
Melewati hari hari dengan bekerja keras demi masa depan percintaannya dan juga perusahaannya, Akhirnya Arya telah menyelesaikan design untuk mengikuti perebutan tender yang di adakan Rumah Sakit Tri Medika pusat.
Setelah design selesai, berlanjut pada perhitungan dana yang di butuhkan untuk membangun gedung itu sampai tahap finishing.
Waktu pendaftaran juga sudah mepet, pihak rumah sakit memang tidak memberikan waktu yang lama untuk proses pendaftarannya. Setelah perhitungan selesai, barulah Arya mendaftarkan perusahaannya.
"Kak, email yang sudah masuk ada 20 perusahaan" ucap Rizal kepada Angga, saat ini mereka berada di ruangan kerja Angga.
"Wih banyak banget Om?" sahut Rangga
"Memang begitu, itu baru 2 hari kita beri waktu, jika lebih dari itu, bisa sampai ratusan. Dari tawaran mereka yang masuk, kita harus menyeleksinya. Pilih yang benar benar masuk kriteria kita. Tanya kan juga pada Azzura, Design mana yang dia sukai" jawab papa Angga.
"Baik kak" jawab Om Rizal
Kemudian Rizal menyambungkan laptopnya dengan layar proyektor. Di ruangan itu ada papa Angga, Rizal, dan Rangga, lalu ketiganya melihat kiriman email yang masuk dari perusahaan lain.
"Ini terlalu mahal jika dilihat dari design yang mereka tawarkan!" cetus Rangga
"Iya, kamu benar, bahan nya juga bukan yang kelas 1, itu tidak sebanding" ucap Om Rizal
"Lihat perusahaan lainnya" ucap Papa Angga
Mereka kembali melihat penawaran dari perusahaan lain.
"Bukannya itu perusahaan Axel?" ucap Rangga
"Iya kamu benar, punya nyali juga dia!" sahut papa Angga
"Menurutku, tawaran dari nya cukup menarik kak. Designnya juga cukup bagus. Aku yakin dia memakai jasa Arsitek handal" ucap Rizal
"Pilih beberapa perusahaan yang lain lagi" jawab papa Angga, merasa tidak ingin menentukan begitu saja, pasti masih ada perusahaan yang memiliki penawaran menarik lainnya.
Sudah terpilih 4 perusahaan yang memberikan tawaran menarik menurut Rangga, Rizal dan Angga,
"Ini perusahaan gila sepertinya!" ucap Rangga saat melihat penawaran dari salah satu perusahaan terakhir,
"Apa maksudmu?" tanya papa Angga yang saat itu sedang berbicara dengan Rizal
"Lihat Pa, Om, perusahaan ini memberikan penawaran yang sangat murah di bandingkan dengan perusahaan perusahaan lain! Lihat Designnya bangunannya juga sangat bagus! Apa mungkin bangunan sebagus ini nanti bisa berdiri dengan dana segitu? Apa perusahaan itu tidak mau untung?! Gila kan?!" ucap Rangga
Rizal dan Angga teralihkan untuk melihat perusahaan itu juga.
"Designnya bagus kak,, seperti memiliki makna tersendiri" ucap Rizal
__ADS_1
Angga mematung, nama perusahaan itu seperti tidak asing di ingatannya.
"Perusahaan Konstruksi Adhi Karya,, namanya seperti tidak asing,,," Papa Angga membatin
"Bagaimana menurut papa? Apa, papa setuju perusahaan ini lolos seleksi juga? Designnya ini cukup bagus?" tanya Rangga
"Itu perusahaan keluarga Arya" ucap Papa Angga saat baru teringat
"Hah?! Ternyata dia seorang Kontraktor?!" tanya Rangga
"Keluarganya iya, papa pernah menjalin kerjasama dengan mereka saat membangun sekolah dulu. Tapi papa melihat berita di kalangan pengusaha belakangan ini, perusahaan itu termasuk perusahaan banyak bermasalah dengan perusahaan lain..." ucap papa Angga, Karena memang perusahaan keluarga Arya mendapat reputasi buruk setelah Rena menjadi pemimpin perusahaan itu
"Tapi kak, kita kasih saja kesempatan pada mereka. Kita lihat kenapa mereka berani memberikan penawaran seperti ini,,," sahut Rizal
"Ck! Apalagi alasannya Om?! Pasti ada maksud lain selain ini! Pasti ada kaitannya dengan Ulla!" cetus Rangga
Angga menarik sudut bibirnya ke atas, merasa ada yang menggelitik hatinya
"Loloskan saja dia, biar perusahaannya berhadapan dengan perusahaan Axel. Kita lihat sejauh mana mereka berdua akan berjuang!" pungkas papa Angga.
