
"Istrimu kehilangan ingatannya!" nenek berhenti sebentar memberi jeda pada kalimatnya.
"Dan karena hal itulah ia tak mengenali-mu sebagai suaminya!" imbuhnya kemudian.
"Jadi, ni?"
"Ya, karena hilangnya ingatan itulah yang membuat istrimu pada akhirnya tak bisa mengenalimu seperti sebelumnya. Jadi, ia bersikap aneh seperti yang kau rasakan beberapa hari ini karena alasan itu. Kau mengerti yang aku maksud, Kerta?" tanya nenek meminta kepastian.
Kerta mengangguk!
"Saat ini yang ada di dalam pikiran Sani adalah benar-benar merasa asing berada di tempat ini. Ia tak mengenalimu dan berpikir bahwa kau hanyalah orang asing yang tiba-tiba ia temui tanpa sengaja! Benar begitu kan, Sani?" imbuh Nenek sambil mengarahkan pandangannya pada Sani. Perempuan tua itu seolah tengah meminta persetujuan atas penjelasannya pada Kerta.
Lalu Sani mengangguk mengiyakan!
Suasana mulai terasa tegang setelah Kerta mengetahui kondisi Sani yang kehilangan ingatannya. Di dalam hatinya, Kerta membenarkan sikap Sani yang berubah drastis selama beberapa hari ini. Entah mengapa Sani selalu nampak menghindarinya dan bersikap dingin akhir-akhur ini? Ternyata, inikah alasannya?
"Jika memang benar demikian, lalu apa yang harus saya lakukan untuk mengembalikan ingatan istri saya ni?" tanya Kerta lesu.
"Saya tidak suka melihatnya melupakan saya seperti sekarang ini. " Imbuhnya dengan ekspresi memelas.
Deg... Deg... Deg.... Jantung Sani seketika berdegup cepat mendengar pengakuan Kerta. Sani merasakan sesuatu yang sangat baru di dalam hatinya. Mengetahui Kerta tak ingin dilupakan olehnya, entah mengapa ia merasa sangat senang karena hal itu.
"Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk mengembalikan ingatan istrimu. Namun dalam usaha-mu itu, kau harus melakukannya dengan sabar dan pantang menyerah jika ingin berhasil!" jelas nenek memberi harapan.
"Apapun itu akan saya lakukan ni. Asal istri saya bisa mendapatkan ingatannya kembali, dan juga.... " Lagi-lagi Kerta menggantung kalimatny begitu saja. Dan tenty saja hal itu berhasil membuat Sani di buat penasaran olehnya.
"Dan apa?" cecar Sani diliputi rasa penasaran yang tinggi.
Akhirnya Sani membuka suara untuk menanyakan pernyataan Kerta yang belum terselesaikan. Sani merasa tak sabar saat dibuat penasaran dengan kalimat yang terpotong itu.
Kerta nampak ragu-ragu untuk melanjutkan kalimatnya sesuai permintaan Sani. Antara rasa malu dan ragu, Kerta hanya membiarkan akhir kalimatnya tertahan begitu saja di tenggorokan.
"Dan apa mas? Kenapa mas membuatku merasa penasaran?" kejar Sani kian tak sabar.
"Dan.... Kembali mencintaiku... !" Mata Kerta menatap Sani penuh arti saat menyelesaikan kalimatnya.
Blluush... Pipi Sani langsung memerah begitu mendengar ksalimat pamungkasnya! Lalu pandangan mereka mulai bertemu dalam se-perkian detik. Dilihatnya Kerta yang nampak lesu setelah mengatakan hal itu. Matanya seakan menyiratkan harapan yang besar pada Sani tentang perasaan itu.
__ADS_1
Menyadari bahwa seseorang yang tak ia ingat begitu perhatian dan mencintainya sedalam itu. Membuat Sani merasakan sesuatu yang berdebar dalam hatinya.
"Baiklah, aku mengerti! Jadi Kerta, jika kau ingin segera mengembalikan ingatan istrimu, pertama-tama kau harus meluangkan waktumu lebih banyak untuk menemaninya!" ucap nenek mencairkan suasana yang mulai terasa canggung.
Kerta manggut-manggut nampak mulai menyimak ucapan nenek dengan seksama.
"Lalu setelah itu, mulailah untuk menghabiskan banyak waktu berdua dengannya."
"Berdua?" gumam Sani pelan. Seketika pipinya terasa panas saat mendengar saran nenek untuk menghabiskan waktu 'berdua'.
