
~``~
Acara yang begitu mewah dan juga sangat meriah akan segera dimulai. Acara perayaan ulang tahun sekolah akan segera digelar dengan begitu suka cita dari para murid dan tentunya juga para guru.
Semuanya terlihat begitu antusias, memakai pakaian terpilih mereka yang tentu pakaian yang tak biasa. Pakaian mahal yang memang sudah dirancang khusus untuk acara pesta satu tahun satu kali itu.
Berbagai pernak-pernik sudah terpasang, berbagai warna dan juga bentuk balon juga sudah memenuhi dan menghiasi tempat acara. Bukan itu saja, tapi juga bermacam-macam dekorasi sudah penuh dan menambah kesan pesta menjadi begitu menakjubkan.
Senyum, tawa juga canda riang mulai memenuhi aktifitas mereka semua. Saling bercerita dan juga bercengkerama satu sama lain. Memperlihatkan penampilan mereka dan menceritakan bagaimana model pakaian yang mereka kenakan, bahkan ada juga yang memamerkan harga dan juga baju yang dirancang dari desainer ternama.
"Wah, kami cantik banget dengan gaunmu?"
"Kamu juga cantik. Desain siapa lagi untuk tahun ini?"
"Lihatlah, ini adalah desain ternama dengan harga yang sangat fantastik. Orang biasa tak akan mampu untuk membelinya?"
"Punyaku juga dari desainer ternama. Dan juga didesain secara khusus, dan itu aku sendiri yang memintanya."
Dan masih banyak lagi kata-kata yang memadati tempat acara yang sudah semakin penuh dengan para murid yang terlihat cantik-cantik dan juga tampan.
Sementara di belakang panggung di pojok ruang. Edo dan juga Ronald tengah bersiap. Terus saja mereka merapikan pakaian yang mereka kenakan saat ini, tentu mereka ingin penampilan mereka menjadi penampilan yang terbaik.
Ronald dengan setelan panggung yang lebar dengan dasi. Sedangkan Edo, pria itu memakai setelan jas santai yang begitu sederhana itupun Ronald yang membelikannya, tentu dia tambah dengan topi baseball terbaiknya.
"Bagaimana penampilanku, sudah benar kan?" tanya Ronald. Pria itu terlihat gugup. Tapi dia juga harus tetap percaya diri karena harus tetap menampilkan kesan terbaiknya.
Dia tidak mau kalau perasaan gugupnya akan mengacaukan segalanya yang sudah dia persiapkan beberapa hari ini.
"Sudah, ini sudah cukup bagus. Keren," puji Edo. Membenarkan dasi Ronald hingga benar-benar telah terpakai dengan pas.
Edo tersenyum, mundur satu langkah dan melihat Ronald dari atas ke bawah lalu kembali ke atas lagi. "Perfect," ucapnya. Dengan satu kata itu tentu akan menumbuhkan rasa percaya diri dari Ronald.
Bukan sekedar memuji, tapi Ronald memang memiliki wajah yang tampan rupawan meninggalkan tubuhnya yang gemuk. Jika dia kurus sedikit saja pasti akan sangat terlihat kalau dia lebih menawan dari para pembully yang biasa mencaci-maki dirinya.
"Kamu bisa saja. Tapi benar tidak? Jangan bilang kalau kamu hanya ingin membuat aku terhibur saja?" Ronald masih ragu, tak serta merta dia percaya begitu saja dengan pujian dari Edo.
__ADS_1
"Nih orang ya, aku sudah mengatakan yang sebenarnya loh. Apa perlu aku mengatakan yang bohong?"
"Ya nggak juga. Aku hanya ingin kamu mengatakan yang jujur."
"Jujur seratus persen, seribu persen malahan." Edo tetap akan bicara sesuai fakta. Apa yang dia lihat itulah yang akan dia katakan.
"Sekarang katakan, bagaimana penampilanku?" Kini giliran Edo yang meminta komentar dari Ronald. Edo bahkan mulai miring ke kanan dan kiri untuk memperlihatkan penampilannya pada Ronald.
Ronald masih diam, tapi matanya sudah mulai mengawasi untuk menilai penampilan dari temannya itu. Dia tersenyum. "Buruk sekali," ucapnya. Bibirnya juga bergerak meyakinkan.
"Beneran?" Edo nampak terkejut, dia begitu shock karena penilaian Ronald yang dirasa tak sesuai dengan yang dia bayangkan. Baginya baju pilihan Ronald yang dia pakai saat ini sangat luar biasa untuk dirinya.