....
Waktu terus bergulir, hingga malam sudah tiba menyapa. Arya yang baru saja tiba di Apotek setelah tadi menghubungi Azzura dan ternyata gadis itu masih berada di Apotek. Jadi Arya berniat untuk menjemput Azzura dan mengantarkan nya pulang. Sampai di Apotek, Arya langsung turun dan berjalan menuju ke dalam Apotek.
Tidak langsung nyelonong masuk ke ruang kerja Azzura, Arya memilih untuk duduk di kursi tunggu. Lalu pria itu mengirimkan pesan pada Azzura.
"Kan sudah ku bilang Ar,, aku bawa mobil sendiri,, tidak perlu di jemput,," ucap Azzura saat menghampiri Arya
"Ini sudah malam La,, tidak baik menyetir sendiri, apalagi kamu terlihat lelah begitu,, bahaya loh,," sahutnya.
Azzura menghela nafas berat, dia lagi malas berdebat, lalu Azzura menurut saja saat tangannya di genggam dan di ajak keluar dari Apotek. Bahkan dia mengabaikan para pegawainya yang terlihat berbisik bisik sambil tersenyum.
"Silahkan masuk,," ucap Arya saat membuka pintu mobilnya
Azzura tidak membantah, gadis itu masuk kedalam mobil Arya, sementara mobilnya di tinggal saja di parkiran Apotek. Setelah itu Arya berlari mengitari mobilnya dan segera masuk kedalam mobilnya.
"Kita jalan sekarang yah,, mau makan dulu atau langsung pulang?" tanya Arya
"Pulang saja, aku sudah makan,, dan mengantuk" jawab Azzura
"Oke,," jawab Arya,
"Kamu sudah makan kan?" tanya Azzura
__ADS_1
"Sudah tadi sore, kalau kamu mau di temenin makan, kita cari makan dulu" ucap Arya
"Tidak,," jawab Azzura
"Oke"
Suasana malam itu cukup sepi, jalanan juga sangat longgar, mungkin karena sudah di atas jam 10 malam, jadi situasinya seperti itu. Didalam mobil juga terasa sepi, Arya bicara tidak ada yang menyahut seperti tadi, saat menoleh ternyata Azzura sudah tidur.
Arya hanya tersenyum saat sekilas menatap wajah cantik gadis itu.
"Kayak gitu mau nyetir sendiri,,," gumamnya.
Arya kembali fokus pada tugasnya, sampai mereka tiba didepan rumah Opanya Azzura yang lama. Azzura tidak langsung bangun, bahkan gadis itu terlihat nyenyak sekali saat tidur.
"Kamu tidur aja cantik La, apalagi saat bangun? Cantik banget!" gumam Arya saat menatap gadis itu.
Arya semakin mendekat dan menatap wajah lelap Azzura dari dekat. Bibir sensual yang terbuka sedikit itu seperti melambai lambai, tapi kesadaran Arya langsung kembali, saat teringat ucapan Azzura!
"Azzura,, bangun,," ucap Arya pelan sambil mengusap pipi gadis itu dengan lembut
Mendapat sentuhan, Azzura langsung terbangun,, tidak langsung bicara, Azzura masih mengumpulkan nyawa sampai benar benar sadar
"Sudah sampai ya? Maaf aku ketiduran" ucap Azzura saat melihat dia sudah berada di depan rumah
"Iya sudah sampai,, cepet masuk gih, bersih bersih baru lanjut tidur lagi" ucap Arya.
"Iya, terima kasih sudah mengantarku," ucap Azzura
"Sama sama,, gak di kiss dulu sebelum turun?" kekeh Arya
"Kiss kiss! Tidak ada kiss sebelum halal!" jawabnya lalu membuka pintu mobil
"Jadi kalau kita sudah menikah, baru di kasih kiss ya?" tanya Arya
"Iyaa" Jawab Azzura tanpa sadar
"Oke, aku tagih janjimu!"
.
.
.
__ADS_1
.
Wahhh neng Ulla, main iya iya aja! 😑