Menurutnya, itu sangat....
"Baik ni, akan saya lakukan sesuai saran nini." Sahut Kerta mantap.
Blluuussh, lagi-lagi Sani merasa panas di kedua pipinya.
"Kau juga sering seringlah mengajaknya ke beberapa tempat yang menyimpan kenangan di antara kalian. Karena hal itu mungkin saja bisa memancining kembali ingatannya"
"Baik!"
Kerta mengangguk mantap begitu penjelasan nenek yang panjang lebar itu telah ia pahami. Ia mencerna setiap ucapan nenek dan menyimpan semuanya dalam ingatannya.
"Bagaimana menurutmu? Apa kau bisa melakukannya?"
"Ya, saya pasti bisa!" sahut Kerta sambil mengangguk yakin.
"Baguslah kalau begitu!"
"Saya pasti akan melakukannya ni! Apapun itu, asal istri saya bisa mendapatkan kembali ingatannya! "
"Bagus! Aku percaya padamu Kerta! Dan untuk kau Sani, sebaiknya kau mulailah membuka hatimu untuk menerima keberadaan suamimu. Mungkin menurutmu hal itu bertentangan dengan sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan, tapi demikianlah kenyataannya. Kau mengerti?"
Sani langsung mengangguk, dan menyetujui saran yang nenek berikan padanya.
"Aku tak tahu kapan bisa bertemu dengan kalian lagi. Dan sampai saat itu tiba, aku harap kalian sudah menyelesaikan masalah ini dengan lancar tanpa ada masalah!" imbuh nenek menutup penjelasan panjangnya.
__ADS_1
Suasana menjadi hening! Baik Kerta maupun Sani, mereka sama-sama diam dan terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.
"Baiklah! Nampaknya aku sudah terlalu lama berada disini. Aku harus pergi sekarang juga." pungkas Nenek menyudahi percakapannya. ia mulai bersiap-siap untuk pergi begitu bangun dari tempatnya duduk semula.
"Saya sangat berterimakasih nini sudah mampir hari ini. Berkat bantuan nini, saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk istri saya. Sekali lagi terimakasih banyak!" Ucap Kerta dengan mata berbinar.
Nenek hanya menanggapi ucapan Kerta dengan anggukan kepala, tanpa membalasnya dengan sepatah kata-pun! Tampak sekali, nenek adalah sosok yang sangat tegas dan tak suka berbasa-basi.
"Mari, saya antar nini ke depan."
"Kau keluar-lah dulu, aku harus berbicara sebentar pada istrimu."
"Baik, saya akan tunggu di luar. " Sahut Kerta sambil beranjak keluar dan menghilang di balik pintu.
"Ingat pesanku, gunakan kesempatan yang kau miliki saat ini dengan baik. Jika kau bisa melakukan apa yang kusarankan, aku sangat yakin kau pasti akan berterimakasih padaku nanti!" ucap nenek mewanti-wanti.
Sekarang Sani hanya bisa percaya pada nenek dan menyahuti kalimat nenek dengan menganggukkan kepalanya dengan mantap!
"Sekarang pejamkan matamu, aku akan membantumu dengan sedikit memberi penglihatan pada ingatan yang membawamu ingin kembali ke tempat ini! " perintah nenek sambil meletakkan tangan-nya di atas kepala Sani.
Setelah itu, nenek mulai berkomat-kamit seperti sedang merapal mantra yang tak Sani mengerti artinya. Sani langsung memejamkan matanya begitu terasa ada sesuatu yang berjalan berputar-putar di dalam kepalanya. Semakin lama, putarannya terasa semakin cepat, semakin cepat, bertambah cepat, hingga membuat kepalanya terasa sangat pusing.
Setelah putarannya berjalan lebih pelan, kemudian mulai tercipta siluet-iluet yang saling berkelibat menciptakan adegan demi adegan yang membentuk rentetan sebuah kejadian yang masih samar. Bisa ia lihat para pemain dalam adegan itu saling beradu akting dan membuatnya seakan sedang melihat film lawas yang gambarnya hanya berwarna hitam-putih.
Tidak.... Bukan melihat! Justru dirinya adalah artis yang sedang memainkan adegan dalam film itu! Dirinya berada di sana. Beradu akting dengan para pemain dalam film itu.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sugeng rawuh, readers sekalian.
Author benar-benar mengharapkan dukungan dari kalian nih!
karena dukungan kalian akan memberi semangat untuk melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
MATUR NUWUN. 👍