Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Biar Marahnya Ilang


__ADS_3

Jika bisa lari, rasanya Zaky ingin berlari menghindari anak dokter Rizal. Sungguh dia merasa geli karena gadis itu terlihat terus tersenyum saat menatapnya.


Andai Arya tidak menahannya untuk tetap disana, Zaky lebih memilih untuk segera kembali ke kantor saja, mengerjakan banyak pekerjaan daripada di lapangan dan disana ada Queena.


"Kamu jangan genit genit napa Queen,,,! Apa kamu gak lihat Zaky sudah ketakutan begitu!" ucap Azzura sambil berbisik bisik, Mereka berdua sedang menemani Arya yang mengecek proses finishing klinik


"Aku loh gak ngapa ngapain, megang dia juga enggak. Aku cuma senyum. Dimana letak genitnya?" protes Queen


"Iya itu, kamu senyum senyum terus ke arah Zaky! Bisa gak sih jaim sedikit!" cetus Azzura


"Hemm,, aku tuh ya begini, apa adanya,, gak usah di tutup tutupi jadi sok jaim. Nih yahh, kayak kak Arya yang bisa nerima apapun yang ada pada Aunty... Harusnya begitu juga calon suamiku nanti" jawab Queen


"Aishhhh! Terserah kamu saja! Kalau Zaky malah kabur karena ketakutan, baru tau rasa!" ucap Azzura


Setelah Azzura melihat lihat seluruh sudut klinik tanpa yang terlewat, Azzura meminta Arya untuk menambahkan beberapa jenis tanaman untuk di bagian depan klinik. Kemudian setelah itu mereka akan pergi ke Apotek Azzura, karena gadis itu akan mempersiapkan keperluan peresmian klinik itu nanti.


"Emm,, kak,, aku boleh gak pulang bareng kak Zaky?!" tanya Queen pada Arya


"Apa?! Tidak bisa, aku ada banyak kerjaan di kantor!" sahut Zaky dengan cepat


"Yahhh,,, padahal aku ingin ikut kakak" ucap Queen


"Zaky, kamu antarkan Queen dulu pulang, setelah itu baru ke kantor. Aku ada kerjaan sama Ulla, jadi mau di selesaikan segera!" ucap Arya


Kalau Arya sudah memberi perintah, Zaky tidak bisa menolaknya. Pria itu sangat patuh atas perintah atasannya.


"Makasih kak!" ucap Queena saat Zaky mengangguki ucapan Arya.


Lalu Arya menggandeng tangan Azzura dan mengajak calon istrinya itu masuk kedalam mobil, sementara Zaky dan Queen berjalan beriringan menuju ke mobil Zaky.


"Kak Zaky kok jutek banget sih sama aku?" tanya Queen


"Tidak! Aku memang begini orangnya!" jawab Zaky


Kemudian mereka masuk kedalam mobil, dan mobil Arya sudah jalan lebih dulu meninggalkan klinik.


"Apa iya?" tanya Queen


"Iya!" jawab Zaky lalu menjalankan mobilnya.


"Emm,, kak Zaky laper gak? Mau gak kalau kita,,,,"


"Langsung pulang! Aku banyak kerjaan" jawab Zaky


Queen langsung melipat bibirnya kedalam, apa setidak tertariknya itu Zaky kepadanya. Saat Queen sedang berfikir sendiri, diam diam Zaky melirik ke samping. Sudut bibirnya berkedut kecil saat melihat wajah Queen di tekuk


"Um,, kak,,"


"Udah deh Queen! Jangan banyak bicara! Bisa gak sih kamu diem, aku gak fokus nyetir nanti! Kamu mau kita celaka?!" ucap Zaky malah memarahi Queena


"Apa sih kak?! Yang banyak ngomong siapa? Aku cuma ngajak ngobrol kakak aja biar gk ngantuk! Perjalanan kita cukup jauh loohh! Udah kalau kakak gak ikhlas nganterin aku, mending turunin aku disini aja sekarang!" sungut Queen

__ADS_1


Tanpa membantah, Zaky langsung menepikan mobilnya


"Turun! Katanya mau turun!" ucap Zaky


Queen kesal, gadis itu langsung melepas seatbelt nya dengan wajah memerah. Baru kali ini dia menemui pria galak seperti Zaky. Lalu Queen keluar dari mobil dan membanting pintu mobil itu.


Tidak ada basa basi, Zaky langsung kembali menjalankan mobilnya meninggalkan Queen di pinggir jalanan yang sepi. Benar benar sepi orang lalu lalang karena di sekitaran hanya ada pohon pohon durian.


