Sang Pemburu Siluman

Sang Pemburu Siluman
Chapter 42 : Terbentuknya Kelompok


__ADS_3

Ruangan latihan kini telah kembali digunakan untuk melatih Luis dan juga Pricil, Roxy yang bertugas mengajari keduanya tak kenal ampun untuk menjatuhkan mereka kedua.


Luis dibanting ke bawah sedangkan Pricil menyerang Roxy, dengan pukulan maupun tendangan yang diikuti dengan gerakan menghindar.


Dia memiliki kekuatan kuat hanya saja jika tidak mengenai target semuanya hanya percuma saja, dengan satu langkah Pricil tersandung kemudian jatuh juga mengikuti keberadaan Luis.


Ini sudah sebulan semenjak mereka berlatih dan hasilnya mereka masih belum berkembang terlalu jauh, waktu mereka hanya tersisa 2 bulan lagi jadi mereka bisa sedikit tenang atau mungkin sebaliknya.


Tak lama kemudian Claudia yang merupakan adik Luis masuk ke dalam ruangan. Dia mengenakan celana pendek serta t-shirt sederhana.


Dia juga berada dalam pelatihan, saat Luis meminta Albert untuk memasukannya ke dalam organisasi tanpa terduga ia langsung segera diterima, meski begitu Luis tetap saja khawatir bagaimanapun dia baru sembuh tapi dia malah mengambil tempat di sini juga.


"Kamu terlambat Claudia."


"Aku kesiangan."


"Push up 200 kali, dan nanti lawan aku setelah mereka berdua."


"Dimengerti."


Luis pikir kapan latihan ini berakhir, satu bulan berikutnya telah terlewati dan di bulan selanjutnya Roxy tampak kelelahan saat berhadapan dengan tiga orang sekaligus.


"Sepertinya kalian sudah berkembang, jika demikian tidak ada lagi yang harus aku ajari untuk kalian."


"Terima kasih banyak atas bimbingannya."


"Kalau begitu selamat tinggal."


Mereka melepas Roxy begitu saja sampai sebuah suara terdengar dari pengeras di ruangan itu, tidak sulit untuk menebaknya bahwa itu berasal dari Nina di ruangan pusat.


"Kalian sudah lulus pelatihan, sayangnya kita tidak memiliki waktu untuk merayakannya sekarang, bisa datang kemari."

__ADS_1


Semua orang mengangguk ke arah kamera lalu bergegas pergi.


Nina memutar kursinya untuk menatap wajah semua orang di organisasi ini.


"Ada urusan mendesak yang harus dilakukan. Kordinatnya sudah aku kirim ke GPS kalian."


Mereka semua melihat ponsel dan menemukan titik yang dimaksud. Sebenarnya tidak masalah untuk satu orang yang menerima informasi tersebut namun Nina memilih mengirimkannya ke semua orang.


Albert memotong.


"Seperti biasanya aku serahkan semuanya pada kalian dan juga mulai sekarang aku memutuskan untuk menjadikan Riki sebagai pemimpin. kalian"


"Aku?" kata Riki ragu.


"Beta sih nggak keberatan."


Riki tidak sekuat Mai ataupun sepintar Nina jadi ia sedikit merasa terkejut, meski begitu tidak ada yang keberatan soal itu lagipula ia lebih bekerja keras dari siapapun di sini.


"Karena Riki lebih baik dari kami semua jadi aku menerimanya," yang menjawab itu adalah Mai.


Bahkan Mai juga mengakuinya.


Nina melanjutkan.


"Aku juga setuju, kami hanya memiliki kemampuan di dalam satu bidang tapi Riki mencoba untuk menjadi lebih baik adalah pengetahuan dan kekuatan, bagiku itu sudah cukup menjadi seorang pemimpin, akan lebih baik jika Riki menerimanya tanpa berkata apapun lagi."


"Sampai segitunya."


Semua orang mengangguk sepakat, jika semuanya tidak keberatan maka Riki memilih untuk tidak menolaknya.


"Tapi ngomong ngomong bagaimana kita pergi?" tanya Luis disusul Pricil.

__ADS_1


"Apa Mai bisa mengantar kami?"


"Aku tidak mungkin menggunakan teleportasi terus-menerus apalagi saat aku juga harus bertarung."


Albert tertawa kecil seolah sudah mempersiapkan sesuatu.


"Kalau soal itu aku sudah menyediakan kendaraan yang bisa kalian gunakan bersama.


Di saat seperti ini Albert yang bisa diandalkan.


"Itu kunci mobil super mewah. Aku memberikannya pada kalian. Tenang saja, aku bisa membeli yang baru sih."


Semua orang tersenyum.


"Kami pergi."


"Berhati-hatilah"


Riki, Pricil, Mai, Luis dan juga Claudia pun meninggalkan ruangan itu.


Kelima orang itu terkejut saat mendapati mobil mereka tidak sesuai yang dibayangkan, demi mengkonfirmasikan hal tersebut Riki menekan erphone telekomunikasinya yang mana dijawab Nina.


"Terkejut yah," ucap Nina dengan nada nakal.


"Bukan terkejut lagi, kalian berdua sudah mempersiapkan mobil ini untuk kami tapi.."


"Jangan dilihat dari tampilannya mesinnya sangat hebat loh."


Jelas sekali bahwa Nina yang melakukannya


Bagaimanapun melihatnya itu hanyalah sebuah mobil es krim, ketika memeriksa di dalamnya ada kursi untuk semua orang.

__ADS_1


__ADS_2