
"Jadi kamu dan Axel sekarang kembali dekat?"
Azzura yang sedang mengambil makanan langsung menoleh dan melihat mama Vannia menghampirinya.
"Apa maksud mu kak?" tanya Azzura
Mama Vannia tersenyum kecut,
"Kata papa Vannia, dia akan membawa wanita yang lebih cocok untuk menjadi mama Vannia, ternyata yang di maksud itu kamu? Sampai kapan pun Vannia akan tetap jadi PUTERI ku" ucapnya dengan penekanan
Azzura berkerut kening,
"La memang kak Sofi kan mamanya Vannia,," ucap Azzura dengan santai
"Oh,,,! Jadi kamu hanya mau papanya Vannia! Sudah ku duga! Kamu tidak akan bisa menyayangi Vannia dengan tulus,," ucap Mama Vannia.
"Maaf ya kak,, sepertinya ada yang perlu di luruskan disini,, aku dan papanya Vannia hanya berteman biasa,,," ucap Azzura
"Yang di katakan Azzura benar, mereka tidak ada hubungan apa apa. Karena Azzura calon istriku,,," sahut Arya saat menghampiri Azzura dan mama Vannia
Arya melihat Azzura seperti di ditindas oleh mama Vannia sementara keluarga lain tidak ada yang melihat, dan Arya tidak ingin melihat Azzura di tindas. Azzura sampai menoleh kaget saat Arya mengatakan itu didepan mama Vannia.
"Ayo sayang,, kita pergi,," Azzura menurut saja saat Arya mengajak nya pergi,
"Bagus lah,, jadi aku masih bisa kembali dengan papa Vannia" ucap Mama Vannia
Arya mengajak Azzura bergabung dengan keluarga lainnya, niat awal mau ambil makan, malah tidak jadi karena terjadi keributan kecil bersama mama Vannia.
Acara selesai, para tamu undangan pun satu persatu berpamitan pulang.
"Ra, mau pulang kan, aku antar ya?" ucap Axel saat menghampiri Azzura
"Tidak perlu, Azzura akan aku antar pulang, lebih baik kau urusi mantan istrimu!" sahut Arya
"Iya kak, aku akan pulang bersama Arya" jawab Azzura
Axel mematung, dia menebak pasti terjadi sesuatu antara Azzura dan mantan istrinya.
"Aku akan ajak bicara mama Vannia!" Axel membatin
__ADS_1
Kemudian Azzura pamit pada keluarganya untuk pulang bersama Arya.
"Kenapa tidak pulang bersama kami?" tanya Rangga
Azzura terlihat bingung ingin memberikan alasan, dia sebenarnya juga merasa bingung kenapa mau pulang bersama Arya, padahal rumah Arya dekat dari rumah Oma Vannia.
"Sudahhh jangan ganggu adikmuuu,,,!" ucap mama Zara lalu mendorong Rangga agar menjauh
"Iya gak papa kalau kamu mau pulang di antar Arya. Arya tolong antarkan Azzura pulang yah,, maaf merepotkan" ucap Mama Zara sambil menjauh
"Baik Bu" jawab Arya
Seperginya keluarga Dermawan, Arya mengajak Azzura dan Arka pulang kerumah nya untuk mengambil mobilnya.
"Aunty gak inep dilumah papa ladi?" tanya Arka
"Hehe tidak Arka, Aunty tinggal dirumah keluarga Aunty" jawab Azzura
"Cekali cekali Aunty inap lah,, Alca tan tanen" ucap Arka
Azzura tersenyum lalu mengacak acak rambut Arka yang sedang di gendong papanya
"Aw!" Arya terkejut saat pinggangnya mendapatkan cubitan dari Azzura
"Jangan menjanjikan sesuatu seperti itu pada anak kecil!" sungut Azzura
"Bukan menjanjikan, tapi mengusahakan,, iya kan Arka?" tanya Arya
"Iya pa,,, Aunty au kan dadi mama Alca?" tanya Arka dan Azzura langsung terdiam.
"Biarkan Aunty berfikir dulu ya Arka,,, sekarang Arka masuk, papa mau antar Aunty pulang,, oke?" ucap Arya saat mereka sudah sampai di depan rumah.
"Iya pa,,, Alca cayaaaaang Aunty" ucap bocah itu lalu berlari masuk kedalam rumah. Sementara Azzura masih mematung di tempatnya.
"Ayo masuk,,, " ucap Arya saat membukakan pintu mobil untuk Azzura
Azzura berjalan lalu masuk kedalam mobil Arya. Setelah itu mobil Arya bergerak keluar dari garasi rumah Arya. Sejak tadi Azzura terdiam, ntah apa yang sedang di pikirkan oleh gadis itu.
"Jangan terlalu di fikirkan ucapan Arka, di jalani saja, dan rasakan apakah kamu nyaman atau tidak.." ucap Arya
__ADS_1
"Iya,," sahutnya
"Aku tidak ingin kamu tertekan La,, tapi aku juga tidak ingin kamu bersama pria lain... " batin Arya.
Sampainya di rumah, Azzura turun dari mobil Arya
"Terima kasih" ucap Azzura
Tapi Arya tidak langsung pulang, pria itu ikut turun dan mengekori Azzura yang akan masuk kedalam rumah.
"La,, Aku ingin bicara" ucap Arya
Azzura sudah membuka pintu rumah, lalu mengajak Arya untuk masuk. Keduanya lalu duduk di sofa ruang tamu
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Azzura
"Apa Kamu masih meragukan perasaanku padamu?" tanya Arya
Azzura menatap Arya, lalu gadis itu mengangguk
"Aku sudah pernah kecewa jadi aku tidak ingin kecewa lagi. Aku jadi sulit percaya dengan sikap baik seorang pria, aku takut sikap baik itu hanya bersifat sementara saat ingin mendekatiku, setelah mendapatkan maka bisa saja langsung berubah dingin." ucap Azzura dengan datar
"Itu jika kamu bertemu dengan pria yang tidak tepat, tapi tidak berlaku jika kamu bertemu dengan pria yang benar benar mencintaimu,,," ucap Arya menatap Azzura dengan penuh cinta. Kemudian di genggam tangan Azzura dengan lembut, tatapan cinta itu semakin dalam dan ingin meyakinkan Azzura.
"Aku tidak sedang membual, kita sudah sama sama dewasa bisa membedakan mana yang main main dan mana yang serius , yang kita pikirkan bukan hanya sekedar pacaran, tapi ingin menjalankan ibadah terlama sepanjang sisa usia kita untuk bersama. Kamu lihat di mataku, apa kamu tidak bisa melihat keseriusanku ? Memang kita belum lama kenal, tapi aku ingin menjagamu, membahagiakanmu, dan mencintaiku segenap jiwa dan raga ku,,," ucap Arya
Azzura tergugu, tatapannya tak lepas pada Arya, Gadis itu sedang mencari kejujuran dari pria yang sedang mengungkapkan perasaannya kepadanya.
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya? Apa kamu ingin aku melamar mu pada keluargamu? Aku siap!" ucap Arya lagi
Deg!
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf bestie baru update, beberapa hari ini anakku gak enak badan, so cuma bisa update sesempet aja 🙏