Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru

Sampah Sepertiku Mempunyai Body Goals Yang Baru
17. Kepribadian Ganda


__ADS_3



Semua begitu tertegun saat dengan gerakan cepat itu sudah mengarah ke tempat King dan juga anak buahnya, ada sedikit rasa takut di hati mereka tapi berusaha mereka tepis supaya tidak terlihat di hadapan semua orang, tidak mungkin kelompok Roket takut kepada seorang anak remaja yang dianggap masih anak kemarin sore.



Namun hal yang paling mengejutkan dari Edo adalah ketika tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi baik, padahal awalnya terlihat begitu menakutkan saat melihat ke arah Dimas dan teman-temannya.



Bukan hanya King saja yang merasa sangat aneh tapi semua yang ada di sana yang melihat bagaimana perubahan ekspresi wajah Edo dan juga tingkahnya.



"Apakah dia memiliki kepribadian ganda?" gumam King yang merasa sangat aneh.



"Maaf teman-teman dan semuanya, sudah menganggu kalian semua."



'Apa ini, bahkan dia juga minta maaf?" King semakin tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Edo saat ini. Bagaimana bisa dia meminta maaf setelah tahu rencana yang dibuat oleh Dimas untuk dirinya.



"Maaf sudah membuat tempat ini menjadi kotor," ucapnya lagi.



"Hem, bagaimana kalau kita bersulang?" Tanya Edo kepada mereka semua. Seolah mengajak mereka semua untuk kembali menikmati minuman yang sebelumnya mereka minum.



Sungguh! Perubahan sikap yang begitu kontras yang terjadi pada Edo membuat semua orang begitu bingung. Tidak terkecuali dengan Andri yang berdiri paling belakang di antara mereka semua.



'Sepertinya dia benar memiliki kepribadian ganda, kalau tidak tidak mungkin seperti ini?' batin King.



Edo berjalan memutar mengambil botol minuman k\*ras yang mereka nikmati tadi, sepertinya Edo memang berniat untuk bersulang pada mereka semua.



Langkah Edo tidak benar, Dia berjalan sempoyongan hingga sampai ke tempat yang semula dan berhasil mengambil botol tersebut, namun karena tidak seimbang saat memegangnya membuat botol itu terlepas dari tangan dan jatuh di lantai hingga pecah.



"Aduh, jatuh. Maaf, aku tidak memegangnya dengan benar," ucap Edo dengan suara yang tidak jelas. Bahkan pergerakan kakinya pun juga tidak seimbang membuat tubuhnya juga terus sempoyongan meliuk-liuk seperti ulat yang kepanasan. Edo menunduk dan mengambil bagian atas dari botol tersebut lalu membalik badan ke arah King dan juga semuanya.



King sudah mau marah karena menganggap Edo hanya mau bersulang kepada mereka namun ternyata tidak! Apa yang dipegang oleh Edo seketika membuat mereka mundur dan menjauh dari hadapan Edo.


__ADS_1


King dan juga anak buahnya semakin takut saat Edo mengarahkan pecahan yang penuh runcing dan jelas sangat tajam itu pada mereka. Dia pikir itu adalah gelas yang sudah terisi.



"K\_ kamu!" King begitu panik melihat yang di lakukan oleh Edo dalam keadaan mabuk.



"Jangan datang kemari, kita adalah anggota Geng Roket!" Teriak King dengan kedua tangannya terangkat untuk menghalangi tubuhnya sendiri dari Edo dan juga pecahan botol itu.



Bukan hanya King dan anak buahnya saja yang panik tapi juga Dimas dan teman-temannya. Keadaan kini telah berbalik dan mengancam mereka semua. Semua mundur, menjauh untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.



Edo juga terus bergerak searah dengan pergerakan mereka semua. Saat mereka ke kanan atau ke kiri Edo akan selalu mengejar mereka.



"Edo, buang itu, Edo!" teriak Dimas. Dia begitu panik. Membayangkan jika saja botol itu mengenai dirinya pasti dia bisa saja akan mati atau paling tidak akan masuk rumah sakit dalam keadaan terluka parah atau malah koma sekalian.