"Aaaaarrrggghhh!!! Dasar laki laki jahaaattttt!!!!" teriak Queen


"Kamu pikir aku tidak akan tega ninggalin kamu?! Kamu itu gak penting! Cuma bisa ganggu tidur ku dengan bayang bayangmu!" ucap Zaky


Queen sangat kesal, benar benar kesal. Lalu dia ingin mengambil ponselnya, tapi dia baru ingat jika tadi dia memainkan ponselnya di dalam mobil Zaky dan lupa memasukkan lagi ke dalam tasnya karena kesal pada pria itu.


"Aaarrrhhh! Ngeseliinn!!!" teriak Queena.


Sementara itu, Zaky benar benar pergi sendiri tanpa memperdulikan Queena. Dia kesal sekali, dari semalam, wajah gadis itu seperti hantu. Membayanginya sampai tidak bisa tidur nyenyak. Padahal selama ini hidupnya aman tenteram tanpa gangguan.


....


Arya dan Azzura sudah sampai di Apotek, tapi Arya tidak langsung pulang, pria itu mengikuti langkah Azzura menuju ke ruang kerjanya.


"Jadi semua obat obatan dan alat alat medis sudah disiapkan untuk klinik baru?" tanya Arya


"Sudah, semua sudah siap tinggal nunggu bangunan itu siap di tempati, lalu semua di pindahkan kesana. Semua ini juga bantuan dari kakak kakakku" jawab Azzura


"Kamu sangat beruntung, dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayangimu" ucap Arya lalu mengusap wajah Azzura dengan lembut


"Apa termasuk kamu?" tanya Azzura


"Hem, aku sangat menyayangi mu, andai dari dulu kita di pertemukan lagi, mungkin sudah sejak lama aku akan mengejar mu" ucap Arya lalu menarik pinggang Azzura dan membuat mereka semakin menempel.


"Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu, dimana semua orang menjadi saksi saat aku mengucapkan janji suci pernikahan bersama mu" ucap Arya


"Tinggal beberapa hari lagi kan? Bersabarlah. Setelah urusan disini selesai, kita pergi ke Butik Tante Nina untuk fitting baju" ucap Azzura


"Baiklah, tapi,,, bolehkan aku mengecupnya sedikitt saja" ucap Arya saat mengusap bibir Azzura


"Jangan,, nanti ngelunjak minta banyak!" Azzura terkekeh


Arya tersenyum, yang dikatakan Azzura ada benarnya. Tapi dari semalam, Arya terbayang bayang wajah Azzura. Bisa di pandang tapi tidak bisa di pegang. Maka dia ingin mendapatkannya sekarang, mumpung ada kesempatan


"Dari semalam, aku gak bisa tidur kebayang bayang kamu,, pengen deket tapi aku di kawal sama kak Rangga dan kak Azzam. Kan aku gak bisa deketin kamu" ucap Arya


Azzura terkekeh, lalu mengusap wajah Arya


"Sabar Yahh! Ini ujian hehehe" ucap Azzura


"Tunggu! Aku lupa kasih tau Queen, tadi Oma ngirim pesan nitip minta di belikan buah mangga buat jus dirumah" ucap Azzura lalu mengambil ponselnya di dalam tas.


"Sebentar ya,," ucap Azzura lalu mencari kontak Queen dan menghubungi gadis itu. Sambil menelfon, Azzura di buat terkejut saat Arya memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Sementara itu Zaky baru saja sampai di kantor, dan dia di buat


sangat terkejut mendengar bunyi ponsel yang cukup nyaring, itu bukan dering ponselnya, melainkan ponsel,,,,


"Ini hp Queen?!"


Mata Zaky semakin melebar saat melihat siapa yang menelfon Queen


"Habissslahhh akuuuuu! Ini nona Azzura!" ucap Zaky dengan mulut menganga


"Apa yang harus aku katakan?!" Zaky bingung sendiri, karena panggilan Azzura berulang ulang


Akhirnya dengan memberanikan diri, Zaky mengangkat ponsel Queena.


"Hallo Queen! Kemana sih telfon gak di angkat angkat?! Aunty cuma mau bilang, tadi Oma minta di belikan buah mangga di tempat biasa. Mangga dirumah habis, Opa mau minum Jus mangga!" ucap Azzura panjang kali lebar.


Zaky tidak berani menjawab, lalu oria itu segera mematikan ponsel Queena.


Tut!


"Dasar Queen! udah lama angkat telfon! Eh malah matiin telfon gitu aja! Apa sih maunya tu anak!" cerocos Azzura


"Sabarrr,,,, jangan marah marah, nanti cantiknya ilang loh," ucap Arya semakin mengeratkan pelukannya


"Habis dia itu ngeselin!" ucap Azzura


Cup!


"Biar marah ilang!"


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Arya mengecupi pipi Azzura berkali kali sampai gadis itu kembali tersenyum.


"Iiiihhh bisa aja kamu!"


"Gitu kan cantikkk,,,"


.


.


.


.

__ADS_1


Weleh welehhhhh🤣


__ADS_2