Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Cemburu


__ADS_3

Arya kembali teringat saat dia memberikan foto kakaknya Bian kepada Arka. Memang saat Bian tiada, usia Arka masih bayi, jadi yang jelas dia ingat adalah Arya yang menemaninya sampai di usianya sekarang.


"Ini papanya Arka, namanya papa Bian,," ucap Arya


Arka terlihat bingung, karena selama ini Rena tidak pernah menceritakan apapun padanya. Bahkan foto Bian di rumah itu juga sudah di simpan di dalam gudang.


"Papa Alya butan papa Alca?" tanya Arka dengan wajah berubah sendu


"Papa Bian adalah kakak Papa Arya. Papa Bian sudah tiada saat Arka masih bayi, jadi papa Arya yang menggantikan papa Bian untuk Arka" jawab Arya


Sebenarnya Arya juga merasa berat mengatakan itu, tapi Arka berhak tau siapa orang tua kandungnya.


Arka terlihat sedih, bocah itu sampa menangis saat menatap foto Papa Bian.


"Arka,, Arka tidak boleh sedih, karena papa Arya akan selalu ada untuk Arka. Meski pun Arka bukan anak kandung papa, tapi papa akan terus sayang sama Arka. Arka akan tetap jadi anak papa sampai kapanpun! Disini akan ada papa untuk Arka!" ucap Arya sambil mengusap air mata Arka


Arka mengangguk, lalu berhambur memeluk Arya dengan sanga erat. Hari itu, Arya sudah mendapatkan hak asuh atas Arka.


Tak terasa air mata Arya ikut jatuh juga.


"Papa sangat menyayangi mu, Arka" ucap Arya lalu mengecup kening Arka yang sedang tertidur.


.........


Sore sudah menyapa, Pekerjaan Azzura bersama Om nya sudah selesai. Gadis itu izin pulang lebih dulu, sementara Om masih di rumah sakit menunggu Istrinya selesai praktek. Sudah di tawari untuk di antar pulang, tapi Azzura menolak, karena dia tidak ingin merepotkan Om nya. Tidak masalah Azzura pulang naik taksi sendiri, baginya sudah biasa. Kemudian Azzura berjalan ke depan dan berhenti di dekat halte bus.


"Bukankah itu Azzura?"


Axel yang baru saja keluar dari salah satu restauran di dekat rumah sakit melihat Azzura berdiri di dekat halte. Axel tidak menyangka jika akan bertemu dengan Azzura saat itu.


Tinn!!


Axel menghentikan mobilnya tepat di depan Azzura berdiri. Lalu pria itu membuka pintu mobil dan menghampiri Azzura


"Ra,, mau pulang ya?" tanya Axel


"Kak Axel? Kok ada disini?" tanya Azzura malah balik tanya


"Iya habis ketemu klien, dan lihat kamu berdiri disini sendiri. Aku antar pulang yah,," ucap Axel lalu membuka pintu mobilnya untuk Azzura

__ADS_1


" Aku naik taksi saja kak, gak enak ngerepotin " jawab Azzura


"Aku tidak merasa direpotkan, ayo silahkan naik,,, itu ada bus mau berhenti" ucap Axel menunjuk ke depan memang ada sebuah bus yang akan berhenti di halte rumah sakit.


Tidak ada pilihan, Azzura lalu masuk kedalam mobil Axel. Setelah itu Axel juga masuk dan langsung menjalankan mobilnya.


"Ada kerjaan disini?" tanya Axel


"Iya" jawab Azzura


" Emm gitu,, mau di anter kemana Ra?" tanya Axel lagi


"Ke rumah Opa yang lama aja kak, Aku mau istirahat" jawab Azzura


"Oke,," jawab Axel.


Axel sedikit bingung ingin membahas topik apa dengan Azzura, gadis itu sudah berubah drastis, jika dulu dia yang selalu memulai pembicaraan, kini dia yang harus berfikir keras.


