
Di ruangan itu adiknya terbaring di ranjang, berbeda dengan dirinya penampilan adiknya terlihat lebih berbeda seolah bagai bak seorang model.
Ia memosisikan dirinya duduk.
"Jangan dulu bergerak, kamu baru selesai di operasi."
"Aku sudah kuat koq."
Ia memiliki kulit putih, seputih salju, tubuhnya yang ramping terselimuti seprai serta rambut hitam terurai indah walau penampilannya begitu dia benar-benar adik kandungnya.
Ia terlihat seperti ibunya sementara Luis mirip ayahnya.
"Kakak!"
Mendengar perkataan itu, wajah Luis tampak senang.
"Bagaimana keadaanmu, apa ada yang sakit? di sini atau lenganmu?"
"Aku baik-baik saja."
"Syukurlah."
Luis menarik nafas lega saat dia memperhatikan adiknya yang tersenyum cerah setelah melewati masa kritisnya.
"Maaf sudah merepotkan kakak, bahkan kakak berhenti sekolah karenaku."
"Bodoh, kakakmu ini melakukannya karena keinginannya sendiri lagipula kakakmu ini bodoh, Di setiap ujian hanya dapat nilai telur ayam, syukur-syukur dapat 10 juga."
"Itu karena kakak tidak giat belajar."
Si adik tertawa kecil.
"Lalu bagaimana keadaan kakak, kakak sudah makan?"
__ADS_1
"Sudah, tadi kakakmu ini makan ayam goreng bahkan hamburger, jadi cepatlah sembuh. Jika sembuh kakakmu ini juga akan membelikannya untukmu."
"Yang bener kak."
"Tentu saja."
Luis berkata dengan bangga.
Namun semua perkataan itu tidaklah benar seutuhnya, demi biaya operasi adiknya, Luis mulai berhemat, ia hanya makan sekali dalam sehari jika pun ia sangat lapar ia akan mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah, cukup untuk mengganjal isi perutnya. Baginya kesembuhan adiknya jauh lebih berharga darinya.
Tapi sekarang dia sangat senang bahkan penderitaan itu tidak lebih mengganggunya sekarang. Melihat adiknya sekarang sembuh lebih dari cukup dari apapun sebagai balasan.
Luis mengelus kepala adiknya dan berkata.
"Dengar ini Claudia, kakak sudah menemukan teman loh, mereka sangat keren. Nanti kakak kenalkan denganmu deh."
"Benarkah, itu bagus.....karena kepribadian kakak begitu, aku khawatir kakak tidak punya teman sampai sekarang, tapi syukurlah."
"Apa maksudmu dengan begitu? Penampilan serta kepribadianku sangat mengagumkan, akan aku buat seluruh orang mengenakan rambut afro dan pakaian cutbray."
Claudia tertawa kecil.
Setiap kakaknya berkunjung ke rumah sakit, Claudia selalu menanyakan apa kakaknya sudah punya teman atau belum. Itu hanya karena dia selalu khawatir kakaknya akan kesepian tanpa dirinya.
Claudia selalu berfikir saat ia meninggal, kakaknya akan sendirian namun setelah mendengar kakaknya sudah punya teman, air mata jatuh dari pipinya.
"Kenapa kau menangis?"
"Aku senang, aku senang hiks hiks hiks..."
"Dasar cengeng, kau sudah berumur 15 tahun loh.. masa masih nangis sih."
"Biarin."
__ADS_1
Melihat Luis sedikit terdiam adiknya bertanya.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Sebenarnya..."
Luis menceritakan awal pertemuannya dengan kelompok Riki dan pilihan apa yang diputuskannya untuk bergabung sebagai pemburu siluman.
Adiknya menatapnya kagum.
"Kakak akan jadi pahlawan, aku juga ingin bergabung?"
"Kamu tidak boleh bergabung... kamu tidak boleh mempertaruhkan nyawamu, bukannya kamu ingin bersekolah dan melakukan banyak hal seperti orang lain."
"Meski begitu aku juga ingin membantu kakak."
"Tetap saja tidak boleh."
Luis berdiri selagi memprotes apa yang diinginkan adiknya tersebut, meski begitu Claudia jelas tidak ingin menyerah dan akan mencoba meyakinkannya nanti untuk sekarang ia berfikir akan membiarkannya begitu saja.
Claudia tersenyum lalu mengangkat tangannya sejajar dengan dadanya. Di saat bersamaan sebuah butiran es mulai menyusun dirinya sendiri sampai membentuk sebuah tangkai mawar di telapak tangannya.
"Bisa tolong berikan pada semuanya, ini ucapan terima kasihku pada teman-teman kakak."
"Aku mengerti, aku bisa meminta kamu untuk bergabung dengan mereka."
"Apa maksud kakak, ini ucapan terima kasihku."
"Kamu ingin menunjukan kekuatanmu agar mereka mau menerimamu."
Claudia mengembungkan pipinya, sekaligus senang terhadap kepekaan kakaknya.
"Ketahuan."
__ADS_1
"Itu terlihat jelas."
Luis pikir dia hanya harus lebih kuat untuk menjaganya.