Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Kang Modus


__ADS_3

Meski terkenal sangat jahil, tapi Liora tidak tega juga mengatakan pada Kakaknya Angga soal apa yang dilihatnya tadi di dapur. Kasihan juga kalau sampai Azzura dan Arya mendapatkan hukuman lagi, mungkin saja lebih berat dari yang sedang mereka jalani sekarang.


Sementara itu Azzura dan Arya cukup tenang karena Liora tidak membahas soal tadi di depan papa dan mamanya. Keduanya bisa bernafas lega sekarang karena aksi mereka tidak di ceritakan kepada semua keluarga.


Arya merasa senang karena bisa bergabung bersama keluarga Dermawan hari itu, mereka semua sangat hangat dan Arya jadi bisa merasakan kehangatan memiliki keluarga. Yaahh meski papa Angga tidak banyak bicara.


"Kamu kenapa?" tanya Om Rizal saat melihat Arya seperti sedang termenung


"Ah tidak Om, hanya merasa senang karena bisa merasakan kehangatan keluarga ini" jawab Arya sedikit kaget karena dibuyarkan lamunannya


"Makanya segera selesaikan proyekmu, supaya kamu bisa merasakannya setiap hari!" sahut Azzam yang tiba tiba datang dengan membawa ikan bakar


"Iya kak, doakan proyeknya lancar tanpa hambatan" ucap Arya dan mereka mengaamiinkan


"Oalahhh ternyata ada calon cucu mantu disini?" ucap Oma Marissa yang saat itu baru bergabung setelah tadi sempat di pijat sebelumnya


Arya langsung menoleh, kaget saja di panggil seperti itu


"Oma,, apa kabar?" sapa arya pada Oma Marissa, lalu pria itu menyalami Oma Marissa


"Baik,, Kamu serius sama Cucu Oma?" tanya Oma Marissa, dan semua orang melihat ke arah Arya dan Oma, tak luput Azzura yang saat itu sedang memotong buah untuk di jadikan sop buah


"Serius Oma, saya benar benar mencintai Cucu Oma" jawab Arya


"Benar ya?! Awas kalau kamu main main! Oma suruh opa sunnat kamu 2x nanti kalau bohong!" cetus Oma dan mengundang gelegar tawa semuanya, Arya pun jadi tersenyum kikuk


"Yang benar saja Oma,,," ucap Arya, sekilas mencuri pandang pada Azzura, tapi sayang gadis itu terlihat cekikikan.


"Awas kamu yah!" Arya membatin


Acara makan makan selesai, Arya dan Arka juga sudah pamit pulang. Rasanya senang sekali hari ini, meski belum resmi menjadi anggota keluarga, tapi mereka di terima dengan baik. Sedikit banyak Ayra bisa tau karakter dari keluarga Dermawan.


Hari berikutnya,,,


Pagi pagi, Azzura sudah bersiap ke Apoteknya. Jadwalnya sangat padat hari ini, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. Selesai sarapan bersama keluarga, Azzura langsung mengendarai motornya menuju ke apotik. Karena tidak ingin kejebak macet gadis itu memilih untuk mengendarai motor saja hari ini. Begitu Sampai di Apotek gadis itu langsung menuju ke laboratoriumnya.


Siangnya,,,


"Kamu tunggu disini saja" ucap Arya pada Zaky


"Baik tuan" jawab Zaky

__ADS_1


Arya turun dari mobil lalu berjalan masuk menuju ke Apotek Azzura. Kemudian Arya bertanya pada pegawai Apotek dimana keberadaan Azzura. Mereka mengatakan jika Azzura berada di ruangannya, baru saja masuk setelah tadi berjam jam di lab nya.


