasa gugupnya dengan itu.


Ronald melihat wajah Edo, dia berharap caranya itu akan berhasil membuat Edo bisa mengatasi masalahnya sekarang.


"Aku yakin kamu mampu, Edo. Kamu pasti bisa." kata Ronald lagi.


Ronald memulai lebih dulu dengan lagunya namun dia masih terus melihat ke arah Edo. Dan saat itu musik pun kembali berbunyi mengiringi lagu yang Ronald nyanyikan.


'Nenek,' batin Edo. Matanya terlihat begitu fokus memandangi satu titik di depannya, dan yang terlihat seakan senyuman Ratih yang begitu manis dan menyemangati dirinya.


Rasa percaya diri tiba-tiba muncul di hati Edo, rasa gugup telah hilang dan terganti dengan kekuatan. Edo dapat mengatasi masalahnya dengan memikirkan Ratih yang begitu besar berjuang untuk dirinya.


Senyum itu masih dapat Edo lihat, hingga Edo ikut tersenyum begitu manis lalu mengatur kembali kondisinya dengan benar. Detak jantungnya sudah kembali normal, rasa gugup perlahan pergi menjadi sebuah keyakinan. Hembusan nafas panjang keluar bersamaan dengan suara Edo yang keluar.


Edo mulai menyanyi di hadapan semua orang.


Riuh terganti menjadi tatapan penuh terpana, mereka semua yang hadir nampak begitu tak percaya dengan suara Edo yang begitu indah dan begitu merdu. Mereka semua begitu terpukau.


Sementara Ronald, dia tersenyum senang. Akhirnya Edo bisa mengeluarkan suaranya, dia berhasil mengendalikan dirinya dengan mudah. Ada kebanggaan di hati Ronald.

__ADS_1


"Edoo!" Teriakan kembali terjadi. Tentu itu karena penampilan Edo yang dirasa sangat luar biasa.


Duet yang sangat mengagumkan. Edo maupun Ronald mampu menampilkan yang terbaik, tidak sia-sia mereka belajar hingga beberapa hari ini. Mereka berhasil memukau para penonton yang terdiri dari para teman, guru dan juga para agensi yang hadir.


Rasa gugup yang sudah hilang membuat Edo bisa menyanyi dengan begitu sempurna. Dia terus bergerak sesuai keinginannya di atas panggung begitu juga dengan Ronald. Suara mereka sama-sama merdu dan hampir mirip. Tapi tetap saja dengan khas yang berbeda.


Dengan sesekali melempar pandang Edo dan Ronald tersenyum. Mereka nampak begitu bahagia bisa berasa di atas panggung dan lagu yang mereka bawakan begitu dinikmati dengan baik.


Hingga akhirnya, lagu berhasil pada bait terakhir. Edo dan Ronald saling bertatapan dengan mic yang masih ada di depan bibir mereka masing-masing. Suara mereka begitu indah dan berakhir bersamaan dengan musiknya juga.


Plok plok plok!


"Yeee!!"


"Aaa!! Edoo!" Teriakan begitu menggema kembali. Begitu juga dengan tepukan tangan yang begitu meriah.


Para agensi pun juga tak diam begitu saja, dari awal mereka duduk kini mereka semua berdiri dengan kedua tangan mereka yang masih saling beradu. Mereka bertepuk tangan dengan begitu meriah. Bahkan ada juga yang mengacungkan kedua ibu jari mereka ke arah Edo dan Ronald.


Edo dan Ronald tersenyum, membungkukkan tubuh mereka di hadapan semuanya. Mereka merasa begitu lega karena telah berhasil. Penampilan mereka telah berakhir dengan sangat sempurna.


"Terima kasih," ucap Edo dan Ronald bersamaan dengan tangan yang saling berpegangan mereka kembali membungkuk.


"Bagus sekali penampilan mereka," Salah satu agensi begitu memuji.


Penampilan yang begitu menakjubkan, begitu bagus bahkan lebih bagus dari penampilan sebelumnya. Duo R yang sudah ter kontrak dan juga sudah terkenal pun kalah dengan penampilan mereka berdua. Bahkan penampilan mereka jauh berkali-kali lipat lebih bagus.


"Sungguh luar biasa."


~``~~~~

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2