Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
41. Waktu Ujian


__ADS_3

~~``~~


Ujian akhir semester telah di mulai, semua terlihat biasa-biasa saja, bahkan mereka tetap bisa bercanda seperti yang sudah-sudah. Tak ada rasa gugup ataupun was-was pada murid-murid teladan pada umumnya, mereka tetap asyik dengan kesenangan mereka masing-masing.


Di hari pertama, Edo duduk di kelas ujian seolah kembali lagi ke masa-masa dirinya masih ada di kelas mewahnya dulu. Edo tersenyum sejenak mengingat semua itu, berasa di kelas mewah dengan semua kenangan yang gak bisa dia lupa.


Kembali senyum Edo pudar. Duduk dengan serius dengan beberapa lembar pertanyaan yang ada di hadapannya.


Tak peduli dengan murid lainnya yang nampak tidak peduli sama sekali dan sibuk dengan ujiannya, mereka terlihat kesusahan tapi Edo masih yakin dan tetap percaya diri bahwa dia akan bisa mengerjakannya.


'Aku yakin aku pasti bisa. Aku sudah belajar dengan serius kemarin ini pasti akan mudah," batin Edo yang begitu percaya diri. Dia sama sekali tak menoleh ke arah teman-temannya yang juga mengerjakan soalnya.


Semua pelajaran yang tertinggal Edo sudah mempelajari lagi, dia begitu bekerja keras untuk bisa paham hingga sekarang dia bisa menulis jawaban dari semua pertanyaan dengan mudah. Edo begitu lega karena yang dia takutkan tidak terjadi.


Edo sangat takut kalau semua soal akan sangat susah dan dia tak bisa menjawab, tapi ternyata? Dia bisa dengan mudah menjawab semuanya.


Nafas lega sesekali keluar di tengah-tengah fokusnya dengan semua soal. Setelah dia berhasil mengerjakan dan menjawab dia akan tersenyum, dia begitu bangga dengan dirinya sendiri.


"Ternyata aku bisa mengerjakannya. ini lebih mudah dari yang aku pikirkan," gumam Edo.


Di sebelah Edo ada Andri. Dia terlihat sedikit aneh, ekspresinya seolah mengisyaratkan tak percaya. Dia yang biasanya sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan kali ini ada beberapa yang bisa dia jawab. Ini sungguh aneh baginya.


"Bagaimana ini bisa, aku tak pernah serius belajar sebelumnya, tapi kenapa aku bisa mengerjakannya?" gumam Andri. Berkali-kali dia mengerjapkan matanya karena tak percaya dengan yang sudah dia lakukan.


Memang, dia tak pernah serius, tapi hanya dalam beberapa hari ini saja dia juga menyempatkan membaca meski itu bukan atas kehendaknya, dia melakukan hanya sekedar iseng saja sama seperti yang lain.


Andri hanya mengikuti teman-temannya saja. Disaat mereka membaca maka Andri akan ikut, di saat mereka menghafal Andri pun juga ikut juga. Tidak dapat dipercaya kalau yang hanya iseng dia lakukan itu ternyata bisa membantunya dalam mengerjakan ujiannya sekarang.

__ADS_1


Andri memang sesekali akan mengernyit bahkan menggeleng karena tak tau jawabannya, tapi dia juga kadang akan tersenyum setelah mendapat jawabannya. Dia begitu senang saat jawabannya itu langsung muncul begitu saja di dalam kepalanya.


Sebenarnya Andri adalah anak yang pandai, hanya saja dia tidak pernah mau serius dalam belajar. Andri hanya mengikuti kesenangan saja yang sama sekali tidak bisa membantu dirinya dalam posisi ujian seperti sekarang. Tak dia sangka kalau dia tiba-tiba mau mengikuti jejak teman-temannya termasuk jejak Edo yang sangat rajin.


Benar, kedatangan Edo membawa pengaruh besar bagi semuanya termasuk teman-teman sekelasnya.


