Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
32. Begitu Mengagumi


__ADS_3

~~``~~


Di pinggiran kota terpencil, di dalam gubuk bekas. Seorang pria bertubuh kurus kering dengan wajah yang terlihat begitu mesum tengah duduk di depan komputer. Menonton penampilan yang disajikan oleh seorang gadis cantik.


Terlihat dia begitu sumringah, terus menatap gadis yang tengah melakukan siaran langsung dengan begitu percaya diri. Tubuhnya yang indah, dengan wajah cantik juga dengan penampilan yang sangat menarik siapa yang tidak akan tergoda? Pria itu terus tersenyum dan semakin menatap penuh keinginan.


"Dia begitu sangat cantik, aku menyukainya," ujarnya. Tatapannya semakin mengisyaratkan kekaguman yang sangat besar pada gadis itu, begitu menginginkannya. Apalagi ketika gadis itu melakukan penampilan yang gemulai, jelas dia semakin senang di buatnya.


"Lagi, tampilkan aksi terbaikmu sayang. Aku sangat ingin melihatnya," ujarnya lagi.


Seandainya gadis itu ada di hadapannya sekarang, entah apa yang akan dia lakukan padanya. Sepertinya akan berbuat hal yang lebih jika melihat tatapan matanya yang begitu ingin.


"Lagi, Sayang. Lagi," terus dia bermonolog diri. Berpikir jika dia mengatakan apapun gadis itu akan melakukannya. Dan ternyata benar, gadis itu melakukannya seolah tau apa yang pria itu minta.


"Hem," pria itu semakin senang, dia tersenyum begitu mesum, bahkan dia juga menjulurkan lidahnya sendiri, membasahi bibirnya saat melihat penampilannya.


"Ayo sayang," ucapnya lagi.


Gadis yang tak lain adalah Yulia itu sama sekali tidak tau kalau apa yang dia tampilkan ternyata membuat seorang pria begitu menginginkan dirinya. Dia begitu senang melakukannya, apalagi saat mendapatkan hadiah dengan jumlah yang besar.


"Terima kasih, Kakak," ucap Yulia, dia begitu senang saat pria itu tiba-tiba memberikan hadiah yang sangat besar padanya.


Pria itu adalah Dito. Pria yang menggunakan akun dengan nama Taipan Real Estate Jakarta. Pria yang selalu memberikan hadiah pada Yulia dan tentu karena dia juga sangat menginginkannya.


Tidak ada rasa menyesal telah memberikan hadiah besar kepada Yulia, dia bahkan merasa sangat bangga dan senang, apalagi setiap melihat senyum manis di bibir Yulia. Gadis yang menjadi pujaannya sekarang untuk bisa dia miliki seutuhnya.


Uang beberapa juta yang dia berikan pada Yulia sebenarnya adalah uang dia yang terakhir, tak ada lagi uang yang tersisa sekarang. Tetapi, itu tidak lantas membuat dia menyesal, tapi dia malah begitu bahagia.


"Hem," Dito mengangkat kedua bahunya tak masalah dengan uang yang sudah dia berikan secara cuma-cuma pada Yulia, tak merasa sedih meski hanya senyum dan wajah bahagia Yulia saja yang dia bisa lihat.

__ADS_1


Bukan itu saja, bahkan Dito tidak peduli jika setelah ini dia hanya bisa makan mie saja. Itu sudah lebih dari cukup, setidaknya dia masih tetap hidup dengan makan mie.


Tok tok tok!


"Dito, Dito!" Suara memanggilnya dengan sangat jelas setelah dia juga mengetuk pintunya. Suara yang terdengar sangat lelah dan juga lemah.


"Dito!" Teriaknya lagi. Seorang perempuan tunanetra yang terus memanggil nama Dito, terlihat Dia sangat berharap bahwa Dito akan datang kepadanya setelah dipanggil, tapi ternyata tidak! Dito sama sekali tidak datang bahkan tidak beranjak dari tempatnya, dia mengabaikan panggilan itu untuknya.


Panggilan dari ibunya Dito yang memiliki kekurangan, bukan hanya tubuhnya saja yang terlihat kecil dan lemah tapi dia juga mengalami tunanetra.


Tok tok tok!