"Hehe, aku hanya mau mengajak kalian semua bersulang," ucap Edo. Terkekeh tak menyadari kalau yang dia pegang akan sangat berbahaya kalau sampai terkena orang lain.



Mendengar King yang memperkenalkan diri membuat Edo malah tersenyum bagai orang bodoh.




Suaranya begitu bungah, seolah dia begitu bahagia berkenalan dengan mereka semua.



Dengan tubuh yang terus sempoyongan dan juga dengan wajahnya yang polos seperti anak bodoh terus terkekeh. Sesekali Edo bergumam tidak jelas dan juga tertawa.



Efek dari minuman yang hanya sedikit saja Edo minum ternyata membawa efek yang sangat luar biasa. Edo seperti anak kecil yang begitu polos, kadang seperti orang gila yang kehilangan kewarasan.



Senyuman yang terasa begitu aneh, tapi begitu menakutkan bagi King dan juga anak buahnya. King mulai ketakutan, dia begitu bergidik ngeri.



Belum pernah mereka berhadapan dengan orang yang seperti Edo saat ini. Kadang begitu menakutkan tapi kadang juga begitu bersahabat. Benar-benar punya kepribadian dua, kepribadian ganda yang tak banyak orang lain punya.



"Bos, dia terlihat begitu menakutkan. Beneran kita akan melakukan sesuatu padanya?" bisik salah satu diantara anak buah King.



Dia begitu bergidik melihat Edo yang seperti itu. Senyumnya begitu dingin, tatapannya begitu tajam dan lebih mengerikan dari salah satu geng yang menjadi musuh mereka. Geng Snake.

__ADS_1



Tatapan dari Edo terlihat semakin mengerikan, seakan mau melahap mereka hidup-hidup saat ini juga. Bagaimana mungkin mereka akan tetap menjalankan perintah dari Dimas?



Iya kalau mereka yang menang, kalau tidak maka mereka yang akan berakhir dengan tubuh mereka yang remuk berkeping-keping.



"Dim, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Bagus. Tidak mungkin mereka hanya diam saja seperti itu kan? Bukankah mereka harus tetap menjalankan rencananya untuk memberikan pelajaran kepada Edo.



Dimas terdiam sesaat memikirkan langkah yang harus dilakukan untuk tetap menjalankan misi yang sudah dirancang sebelumnya. Tapi mereka harus melakukan dengan cara yang benar supaya tidak mencelakai salah satu diantara mereka.



"Kita harus tetap dalam rencana awal," Dimas tetap menginginkan rencana awal berjalan sesuai yang sudah dibicarakan sebelumnya. Tentu Dimas tidak mau sampai rugi karena sudah membayar pedaging dan anak buahnya setengah dari perjanjian yang sudah disepakati.



Dengan tetap waspada Dimas menoleh ke arah King dan juga anak buahnya, terlihat mereka mulai mundur beberapa langkah menjauh dari hadapan Edo. Apakah mereka takut?



"Kak, Aku tetap menginginkan rencana seperti awal. Kalian harus tetap memberikan pelajaran kepada dia." Titah Dimas.



Tetapi ucapan dari Dimas seperti diabaikan oleh King dan juga teman-temannya. Mereka tetap melangkah mundur semakin jauh dari Edo yang masih seperti awal, tersenyum dan menatap mereka dengan begitu menakutkan.



Tubuh King berdiri dengan tegak dihadapan para anak buahnya dengan berlagak sok berani di hadapan Edo. Matanya juga membulat seperti sebelumnya seolah tidak ada ketakutan yang keluar.



"Karena kamu sudah meminta maaf maka urusan kita sudah selesai. Urusan kita berakhir sampai di sini, dan anggap saja semua tidak pernah terjadi dan akan baik-baik saja."



Ucapan dari King tentu membuat Dimas dan teman-temannya terperangah, bagaimana mungkin King yang terkenal sangat menakutkan takut kepada Edo.



"Kak, ini ini!" Teriak Dimas saat melihat King dan juga anak buahnya pergi begitu saja dari sana.



Mereka terus saja melaju menjauh dari hadapan Dimas begitu saja tanpa menghiraukan Dimas yang telah membayarnya. Sepertinya mereka tidak peduli dengan bayaran tentu saja lebih mempedulikan nyawa mereka.



~~~~••~~~~



Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2