Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
34. Penggemar Mengerikan


__ADS_3

~~`~~


Malam yang terasa sunyi, namun membuat Yulia tetap begitu senang karena baru saja menyelesaikan acara siaran langsungnya. Suasana hatinya cukup baik, dia cukup senang karena dekat-dekat ini mulai banyak yang memberikan hadiah padanya di setiap siaran langsung.


Senyum terus terpancar dari sejak dia beranjak dari depan komputernya hingga sekarang, bagaimana tidak! Dalam semalam dia bisa berpenghasilan mencapai 60 juta. Jelas dia akan sangat senang bukan?


Yulia terduduk kembali, tapi kali ini dia duduk di kasur. Perasaan senangnya mulai terganggu dan senyumnya mulai pudar saat mengingat kejadian ganjal yang menimpa dirinya. Benarkah hanya kebetulan saja, atau ada hal lain?


"Kenapa hari-hari ini pakaian d*lam ku selalu menghilang? Apakah ada orang yang menginginkannya atau karena ibu yang menghilangkannya?" gumamnya. Senyumnya benar-benar sudah terganti dengan rasa khawatir juga rasa penasaran.


Tidak mungkin juga kan hanya sekedar Ibunya yang menghilangkan tapi hampir setiap hari? Tapi kalau bukan, lalu siapa yang menginginkannya? Apakah memang ada orang yang sengaja mengambil karena memang ingin memiliki, atau?


Bukan masalah harganya, dia bisa membeli lagi setelah ada beberapa yang hilang, tapi kenapa hanya pakaian itu saja yang selalu hilang. Apakah ada orang yang iseng?


Segala pikiran negatif mulai bermunculan di benak Yulia, juga mulai ada rasa takut yang mulai hinggap. Bagaimana kalau memang ada orang yang ingin tapi karena juga memiliki niat jahat kepadanya?


"Astaga, kenapa gue jadi ngeri begini ya. Bagaimana kalau memang ada orang yang berniat tak baik padaku?" Yulia benar-benar takut. Dia terus kepikiran akan masalah itu.


"Ah tidak, mungkin ibu yang lupa menaruhnya di tempat lain." gumamnya lagi. Demi menghilangkan rasa khawatir membuat Yulia memupus dengan ucapannya barusan. Jika itu tidak dia lakukan dia akan terus khawatir dan berpikir yang tidak-tidak.


"Aku akan membeli yang baru saja besok," gumamnya. Memutuskan kembali berdiri dan membereskan sampah yang ada untuk membuangnya.


Dengan perasaan yang sudah tenang Yulia turun ke bawah, bergegas untuk membuang sampah yang ada di tangannya. Perlahan namun pasti hingga akhirnya dia sampai juga di bawah dan semakin bergegas untuk membuang sampahnya.


"Astaga!" pekik Yulia tertahan. Dia yang baru berjalan kembali mundur satu langkah karena dikejutkan dengan kedatangan seseorang. Seorang yang datang dari arah belokan dan tatapannya pas bersinambungan dengan tatapannya.


"Di-dia siapa?" Yulia tampak keheranan melihat orang itu yang ternyata seorang laki-laki. Terlihat begitu asing karena Yulia memang belum pernah melihatnya. Jelas dia bukan orang di daerah tempat Yulia tinggal.

__ADS_1


Ragu-ragu Yulia untuk melanjutkan langkah untuk membuang sampahnya, tapi tetap dia lakukan meski akhirnya dengan buru-buru karena dia merasa sedikit takut. Melihat pria yang tampak kurus kering dengan tatapannya yang mesum seolah menginginkan dirinya. Siapa yang tidak akan bergidik melihat tatapan yang sedemikian rupa.


'Aku harus bisa cepat membuang sampah ini dan kembali masuk. Jangan-jangan dia orang yang memiliki niat buruk,' batin Yulia yang merasakan tak enak.


Rasa lega saat Yulia sudah berhasil membuang sampah di tangannya, dia buru-buru untuk masuk, dia sudah siap siaga untuk lari namun pria itu malah menghentikannya.


"Tunggu!" teriaknya.


'Ada apa sih," Batin Yulia. Sudah siap kakinya melangkah setelah memunggungi arah pria itu yang tak lain adalah Dito, tapi dia malah berteriak menghentikan.


