Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Jadi kapan?


__ADS_3

"Mobil siapa ini?" ucap mama Zara saat baru saja keluar dari mobil bersama papa Angga.


Keduanya yang ingin ke rumah sakit mampir sebentar ke rumah Oma Wina untuk memberitahu Azzura jika mereka nanti akan ke lokasi pembangunan klinik.


"Kayak mobil Arya" jawab papa


Lalu keduanya masuk kedalam rumah yang tidak di tutup pintunya. Mengucap salam tapi tidak ada jawaban. Keduanya clingukan, tapi samar samar mendengar orang berbincang. Lalu papa dan mama berjalan menuju ke sumber suara yang berasal dari dapur,


Baru sampai di ambang batas dapur, kedua orang tua itu di buat menganga saat melihat Arya dan Azzura terlihat sangat iintim, keduanya sedang tersenyum sambil saling menatap


Jantung kedua orang tua itu di buat hampir copot saat mendengar apa yang di katakan putrinya


"Aku pikir,,, kamu tadi mau mencium ku!" ucap Azzura, suaranya terdengar seperti seorang kekasih yang sedang merajuk


Arya tersenyum, lalu satu tangannya mengusap pipi Azzura, gadis itu pun langsung menatapnya lagi


"Kamu Mau?" tanyanya meminta izin


Azzura tidak menjawab, tapi kepalanya mengangguk dengan senyum malu malu. Arya tersenyum juga saat wajah Azzura mendekat dan dia sudah memejamkan matanya.


Merasa dejavu, papa Angga tidak akan membiarkan itu terjadi ....!!


"EHEEEM!"


Arya dan Azzura sama sama kaget, lalu menoleh bersamaan. Wajah mereka berubah pucat saat melihat papa dan mamanya


"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?!" Sarkas papa Angga


Arya langsung mengambil jarak aman dari Azzura dan keduanya sama sama terlihat gugup


"Ayo ngaku!" sahut mama


"Kami,, kami tidak melakukan apa apa pak,, bu,," jawab Arya


" Iya pa,, ma,, kami belum sampai ciuman, eh!" Azzura langsung menutup mulutnya sementara Arya, papa Angga dan Mama Zara di buat menganga


"Yaaa ampunnnn keceplosan!" Azzura membatin


"Gimana nih?" ucap Azzura kepada Arya dengan lirih


"Ya sudah kita akui saja,," jawab Arya lirih juga

__ADS_1


"Kalian berdua Keluar dari dapur!" ucap papa Angga lalu pergi menuju ke ruang tamu, mama Zara tidak ketinggalan, dia pun mengikuti suaminya.


"Yahh,,! Kalau kita di kawinin gimana?" tanya Azzura


"Bagus dong, lebih cepat lebih baik!" jawab Arya


"Ish! Itu sih mau mu ya kan?!" sungut Azzura dan Arya mengangguk cepat


Keduanya terlibat debat sambil berjalan keluar menuju ruang tamu. Lalu mereka diam dan duduk di ruang tamu bersama papa dan mama.


"Kami minta maaf pa, ma,,," ucap Azzura


"Iya pak, bu, kami minta maaf, kami janji tidak akan melakukannya lagi sebelum menikah" lanjut Arya


Azzura menoleh dan menatap Arya,


"Iiihh kok ngomongnya gitu?" tanya Azzura


"La terus gimana? Ya bener kan? Kita janji gak akan lakuin kayak tadi sebelum menikah? Apa kamu mau diulang lagi kayak tadi?" tanya Arya


"Ya gak gitu juga, kita gak bahas bahas nikah juga,,!" jawab Azzura


"Hem,, terus mau nya gimana? Cuma pacaran aja? Gak nikah nikah? Aku loh serius,," ucap Arya


Keduanya baru ingat jika disana ada papa dan mama yang masih diam menonton perdebatan keduanya.


"Maaf ,, " ucap Azzura dan Arya bersamaan


"Sudah selesai debat nya?" tanya mama


"Sudah ma" jawab Azzura


"Sekarang gantian papa dan mama yang bicara, kalian boleh bicara kalau kami suruh bicara!" ucap mama


"Iya" jawab Arya dan Azzura bersama.


Papa Angga masih diam, kalau diingat ingat kelakuan putrinya ini sudah mirip mamanya dulu, auntynya dan lebih lebih omanya menurut cerita Opa. Ini tidak bisa di biarkan, kalau di biarkan sesuatu hal yang tidak baik, bisa saja terjadi lagi. Angga tidak mau itu! Tapi bedanya kali ini Azzura masih malu malu kucing untuk mengakui perasaan nya, papa jadi serba salah!


Jika dulu Rizal mendapatkan Liora dengan syarat yang cukup berat, Arya pun tidak akan lepas dari itu. Mengingat Azzura adalah putri satu satunya di keluarga kecil papa Angga.


"Apa kamu benar benar mencintai putri ku?" tanya mama Zara

__ADS_1


"Iya bu, saya benar benar mencintai Azzura. Bahkan sejak beberapa tahun lalu, saat kami bertemu di jembatan. Dia teriak teriak di jembatan karena patah hati" jawab Arya


"Jadi dulu kalian pernah bertemu?"tanya mama Zara


"Iya tapi hanya sekali, setelah itu saya tidak menemukannya lagi" jawab Arya


"Kamu serius atau hanya main main?" tanya Mama Zara


"Tentu saya serius, tapi sayang yang di ajak serius belum memberikan kepastian. Katanya baru suka sedikit" jawab Arya


"Aw!" Arya kaget saat tangannya di cubit kecil oleh Azzura


"Kaget laa,," ucap Arya


"Ish! Jangan ngomong gitu!" bisik Azzura


Dalam hati papa dan mama Azzura sedang tertawa, bagaimana bisa putrinya yang sudah berusia dewasa itu jadi kekanakan?


"Dan kamu La,, apa kamu cuma mau main main saja?!" tanya mama


Azzura terlihat gelagepan, bingung mau menjawab apa


"Ulla,, ulla gak ada main main ma,, cuma,, mau lebih yakinin hati Ulla aja,, " jawab Azzura


"Berarti kamu belum yakin sama Arya?" tanya mama


"Sedikitt,,mungkin Ulla butuh waktu sedikit lagi" Jawab Azzura


Melihat dari gelegat putrinya, sebenarnya gadis itu cinta, tapi belum menyadari sepenuhnya jika dia sudah mencintai Arya. Mungkin butuh sedikit waktu untuk menyadarkannya. Setelah sejak tadi diam, akhirnya papa Angga angkat bicara.


"Jadi kapan kamu akan menikahi putriku?"


Deg!


"Menikah?"


.


.


.

__ADS_1


.


Kapang bang? Jawaaaabbbbb!!!


__ADS_2