Begitu juga dengan para teman-teman yang lain. Mereka juga terlihat serius dengan ujian, mereka tidak tolah-toleh dan fokus dengan pertanyaan yang ada di hadapannya. Meski tak selalu mereka bisa menjawab tapi mereka tetap mengerjakannya sendiri. Ya! Meski kadang mereka akan asal dalam menjawab.


Keadaan kelas begitu sunyi daripada biasanya. Terlihat adem ayem, begitu tenang karena semua para murid diam dan sibuk mengerjakan tugasnya. Tidak seperti biasanya yang sudah membuat keonaran yang akan membuat para guru merasa sangat gerah dengan perilaku mereka semua.


Guru juga tentu akan sangat senang, dia merasa lebih damai dari biasanya. Biasanya akan begitu berisik seperti tengah melakukan demo yang begitu berisik, kelas yang sekarang begitu berbeda dengan kelas yang kemarin. Sekarang begitu tenang damai.


Terlihat dengan sangat jelas bahwa semua murid tengah mengingat-ingat sesuatu, jelas saja mereka tengah mengingat dengan pelajaran yang mereka pelajari yang sepertinya adalah jawaban dari salah satu pertanyaan yang ada di lembar kertas. Semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.


***


"Ini bagaimana?" gumamnya. Edo berusaha mengingat-ingat lagi semua yang sudah dia pelajari, namun karena pelajaran bahasa asing dia memang tidak begitu menguasai jadi terasa begitu sulit untuk dirinya.


Sebenarnya dia sudah mempelajari bahkan sudah menghafal kosakatanya tapi dia belum benar-benar menguasainya hingga sekarang dia lupa. Edo sangat bingung dan terus berpikir.


"Ini bagaimana, kenapa aku tidak bisa mengingatnya?" gumamnya lagi. Edo terus berusaha mengingat-ingat.


Membaca ulang soal-soal yang ada di hadapannya, siapa tau dengan itu dia akan mengingat kosakata yang kemarin dia hafal.


Edo menoleh ke arah teman-temannya, terlihat mereka juga bingung sama seperti dirinya. Edo yang belajar sungguh-sungguh saja kesusahan seperti ini bagaimana dengan mereka?


Tak bisa dipungkiri, soal-soalnya memang sangat susah. Edo sangat menyadari itu.

__ADS_1


"Apa sih, astaga Edo, ingat ingat," gumamnya. Bahkan tangannya sudah langsung memukuli kepalanya sendiri karena begitu mudah lupa.


Seharusnya dia ingat, tapi kenapa dia begitu lupa sekarang?


Edo terus berusaha mengingat-ingat lagi, tapi tetap saja tidak berhasil. Perlahan wajahnya menunduk hingga menempel pada bangku.


Sesekali Edo membenturkan keningnya pada meja namun pergerakannya begitu pelan hingga tidak ada bunyi yang berlebihan bahkan tidak di dengar oleh guru.


Lama-lama kepala Edo tak bergerak hingga tanpa sadar dia malah tertidur di tengah-tengah ujian yang sedang berlangsung. Tidurnya Edo sama sekali tidak disadari oleh semua teman-temannya juga guru pengawas.


Dengan tidurnya tubuh Edo yang sempurna maka secara otomatis Edo yang gemuk langsung terbangun. Edo tersadar dan sudah berada di tubuh juga sudah ada di tempat lain. Lebih tepatnya di rumahnya.


Edo terlihat bingung, seharusnya dia berada di tempat ujian sekarang tapi kenapa malah terbangun di rumah?


"Kenapa dia malah tidur?" gumamnya. Edo gemuk bingung sendiri.


Namun tidak lama dia mengingat akan masalah yang tengah terjadi padanya, dia tengah kesusahan dalam menjawab pertanyaan bahasa asing di dalam ujian.


Edo menoleh dan tanpa sengaja dia melihat kamus ada di sebelahnya. Edo tertegun memandangi kamus tersebut.


"Kamus?" gumamnya.


Di tengah-tengah dia kesusahan dalam mengingat kosakata dan sekarang dia dihadapkan dengan kamus yang akan membantu masalahnya.


"Apa?"


~~``~~

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2