Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Istimewa


__ADS_3

Azzura berusaha mencerna setiap kata yang terlontar dari bibir Arya. Otaknya sejak tadi di ajak berfikir keras mengartikan semuanya,,


"Tunggu! Apa dia mengira aku berciuman dengan kak Axel?!" Azzura membatin


Hembusan nafas Arya semakin terasa hangat menampar wajah Azzura. Rasanya berbeda seperti kemarin saat bersama Axel. Jika kemarin Azzura merasa hambar, tapi saat ini apa? Jantungnya tidak bisa di kombinasikan sama sekali, Sampai Azzura ingin menahan nafas saat bibir pria itu semakin dekat didepan bibirnya.


"Aku bukan wanita murahan yang bisa dicium oleh sembarang pria!" ucap Azzura dengan nada tegas bercampur gemetar.


Sekuat mungkin Azzura menahan gemuruh didalam dadanya yang sangat sulit di kendalikan, tapi baginya suatu prinsip harus di pegang dengan kuat. Dia ingin memberikan segalanya hanya untuk Suaminya kelak.


Gerakan Arya terhenti tepat di depan bibir Azzura. Padahal tinggal beberapa centi lagi di akan bisa menghapus jejak Axel di bibir gadis itu, menurutnya.


"Lalu apa kemarin yang aku lihat? Mata ku belum rabun! Aku melihat Axel mencium mu di dalam mobil" ucap Arya sedikit menjauh, tapi tak lepas menatap Azzura


"Yang kamu lihat salah! Dia memang ingin mencium ku! Tapi aku tidak mau! " jawab Azzura


"Benarkah?" tanya Arya, Ada rasa kelegaan didalam hatinya, tapi juga ada sedih karena tidak jadi mencium Azzura.


"Terserah kamu percaya atau tidak! Kami memang tidak berciuman! Mungkin kamu melihatnya tidak sampai akhir!" pungkas Azzura


Ada helaan nafas lega dari bibir Arya, meski dia pun tidak jadi mencium Azzura, tapi setidaknya Azzura benar benar tidak di sentuh Axel, dia percaya itu ketika melihat sorot mata gadis itu memancarkan kejujuran. Benar kata Azzura, dia bukan gadis murahan yang bisa sembarangan di cium. Jika ingin mendapatkan nya, maka pria itu harus berjuang lebih keras lagi.


"Maaf, aku kira Axel melakukannya padamu, aku tidak rela ada orang lain yang menyentuhmu," ucapnya dengan tatapan sendu


Azzura merasa terharu, saat melihat tatapan Arya terlihat sangat tulus.


"Tidak, aku yang tidak mau sembarangan berciuman dengan pria mana pun. Dia ataupun kamu bukan suamiku, kalian tidak berhak mengambilnya!" ucap Azzura dengan tegas.

__ADS_1


"Akan kah aku pria yang beruntung mendapatkan itu?" tanya Arya


"Usahamu belum maksimal, jangan berharap kamu akan mendapatkan nya!" jawab Azzura


"Baik, Aku akan berjuang lebih keras lagi,,,!" ucap Arya dengan tersenyum


Azzura dapat melihat kesungguhan dari sorot mata pria itu. Semoga saja bukan hanya bualan.


...


Setelah cukup lama mereka berada di dalam mobil, akhirnya keduanya turun. Lalu Arya mengekori Azzura yang akan meracik kan obat dari resep Dokter Rizal. Sambil menunggu obatnya jadi, tak henti hentinya Arya menatap Azzura yang sedang bekerja.


"Dia benar benar istimewa,," gumamnya.


Sedang yang di tatap pura pura tidak tau, padahal dalam hati sejak tadi berterbangan kupu kupu, baru kali ini ada seorang pria yang menatapnya seperti itu . Setelah Obat selesai di racik, Arya pamit pergi kepada Azzura. Gadis itu pun mengantarkan pria itu sampai di depan Apotik. Ada seulas senyum di bibir cantik Azzura saat Arya melambaikan tangan sambil tersenyum, pria itu memang sangat gemar tersenyum, untung tidak sampai gila.


Setelah menebus obat, Arya tidak langsung pulang, tapi pria itu kembali ke kantornya karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Baru saja pintu lift terbuka, Arya langsung di hampiri oleh Asistennya


"Tuan Arya,,, ada hal penting yang ingin saya sampaikan..." ucap Zaky


"Ada apa?" tanya Arya


Kemudian keduanya masuk kedalam ruangan Arya. Lalu Zaky menceritakan semuanya


"Jadi berita yang saya dapatkan hari ini, Rumah sakit Tri Medika Pusat sedang melakukan sayembara untuk project baru mereka. Mereka akan membangun sebuah klinik dan Apotek bersama di daerah pinggiran kota. Mereka sedang mencari Arsitek dan juga kontraktor untuk pembangunannya nanti. Nilai kontrak kerja samanya sangat tinggi tuan, sayang jika kita melewatkan. Siapa tau rejeki kita kan?" ucap Zaky dengan penuh semangat

__ADS_1


"Tri Medika Pusat? Bukan kah itu rumah sakit keluarga Dermawan?" Arya membatin


"Jika Aku bisa mendapatkan proyek itu, maka jalanku untuk mendapatkan Azzura bisa jadi lebih lancar. Tapi,, pasti saingannya juga tak kalah hebat. Ah sudahlah,, yang penting di coba dulu!" Arya membatin


"Bagaimana tuan? Apa perusahaan kita akan ikut mendaftar?" tanya Zaky


"Apa kamu tau siapa yang memimpin proyek itu nanti?" tanya Arya


"Kalau itu saya belum tau tuan, kemungkinan besar pimpinan rumah sakit sendiri atau bisa jadi di wakilkan pada anak anaknya. Saya belum mendapatkan infonya soal itu" jawab Zaky


"Baiklah, sekarang kamu persiapkan rapat dadakan dengan tim Inti, kita bahas soal ini!" ucap Arya


"Baik tuan,, saya akan laksanakan segera!" ucap Zaky lalu pamit undur diri.


Setelah perginya Zaky, Arya berfikir lagi, langkah apa yang sebaiknya dia ambil. Ini seperti sebuah jalan untuknya, jadi dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu.


.


.


.


.


.


Buktikan pada neng Azzura, kalau kamu memang pantas untuknya😑 mumpung aku masih baik kasih kamu kesempatan buat deketin neng Azzura😅

__ADS_1


__ADS_2