Tok Tok


"Masuk" jawab Azzura dari dalam ruangannya


Lalu Arya menekan handle pintu dan mendorong ke dalam. Azzura terkejut saat melihat yang datang adalah Arya


"Arya?!" ucap Azzura, kemudian gadis itu berdiri dan beranjak dari tempat duduknya menghampiri Arya yang masuk ke ruangannya


"Masih sibuk?" tanya Arya kemudian menghampiri Azzura yang berdiri di depan meja kerjanya


"Sedikit, kenapa?" tanya Azzura


"Sudah makan?" tanya Arya, lalu menggenggam tangan Azzura


"Belum" jawab Azzura


"Mau makan siang bersama?" tanya Arya


"Dimana?" tanya Azzura


"Bukan disini, tapi di lokasi proyek sambil lihat lihat pengerjaan proyeknya. Mau?" ajak Arya


Belum Azzura beranjak, Arya sudah menarik dan memeluk gadis itu.


"Sebentar saja, aku rindu,," ucapnya


Sementara Azzura jadi mematung saat Arya memeluknya.


"Untung gak ada CCTV disini!" Azzura membatin.


Tidak lama berpelukan, Azzura mendorong tubuh Arya untuk menjauh


"Sudah cukup, bukankah perjalanannya cukup jauh dari kota,, aku akan siap siap" ucap Azzura


Arya tersenyum saja, dan membiarkan gadis itu untuk bersiap siap. Ternyata hanya memeluknya saja bisa melupakan segalanya, apalagi yang lainnya,,,,?


Setelah selesai berkemas, Arya dan Azzura keluar dari ruangan yang sama. Keduanya lalu masuk kedalam mobil Arya dan akan menuju ke lokasi pembangunan proyeknya.


Sepanjang perjalanan kesana, Arya terus mengambil kesempatan itu untuk menggenggam tangan Azzura,

__ADS_1


"Apa kamu tidak bisa menjauh sedikit?" cetus Azzura


"Tidak bisa,, aku rindu, kemarin ketemu tapi jauhan aja duduknya" jawab Arya


"Apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Arya saat menatap Azzura


"Sepertinya tidak" jawab Azzura cepat


"Benarkah?" tanya Arya dan Azzura mengangguk


"Huhu sedihnyaaaa,," sahut Arya


Azzura terkekeh saat melihat pria itu kenapa jadi berubah manja seperti itu sekarang. Kemudian Arya bertanya Pada Azzura, gadis itu mau makan apa? Azzura pun menjawab ingin makan masakan padang saja. Lalu Arya menyuruh Zaky memesankan makanan untuk mereka sementara Arya menahan Azzura didalam mobil.


"Disini saja, biar Zaky yang beli" ucap Arya


"Awas ya kalau kamu macem macem!" sungut Azzura


Arya belum menjawab, dan pria itu hanya tersenyum saja.


"Aku hanya ingin melanjutkan yang tadi" kata nya lalu menarik Azzura dan memeluk gadis itu.


"Aryaaaaa,,,!"


"Diam lah,, aku hanya ingin memeluk mu,, aku sangat lelah beberapa minggu ini, sayang,,," ucapnya


Azzura tak berkutik, terpaksa gadis itu membiarkan Arya terus memeluknya.


"Kamu tau,,, lelahku terasa luntur setelah memelukmu,," ucapnya


"Gombal! Dasar kang modus!" sahut Azzura, sebenarnya gadis itu juga rindu, rasanya senang sekali bisa dipeluk seperti itu, apalagi bisa lama lama. Dia juga sangat lelah minggu minggu kemarin karena banyaknya pekerjaan di Apotek, benar kata Arya, di peluk begitu, rasanya penatnya jadi hilang. Tanpa sadar Azzura membalas pelukan Arya.


Baru saja tersenyum senang karena pelukannya di balas, keduanya di kagetkan saat Zaky membuka pintu mobil.


"Maaf, tidak maksud mengganggu" ucap Zaky lalu masuk dan duduk di kursi kemudi. Nasi di letakkan di kursi sebelahnya lalu Zaky membenarkan kaca spion agar tidak melihat ke belakang. Seram sekali melihat tatapan bossnya sudah seperti akan makan orang!. Setelah memasang seatbelt, Zaky langsung menjalankan mobil tuannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Sorry baru update, baru pulang dari luar kota tempet sodara 😁


__ADS_2