Ekspresi wajah Edo yang terlihat begitu serius dengan mata menelisik ke arah penampilannya sendiri membuat Ronald langsung tertawa. Dia merasa lucu melihat Edo.
"Hahaha! Lucu sekali wajahmu." tawa Ronald girang. Dia telah berhasil membuat Edo menjadi takut barusan. Masak iya dia harus pulang dan mengganti pakaiannya, tidak mungkin kan?
"Kamu ya, seneng banget ngeledekin." Edi merajuk. Tapi dia merasa hatinya berbunga-bunga. Ronald adalah teman pertama kali yang membuat dirinya mengenal berbagai macam perasaan dalam persahabatan. Terima kasih, Ronald. Mungkin hanya kata itu yang selalu bisa Edo ucapkan meski masih terus di hatinya.
**
Dari sekian banyaknya tamu undangan ada beberapa manajer agensi yang cukup terkenal. Jelas acara akan bertambah semakin meriah.
Bukan itu saja, tapi juga salah satu penampilan yang paling mereka semua tunggu. Penampilan yang akan memeriahkan acara ini dan juga sangat mereka nantikan performnya.
Duo unit yang sudah ditandatangani oleh agensi. Duo yang sangat terkenal yang pasti sangat mereka nantikan. Baru mendengar namanya saja mereka semua sudah langsung berteriak kegirangan, bagaimana jika melihat perform mereka?
"Yeee! Aaa!" seru semua. Suaranya begitu memadati tempat acara, tentu bersamaan dengan tepuk tangan yang semakin membuat meriah acara.
"Kita saksikan bersama, penampilan dari Duo R!" seru pembawa acara begitu lantang. Suaranya begitu menggelegar.
Riuh para murid begitu memenuhi acara tersebut. Semua bersorak juga bertepuk tangan. Tentu, ada juga yang bersiul dan berteriak memanggil nama Duo R.
Duo R perlahan naik ke panggung. Senyum mereka terpancar nyata bersamaan dengan satu tangan melambai dan sesekali melemparkan kiss jauh dengan tangan. Sementara tangan satunya memegang mic.
Tanpa menyapa, salah satunya seketika mengikuti alunan musik yang sudah diputar. Langsung mulai rap dan semua semakin bersorak kegirangan. Mengikuti alunan musik dengan tangan mereka yang juga bergerak mengikuti gerakan tangan dari Duo R.
__ADS_1
Semakin lama Duo R menampilkan perform mereka, keadaan menjadi semakin ramai. Semua nampak begitu senang.
"Dua R!!" teriakan begitu menggema. Bukan hanya satu dua saja, tapi nyaris semuanya berteriak karena bahagia.
Bukan hanya para murid saja yang terlihat begitu senang, tapi juga para agensi. Mereka sangat puas dengan penampilan mereka berdua. Tersenyum, dan saling melempar pandangan ke agensi di sebelahnya dengan sesekali mengatakan kata-kata pujian.
"Yee! Yee!"
Plok plok plok!
Riuh tepuk tangan begitu memadati saat Duo R bisa menyelesaikan perform mereka dengan begitu baik. Diakhiri dengan membungkukkan tubuh mereka sebagai tanda penghormatan pada semua agensi dan juga semua murid yang menjadi fansnya.
"Dua R! Love you!"
"Duo R!!"
"Lagi lagi lagi!" Semua berseru dengan perkataan yang berbeda. "Aaa!!" Begitu meriahnya acara hingga para guru pun juga merasa begitu senang.
Dua R turun dari panggung setelah menyelesaikan kewajibannya saat ini. Dan kembali pembawa acara berbicara.
"Bagaimana dengan penampilan pertama kita, meriah bukan?" tanya pembawa acara tersebut.
Semua jelas mengangguk dan kembali berteriak. Mereka sangat ingin melihat Duo R kembali perform lagi. Tapi sayangnya itu tidak diwujudkan oleh pembawa acara.
"Untuk acara selanjutnya, kita sambut penampilan dari Duo yang tak kalah menarik lagi."
Semua orang terdiam. Duo lagi? Siapa sekiranya yang dimaksud oleh pembawa acara tersebut. Semua orang tertegun.
"Duo___, Duo RE! Ronald dan Edo!!"
Bukannya bertepuk tangan tapi semua orang malah tertegun tak percaya. "Ronald dan Edo?" Bagaimana tidak! Mereka berdua cukup terkenal di sekolah.
~~``~~~
Bersambung..
__ADS_1