"Oh iya Ra,, apa kamu masih bekerja di rumah papanya Arka?" tanya Axel pura pura tidak tau jika Azzura sudah tidak bekerja lagi disana


"Enggak kak, kondisi Arya juga sudah membaik, jadi tinggal check up saja ke rumah sakit. Dia juga sudah membuat janji check up bersama Om Rizal" jawab Azzura


"Jadi Om Rizal yang akan menangani Papanya Arka?" tanya Axel


"Iya" jawab Azzura


"Emm,, Aku belum tau jadwal minggu depan kak,, " jawab Azzura


"Usahakan datang yahh" pinta Axel, maksudnya, Axel ingin pergi ke ulang tahun Vania bersama Azzura nanti. Jadi mantan istrinya akan melihat, Axel bisa mendapatkan wanita yang lebih cocok menjadi sosok ibu untuk Vannia


"Akan diusahakan, tapi aku tidak berjanji untuk datang" jawab Azzura


Sampailah mereka di depan rumah Eyang putri Wina. Ada hal yang mengganjal di hati Azzura, gadis itu ingin bertanya, tapi dia terlihat ragu ragu.


Keduanya masih saling diam canggung, lalu Azzura melepas seatbelt dan melihat ke arah Axel


"Kak,, aku ingin bertanya sesuatu padamu,, apa boleh?" tanya Azzura


"Tentu" jawab Axel dengan cepat

__ADS_1


"Em,, begini,, ada hal yang mengganjal di pikiran ku belakangan ini soal perubahan sikap kak Axel ke aku. Kenapa berbeda saat kita bersama dulu?" tanya Azzura


Axel terdiam, dia berusaha menyusun kata yang tepat untuk di utarakan pada Azzura. Bukannya langsung menjawab, Tangan Axel terulur menyentuh tangan Azzura dan di genggamnya.


"Aku minta maaf atas perlakuanku terdahulu padamu. Tidak seharusnya aku mengabaikan perasaanmu padaku dulu. Mata hatiku seperti tertutup, sampai aku tidak bisa melihat ketulusan perasaanmu Ra. Aku datang, ingin mengobati luka yang dulu pernah aku torehkan pada hatimu, aku ingin kita bisa sama sama lagi. Aku janji, akan memperlakukanmu dengan baik, bahkan aku akan memberikan seluruh jiwa dan ragaku untuk mu" ucap Axel dengan penuh kesungguhan.


Azzura bergeming, rasanya hambar, mungkin jika dulu Axel mengatakan itu, dia akan begitu senang. Bahkan sangat sangat senang, tapi sekarang saat mendengar Axel mengatakan itu, hatinya tidak lagi bergetar. Apa mungkin karena sudah terlalu dalam rasa kecewanya?


"Ra, kamu mau kan kita seperti dulu???" Ucap Axel dengan tangannya menyentuh wajah Azzura. Gadis itu sama sekali tidak memberikan respon apa apa,,


Axel mendekatkan wajahnya, mengusap pipi Azzura dengan pelan. Sungguh dia sangat tergoda ingin menyesap bibir manis Azzura saat itu. Di waktu yang bersamaan, Mobil yang di kendarai Arya mendadak berhenti tak jauh dari rumah Eyang putri Wina, rencana Arya ingin menemui Azzura dan mengajaknya untuk berbelanja bahan makanannya yang sudah habis.


Deg!


Jantung Arya terasa di remas remas saat dia bisa melihat jelas Apa yang di lakukan Axel terhadap Azzura saat itu di dalam mobil.


"Mereka berciuman!" Arya mencengkram kuat stir mobilnya dengan hati yang terbakar Api cemburu. Tidak tahan, Arya memilih memundurkan mobilnya dan pergi dengan hati yang panas.


"Aarrgghhh! Ternyata Azzura masih mencintai Axel!" Teriak Arya.


"Tidak kak,, aku tidak ingin kecewa lagi,," ucap Azzura menoleh ke samping hingga Axel haya bisa mencium angin.


"Aku minta maaf, tapi aku sungguh sungguh Ra, dan aku akan buktikan padamu jika aku serius sama kamu" ucap Axel saat sudah menjauh dari wajah Azzura, ada sedikit rasa kecewa saat Azzura menolaknya


"Aku turun dulu, aku lelah ingin istirahat. Terima kasih sudah mengantarku" ucap Azzura lalu membuka pintu lalu melangkah keluar.


"Raaa,, aku akan buktikan padamu atas kesungguhanku!" ucap Axel


Azzura mendengar itu, tapi dia tetap melangkah pergi sampai masuk kedalam rumah.


.


.


.


.


Happy weekend gaesssssss😍

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak kalian yahhhh, sama hadiahnya sekalian, hehehehe 🤭



__ADS_2