
~~``~~
Setelah penampilan yang begitu menakjubkan dari Edo dan juga Ronald, para manajer agensi segera mencari keduanya. Sepertinya mereka begitu tertarik dengan Edo juga Ronald. Sangat ingin menjadikan keduanya artis di bawah naungannya.
Bukan hanya satu dua agensi, tapi hampir semua yang datang berbondong-bondong mencari keduanya tentu dengan maksud dan tujuan yang sama. Mereka ingin tanda tangan kontrak pada keduanya.
Suara yang bagus, penampilan yang menakjubkan jelas akan mudah untuk keduanya menjadi terkenal, pikir para murid yang melihat para agensi mencari keduanya.
"Beruntungnya mereka ya," salah satu bicara. Mengawasi para agensi yang sudah berjalan pergi.
"Ya, memang suara mereka sangat bagus. Pantas saja kalau para agensi tertarik untuk menjadikan mereka adalah artisnya," jawab yang lainnya.
Bukan hanya satu dua yang membicarakan Edo dan Ronald, tapi hampir semua. Ada yang membicarakan karena merasa senang juga, tapi juga ada rasa iri. Ada yang jelas-jelas tak suka kalau keduanya terkenal setelah acara itu.
"Tunggu!" seruan salah satu agensi menghentikan langkah Edo dan juga Ronald yang berjalan berdampingan dengan begitu bahagia. Keduanya cepat membalik dan langsung melihat para agensi yang mendekat.
"Ada apa ya?" tanya Edo, dia menoleh ke arah Ronald dengan rasa penasaran yang sangat besar.
Ronald juga menggeleng cepat, dia sama saja tidak tau apa yang membuat para agensi mencari mereka berdua. "Saya juga tidak tau. Kita tunggu saja apa tujuan mereka."
Edo mengangguk pelan, kembali melihat ke arah para agensi yang sudah dekat hingga akhirnya berhenti di depan keduanya.
Ternyata tidak! Bukan mereka berdua yang menjadi tujuannya, tapi hanya Edo saja. Mereka seketika berbondong-bondong mengelilingi Edo dan menginginkan Edo menjadi artis mereka.
"Bagaimana kalau kamu jadi artis saya?" tanya salah satu yang tanpa basa-basi. Langsung mengatakan hal yang sudah menjadi tujuannya.
"Bagaimana kalau dengan saya, saya akan pastikan kamu akan terkenal." Beralih yang lainnya.
"Sama saya saja, sudah terbukti orang-orang yang ikut dengan saya mereka berhasil dan sukses." Yang lain tak kalah.
__ADS_1
Edo nampak bingung, tatapannya terus bergerak ke tempat orang yang sedang bicara. Semua begitu tertarik padanya, menginginkan dirinya untuk menjadi artis mereka.
"Sa-saya?" Jelas Edo sangat bingung. Tidak mungkin dia akan bisa mengambil keputusan untuk menerima tawaran mereka.
Mereka semua nampak menunggu, berharap Edo akan menerima tawaran dari mereka. Jelas tidak semua, tapi salah satu diantara mereka. Siapapun yang Edo pilih jelas akan sangat beruntung. Bagaimana tidak! Edo sangat tampan dan juga sangat berbakat.
Mereka begitu sibuk mengelilingi Edo, hingga melupakan Ronald yang berdiam memperhatikan semuanya beserta Edo dengan sangat kecewa. Jelas, ada dirinya juga yang memberikan penampilan yang sangat menakjubkan tadi tapi kenapa hanya Edo yang mereka inginkan. Lalu dirinya?
Mereka semua terus mengabaikan Ronald. Wajah kecewa terlihat jelas dari wajah Ronald, tatapannya begitu pilu. Ronald memutuskan untuk pergi dari sana, berada di sana pun tak ada yang menginginkannya. Untuk apa lagi?
Langkahnya begitu lesu, berpikir kalau Edo pasti akan menerima tawaran salah satu agensi di sana. Tidak mungkin tidak kan? Siapa yang tidak mau menjadi seorang artis terkenal. Edo tampan dan juga berbakat, dia sangat pantas untuk mendapatkan posisi itu daripada dirinya.
