
Malam sudah menyapa..
Arya sudah berpakaian rapi, melihat dirinya sudah terlihat tampan, dia tersenyum sendiri, malam ini dia akan datang ke rumah keluarga Dermawan untuk melamar Azzura.
Karena Arya tidak memiliki keluarga lagi selain Arka, maka pria itu mengajak Zaky untuk pergi ke rumah keluarga Azzura. Bukan Arya tidak berani pergi sendiri, tapi Arya sudah menganggap Zaky seperti saudara.
Semua barang barang bawaan sudah di masukkan kedalam mobil, Lalu Arya berpamitan kepada Arka, dan setelah itu, dia masuk kedalam mobil. Dengan jantung yang sedikit deg deg an, Arya sudah siap untuk melamar gadis pujaan hatinya.
Sementara itu, di rumah keluarga Dermawan. Semua keluarga sudah berkumpul, makan malam juga sudah siap, untuk menjamu Arya nanti. Karena dasarnya rumah sudah banyak orang tinggal , jadi susananya terlihat ramai meski hanya ada keluarga inti saja.
Jangan di tanya Azzura sedang apa sekarang?
Gadis itu sedang mondar mandir seperti setrika, kesana kemari karena merasa sangat gugup. Padahal baru mau lamaran, tapi rasanya sudah seperti akan menikah
"Bisa duduk gak sih? Pusing tau liatnya. Mondar mandir terussss, kayak setrika aja!" cetus Queen
"Gugup tau! Kamu gak akan pernah tau rasa gugupnya! Karena kamu gak punya pacar!" sungut Azzura
"Ish! Aku masih kecil! Tidak boleh pacar pacaran!" jawab Queen
"Masih kecil katamu?! Ck! Bahkan kamu sudah bisa membuat anak kecil!" ucap Azzura
Obrolan mereka terhenti saat mama Liora masuk kedalam kamar Azzura
"Ayo turun la, Arya sudah sampai di bawah" ucap Liora
Deg
Deg
Deg
Jantung Azzura semakin berdetak kencang, semakin gugup dan terasa jadi tegang. Kemudian mereka bertiga berjalan keluar dari kamar Azzura
"Mah, apa aku nanti akan begini juga?" tanya Queen
"Ya sama seperti ini juga. Memang kamu punya pacar?" tanya mama Liora
"Gak punya ma" Jawab Queen jujur saja
"Tidak masalah, nanti jodohmu juga datang. Fokus saja sama study mu dulu, jadi dokter dulu juga tidak masalah" ucap mama Liora
__ADS_1
"Iya ma" jawab Queen
"Tumben ngomongnya bener" sahut Azzura
Liora terkekeh lalu mencubit lengan Azzura
"Dasar kamu!"
Azzura mematung saat tatapannya bertemu dengan Arya yang saat itu sedang duduk bersama keluarga Dermawan. Pria itu tampak tersenyum, makin tersenyum semakin terlihat tampan.
Kemudian mama Zara menyuruh mereka untuk duduk, karena Arya ingin berbicara dengan papa Angga maksud dan tujuannya malam itu datang ke rumah.
Sedang semua orang serius mendengarkan ucapan Arya yang ingin meminta izin papa Angga untuk melamar Azzura, ada yang terlihat menggelitik. Zaky terlihat sedikit salah tingkah saat ada gadis cantik yang duduk di dekat Azzura tengah menatapnya.
"Apa ada yang salah dengan wajahku? Kenapa dia menatapku seperti itu?" Zaky membatin
Azzura merasa tangannya kesakitan, karena mendapat remasan yang cukup kuat dari Queena.
"Aw! Sakit Queen!" bisik Azzura pada Queen
"Maaf! Itu,,, siapa? Yang di samping kak Arya?" tanya Queen dengan senyum senyum tak jelas
"Zaky?"
"Iya, asisten Arya" jawab Azzura
"Oohhhh,,,, hihi manis yah!" kekeh Queen lalu menyembunyikan wajahnya di balik punggung Azzura
"Kamu suka?" tanya Azzura
"Memang dia jomblo?" tanya Queen
"Setau ku iya, tapi gak tau" jawab Azzura
Queen semakin tersenyum tak jelas, sedang Zaky merasa ada yang tidak beres dengan gadis yang terus menatapnya itu. Dia jadi ngeri sendiri.
Acara lamaran selesai setelah Arya memasangkan cincin di jari manis Azzura. Kemudian keluarga Dermawan mengajak Arya dan Zaky untuk makan malam bersama.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Opa
"Secepatnya saja Opa! Kalau tidak bahaya!" sahut Rangga
__ADS_1
Baru akan menyendokkan makanan kedalam mulut, Azzura langsung menoleh. Sedang Arya terbatuk batuk mendengar ucapan Rangga
"Kenapa?" tanya papa
Deg!
"Habis lah akuuuu!" Azzura membatin, gadis itu melihat tatapan Rangga sudah seperti akan menelannya
Glek!
"Ya,, ya,, aku setuju saja,," jawab Azzura kemudian menunduk
"Apa ada masalah?" tanya papa
"Jika di biarkan bisa kebablasan tuhh!" sahut Liora mengompori
"Tidak masalah di percepat. Nanti setelah klinik di resmikan kalian langsung menikah juga tidak apa apa. Toh tidak ada yang di tunggu kan?" sahut Oma menengahi
"Iya Opa juga setuju. Biar rumah ini semakin ramai penduduk nya" ucap Opa menimpali
"Kalau saya siap kapan saja,, tergantung Ulla kapan maunya" jawab Arya
"Ya sudah di putuskan setelah klinik jadi ya akad nikahnya" ucap mama Zara
Azzura dan Arya mengangguk setuju.
"Kenapa kamu diam saja ky? Apa makanannya tidak enak?" tanya Rizal pada Zaky, dilihat lihat sejak tadi pemuda itu terlihat tegang. Padahal yang lamaran Arya tapi Zaky ikut tegang
"E,,nak kok pak Dokter, hanya saja,, saya seperti tersedak duri" jawab Zaky
"Apa? Tersedak duri?!" semua orang sontak terkejut
"Queen ambil alat bedah di ruang kerja Opa" ucap Opa Dermawan
Opa melihat ada tatapan lain dari cucunya yang satu itu terhadap Asisten Arya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bahaha Zaky mau di bedah 😱