"Dito!" Teriak lagi memanggil. Dia terus berteriak karena berpikir bahwa Dito tidak mendengar panggilannya, padahal sebenarnya Dito mendengar sangat jelas tapi dia tetap enggan untuk datang.


Meski sebenarnya Dito merasa sangat terganggu dengan suara ibunya yang terus memanggil dan juga mengetuk pintu, tapi tak lantas membuat dirinya beranjak dari tempat dan mendatanginya, dia bahkan mengabaikan panggilan dari ibunya dan terus asyik melihat siaran langsung yang telah dilakukan oleh Yulia saat ini. Bagaimana tidak! Yulia lebih membuat dirinya tertarik daripada ibunya.


"Ganggu orang saja," gerutunya lagi.


Kembali Dito focus dengan siaran dari Yulia yang ada di hadapannya. Dia kembali tersenyum dan merasa sangat bahagia setelah melihat Yulia yang kembali tersenyum manis seolah tengah tersenyum kepada dirinya.


"Manis sekali kamu, Sayang." Semakin Dito memuji, semakin dia berharap bisa memiliki Yulia.


~~~~``


Dua hari semenjak kemarin, Dito tidak lagi memberikan hadiah kepada Yulia karena dia memang tidak lagi memiliki uang untuk dia berikan kepadanya. Kemarin adalah uang terakhirnya, dan dia sudah memberikan semua pada Yulia. Sekarang tak ada lagi.


Dito yang tidak memberikan hadiah pada Yulia membuat sikapnya menjadi berubah. Yulia tidak sama seperti kemarin saat terakhir kali dia memberikan hadiah uang padanya.


Setiap kali Yulia selalu memanggilnya kakak, tapi tidak untuk sekarang. Yulia lebih pendiam sekarang. Penampilannya terlihat kurang dari sebelumnya.

__ADS_1


Bukan hanya panggilan saja yang membuat Dito begitu senang kemarin, tapi Yulia selalu melakukan apa yang dia perintahkan saat dia memberikannya uang. Bahkan Yulia sama sekali tidak protes saat Dito memintanya untuk dia menari, Yulia melakukannya dengan senyuman manis yang terus terpancar bersamaan dengan gerakannya.


"Kurang ajar!" Dito terlihat begitu marah saat Yulia tak lagi sama seperti kemarin. Dia mulai emosi apalagi saat sikap Yulia begitu dingin padanya.


Tapi apapun yang Dito katakan sama sekali tidak dapat mempengaruhi sikap Yulia padanya, dia tetap dingin dan terlihat begitu acuh. Bahkan sama sekali seperti begitu enggan untuk menyapanya.


**


Beberapa hari berlalu.


Dito yang tak lagi bisa memberikan hadiah pada Yulia dan juga sikap Yulia yang berubah padanya membuat dia terus memikirkannya.


Dito semakin kesal juga sangat tidak tenang, dia semakin marah hingga Dito mulai memikirkan sebuah rencana untuk menemui Yulia secara langsung. Dia merasa tidak rela diperlakukan seperti sekarang setelah semua yang sudah diberikan kepada Yulia.


"Tidak, aku tidak bisa diginiin. Aku harus bisa menemuinya secara langsung." gumam Dito dengan sangat yakin.


Dito kembali serius dengan komputer yang ada di hadapannya, mulai meneliti semua konten yang dibuat oleh Yulia juga meneliti setiap siaran langsungnya. Dito sangat ingin mengetahui di mana dia bisa menemui secara langsung.


Semua Dito lihat mulai dari semua titik yang ada di tempat Yulia siaran. Dia benar-benar berusaha keras untuk bisa menemukan dimana tempat Yulia berada. Bahkan pemandangan dari luar jendela yang memperlihatkan pemandangan pun Dito melihatnya.


Fokusnya terbayar, Dito terlihat begitu senang. Rasanya ingin berteriak kegirangan setelah melihat apa yang dia cari. Dia menemukan tempat dimana Yulia berada.


"Yes, dapat!" Serunya girang. Dia menemukan keberadaan Yulia sekarang.


"Tunggu aku datang, Sayang." gumamnya seraya menyeringai penuh maksud yang tak mudah di mengerti.


~~`~


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2