Sejenak Ronald menoleh, melihat ke arah Edo yang masih tak melihat dirinya.
Edo yang begitu dikelilingi oleh para agensi hingga dirinya tidak melihat kalau Ronald pergi.
"Maaf, saya tidak bisa menerimanya. Maaf," kata Edo. Tak mau mengambil satu tawaran pun dari mereka.
"Ronald?" Edo menoleh dan jelas sudah tidak melihat Ronald di sana. Dia sudah pergi tanpa memberitahu pada Edo.
~~~~``
Ronald pulang sendiri, dia merasa sangat kecewa. Ia tidak menyangka, meski dirinya sudah membuat lagu yang begitu bagus bahkan kemampuan menyanyinya juga tidaklah buruk dari Edo tapi tak ada satu orang pun yang mau melihat.
Tapi hal itu tak lantas Ronald menyalahkan Edo atau membencinya. Dia sama sekali tidak menyalahkan Edo yang dirasa lebih beruntung dibandingkan dirinya.
Dengan wajah yang sangat kecewa Ronald duduk, menyalakan komputernya dan melihat beberapa lagu yang dia tulis yang sudah jadi maupun yang masih dalam proses.
"Eh, apa ini?" Ronald nampak terkejut saat tiba-tiba ada sebuah iklan yang ada di layar komputernya. Iklan tentang aplikasi siaran langsung yang cukup populer di waktu dekat-dekat ini.
__ADS_1
"Siaran langsung?" Ronald mengernyit bingung, tapi dia juga sangat penasaran.
"Apakah aku boleh coba?" tanya Ronald pada diri sendiri. Kembali dia diam dan mulai berpikir. Ronald tersenyum, dia putuskan untuk mencobanya
Dengan pelan dan masih belajar Ronald mengikuti prosedur untuk siaran langsung. Ronald berusaha percaya diri, dia yakin akan mendapatkan penonton yang akan melihat keahliannya itu.
Sementara tak ada orang pun yang datang di tempat siarannya namun Ronald tetap mulai bernyanyi meski masih ada rasa yang sangat ragu.
Entah karena suaranya memang bagus atau memang sedang beruntung ada beberapa orang yang datang di tempat acara siaran langsungnya. Ronald mulai bahagia. Dia tersenyum dan merasa bangga.
"Apa-apaan itu, penampilannya buruk sekali," kata salah satu diantara mereka semua.
"Bisa-bisanya penampilan seperti itu tapi beraninya muncul," imbuhnya. Ronald tetap mengabaikan.
Ronald melihat salah satu orang yang juga mengikuti siaran langsung. Ada siswa B di kelas sebelah.
"Dia?" ucap Ronald begitu lirih, terus mengawasi orang itu.
Popularitasnya lebih tinggi di bandingkan dengan Ronald. Ronald terus melihatnya. Rasa kecewa seolah kembali menyerangnya, barusan Edo yang lebih di pilih dan sekarang orang itu yang kini di pilih oleh para penonton.
Ronald tersenyum, tapi senyumnya itu hanya senyum yang penuh dengan kecewa. Kenapa semua seakan tak mau memilih, tak ada yang menganggap dan menghargai semua yang sudah dia lakukan padahal Ronald sudah berusaha sangat keras.
Ronald masih melihat orang yang sedang siaran itu. Bahkan ada salah satu penonton yang begitu baik dan memberikan hadiah padanya. Hadiah dengan nilai yang begitu fantastik bagi Ronald. Senyum terlihat begitu manis dari orang itu, tentu saja dia sangat senang.
Penonton dengan akun bernama Taipan Real Estate Jakarta, dialah yang memberikan hadiah pada orang itu hingga begitu bahagia.
"Padahal penampilannya biasa-biasa saja," gumam Ronald. Benar. Sebenarnya penampilannya memang lebih bagus Ronald daripada orang itu, tapi ternyata mereka lebih memilih orang itu daripada Ronald. Ronald memang tidak pernah beruntung. Kembali Ronald merasa sangat kecewa.
Lagi-lagi dia kalah dari orang lain padahal dia yang lebih baik. Wajahnya semakin lesu karena kejadian itu.
__ADS_1
``~~
Bersambung...