
Selesai memeriksakan kondisi Arya, mereka langsung pulang ke rumah Arya. Beruntung tidak ada luka dalam yang serius. Hanya butuh waktu istirahat untuk memulihkan kondisinya.
"Kau tau, aku sangat khawatir jika sampai terjadi apa apa dengan mu" ucap Azzura saat menatap Arya dengan perasaan prihatin, mereka masih berada di perjalanan pulang.
Arya tersenyum, lalu mengusap rambut Azzura
"Alhamdulillah hanya luka luar tidak sampai luka dalam. Jika sampai luka dalam dan penyembuhannya lama, aku khawatir tidak bisa membahagiakanmu di saat malam pertama kita nanti" bisik Arya
Azzura mendelik, lalu memukul dada Arya
"Ish! Kenapa bahas nya kesana?!" sungut Azzura dengan wajah memerah
Arya terkekeh, lalu mengecup pipi gadis itu
"Aryaaaa,,,, kenapa cium cium sih?!" sungut Azzura, kesal sekali kenapa harus membahas soal malam pertama, kan jadi ngeri. Azzura jadi mengingat cerita Aunty nya, tutorial membahagiakan suami di atas ranjang.
"Lohh,, itu penting loh buat kita. Kalau kamu gak puas gimana? Kan aku sebagai suami jadi merasa bersalah nanti" jawab Arya
"Udah jangan di bahas lagi!!! Malu tauk sama Zaky!" sarkas Azzura
"Tenang saja, dia tidak dengar. Iya kan Ky?!" tanya Arya
"Iya tuan saya tidak dengar!" jawab Zaky. Padahal dia sangat jelas mendengar pembicaraan dua orang di belakang yang sedang kasmaran itu.
"Apa aku akan seperti tuan juga jika memiliki kekasih?! Tapi aku tidak ingin memiliki kekasih agresif. Yang polos polos saja mungkin ya,,,Ah! Apa yang sedang aku pikirkan!" Zaky membatin
Zaky memasang earphone di telinga nya agar tidak bisa mendengar obrolan Arya dan Azzura.
Sampai di rumah Arya, Arya dan Azzura langsung di sambut Arka di depan pintu. Arka terlihat begitu senang saat melihat Azzura datang bersama papanya.
"Papa,,, papa,, ayo kita main bola" ucap Arka
"Sayang,,, papa sedang sakit, jadi Arka gak bisa ngajakin papa main bola " ucap Azzura
"Papa sakit apa?" tanya Arka terlihat langsung kawatir
"Tadi papa kecelakaan di tempat kerja. Ini punggung papa di di perban. Jadi papa belum bisa temenin Arka main bola. Mainnya sama Om Zaky saja ya.." ucap Arya
"Iya pa,, papa istilahat aja. Cepat cembuh ya paa" jawab Arka lalu mengecup pipi papanya
__ADS_1
"Iya sayang,,, papa ke kamar dulu ya,," ucap Arya
"Ayo sayang,," ajak Arya pada Azzura
"Arka, Aunty temenin papa dulu yah,," ucap Azzura
"Iya ma" jawab Arka
Azzura terkejut karena Arka menyebutnya dengan panggilan ma bisa artinya mama. Arya tersenyum lalu mengusap kepala Arka
"Anak pintar"
Lalu Arya mengajak Azzura masuk kedalam sementara Zaky di tugaskan untuk menemani Arka bermain bola.
"Pelan pelan" ucap Azzura saat membantu Arya untuk duduk di ranjangnya
Ah!
Azzura kaget saat tiba tiba ditarik Arya hingga dia duduk di pangkuan pria itu
"Arya!"
"Hei! lepaskan aku! Kamu itu lagi sakitt!" sarkas Azzura
"Aku masih kuat kok, kalau mangku kamu gini..." jawab nya
"Ishh dasar messum!" sungut Azzura tapi dengan tersenyum.
"Apa sebaiknya lamarannya di tunda dulu sampai kamu,,,,"
"Tidak ada tunda tunda! Pokoknya besok malam aku datang ke rumah mu untuk lamar kamu" ucap Arya dengan tegas
"Tapi Ar, kamu lagi sakit gini, jangan paksain kondisi kamu!" ucap Azzura
"Aku kuat la, lagian cuma dateng dan lamaran kan? Gak akan ngeluarin energi banyak, kecuali kalau di suruh langsung kawin, itu baru,,,"
"Iiihh mulutnyaaa! Nikah dulu baru kawin!" sarkas Azzura
Arya terkekeh, merasa gemas sekali pada calon istrinya
__ADS_1
"Kalau sudah lamaran nanti, jangan lama lama ya kita nikahnya. Aku gak tau berapa lama lagi aku kuat nahannya" ucap Arya kemudian menarik Azzura untuk di peluknya
Azzura berontak percuma, pelukan Arya terasa sangat kuat
"Kamu siapnya kapan La?" tanya Arya
"Aku,,, aku siap kapan saja" jawab Azzura sedikit tergagap
Arya langsung melepas pelukan mereka dan menatap Azzura dengan serius
" 1 minggu setelah lamaran kita menikah" ucap Arya dengan wajah serius
Deg!
Azzura terperangah saat Arya tiba tiba menciumnya setelah mengatakan jika 1 minggu lagi mereka akan menikah. Memang dia pikir menikah tidak butuh persiapan, apa?!
Hati Azzura bergejolak, otaknya tidak bisa berfikir dengan jelas lagi karena terlalu terbuai, terlena oleh sapuan hangat bibir Arya menjelajah ke dalam rongga mulutnya. Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan saat tangan Arya merayap bebas mengusap punggungnya, beralih ke perutnya. Bahkan dengan beraninya pindah menjelajah hingga sampai di ke dua aset kembarnya.
"STOP!"
Azzura berteriak, sampai Arya kebingungan.
"Kamu kenapa?!" tanya Arya melihat nafas Azzura terengah engah sendiri,
Gadis itu mendadak linglung, dia melihat pakaiannya masih rapi, Arya juga masih bersandar seperti tadi.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Azzura
"Aku?! Aku tidak melakukan apa apa.. Kamu yang aneh, tiba tiba mejemin mata terus,, mencengkram tanganku sampai luka gini kena kuku mu" ucap Arya menunjukkan tangannya yang terluka.
Azzura syok, apa dia hanya berkhayal? Astagaaaa,,, jauh sekali pikirannya sampai kesana! Sumpah demi apa, gadis itu sekarang terlihat sangat malu.
.
.
.
.
__ADS_1
Walah neng,,,, bayangin apa coba tadi? Wkwkwwk bisa bisa nya yaaahhhhh 🤣