"I-iya, Mas." Yulia terpaksa membalikkan badannya ke arah Dito. Dengan begitu was-was dia melihat Dito yang berjalan semakin dekat dengannya. "A-ada apa ya, Mas?"


Yulia begitu takut, tapi dia berusaha memberanikan diri untuk bertanya pada pria itu.


"Maaf, saya tersesat," Dito mulai mengarang cerita, itu dia lakukan semata-mata supaya Yulia tidak cepat pergi dan tetap bertahan di sana.


"Ja-jalan?" Yulia semakin takut. Begitu kelu dia menjawab, bahkan sekarang Yulia sudah gemetar saat Dito sudah hampir sampai di hadapannya. 'Kenapa dia begitu menakutkan, dan kenapa ekspresinya seperti itu?' batin Yulia yang tak mampu berkata-kata.


Karena begitu ketakutan dan merasa ada yang tidak beres pada pria itu membuat Yulia bergegas untuk kabur, dia ingin segera masuk untuk menghindarinya. Tapi, siapa sangka kalau ternyata tangannya langsung di cekal oleh Dito.


"Kamu itu milikku!" ucapan Dito melengking keras dan mengejutkan Yulia yang bertambah takut.


Yulia benar-benar berhenti dengan paksa oleh Dito, di tarik juga dengan paksa hingga Yulia kembali menghadap ke arahnya.


"Lepas, lepaskan!" teriak Yulia. Dia berontak dan berusaha melepaskan tangannya tapi itu tak mudah. Kekuatannya kalah besar dengan Dito yang ternyata begitu kuat.


"Kamu itu milikku, kenapa kamu menari di depan para pria lain!" Dito sangat marah setiap mengingat yang Yulia lakukan. Di depan siaran, jelas saja Yulia akan menari, dia tidak tau di depan siapa saja saat dia melakukan itu.

__ADS_1


Baginya, itu adalah kesenangannya dan juga untuk menghibur sekaligus mendapatkan apresiasi dari para penggemarnya. Itulah caranya dia mendapatkan penghasilan. Tidak di sangka ternyata dia memiliki penggemar yang begitu antusias juga untuk memilikinya.


"Lepas, lepas," Yulia semakin keras berusaha. Terus berontak di tubuhnya yang sudah gemetar dan juga dia yang sudah siap menangis karena ketakutan.


"Jangan harap, kamu itu milikku! Milikku!" Dito begitu menegaskan. Dia tidak mau, tidak terima dengan penolakan dari Yulia saat ini.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Yulia yang begitu penasaran. Sebenarnya siapa pria yang ada di hadapannya sekarang ini, dia begitu asing.


Yulia merasa tak memiliki penggemar yang seperti itu, tapi entahlah.


"Haha! Kamu tidak mengenaliku? Hah!" mata Dito membulat, padahal awalnya dia tertawa terbahak-bahak ketika Yulia bertanya kepadanya tentang siapa dia yang sebenarnya.


"Kamu tidak mengenaliku?" Dito kembali bertanya tapi dalam pertanyaannya suaranya begitu menegaskan kepada Yulia yang semakin penasaran. Tentu Yulia juga sangat takut dengan ekspresi wajah dari Dito yang selalu berubah-ubah.


"Katakan, siapa kamu sebenarnya?" tanya Yulia tak sabar. Dia begitu penasaran dengan itu dia juga masih terus berontak untuk melepaskan tangannya dari Dito.


"Aku adalah, Taipan Real Estate Jakarta," jawab Dito dengan begitu jelas.


Betapa terkejutnya Yulia saat mendengar ucapan dari Dito yang mengatakan nama akun yang dia gunakan sebagai tanda pengenal di saat Yulia melakukan siaran langsung. Mata Yulia begitu terperangah, dia tak percaya. Bagaimana bisa? Orang yang Yulia pikir adalah orang kaya tapi ternyata? Semua itu berbanding dengan apa yang dia pikirkan.


"Tidak mungkin ini tidak mungkin," Yulia menggeleng kasar. Dia tak percaya kalau orang yang selama ini selalu memberi dia hadiah ternyata kini datang langsung di kehidupan nyatanya.


" Le-lepas," ucap Yulia yang semakin ketakutan.


~~``~~


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2