
Axel tersenyum saat melihat Handoko juga meragukan perusahaan Arya, dia mendengar sendiri saat Handoko berbicara dengan Arya. Memang Arya terlalu percaya diri dan memaksa diri dengan nilai yang dia tawarkan untuk membangun design bangunan yang dia buat.
Waktu istirahat selesai, semua kembali berkumpul di ruang rapat dan para petinggi rumah sakit juga sudah kembali berkumpul.
Kemudian papa Angga mengambil alih rapat itu untuk mengumumkan pemenangnya. Papa Angga memberikan sambutan sebentar sebelum mengumumkan siapa pemenang tender
"Berdasarkan keputusan bersama dari internal rumah sakit dan juga menimbang pilihan dari pemilik Klinik itu nanti, kami sudah sepakat akan memilih perusahaan,,,,, Adhi Karya yang kami percayai untuk menjalankan proyek ini. Sekian dan terima kasih..!" ucap papa Angga
Semua orang peserta tender di buat tercengang kaget, tidak lama kemudian terdengar ucapan syukur menggema di ruangan itu. Arya benar benar merasa bersyukur karena pihak rumah sakit memberikan kesempatan kepada perusahaan nya.
"Kok bisa?!" ucap pak Handoko merasa tidak percaya, Axel pun du buat bungkam
"Tuan, apa anda tidak salah memilih?" protes pak Handoko kepada pak Handoko
"Keputusan kami sudah final pak, ini tidak bisa di ganggu gugat!" sahut Rangga
"Tapi kenapa harus perusahaan mereka? apa tidak ada perusahaan yang lebih baik? " ucap pak Handoko
"Oh,, apa mungkin rumah sakit memilihnya karena mereka memberikan penawaran yang paling murah? Hah! Jangan jangan memang low budget" sambungnya
"Wah wah wah,, itu mulut si bapak botak minta di jahit!" sungut Arya sudah ingin menghampiri pak Handoko tapi di tahan oleh Zaky
"Jangan tuan, ini ranah pihak rumah sakit" ucap Zaky dengan berbisik
"Emosi juga ky, liat calon mertua di kayak gituin!" Jawab Arya
Papa Angga tersenyum miring,
"Kami tau anda tidak bisa menerima keputusan ini, tapi anda bisa apa? Keputusan pihak rumah sakit sudah final tidak bisa di ganggu gugat. Disini bukan hanya mempertimbangkan penawaran dari kalian, tapi juga attitude kalian dinilai. Beruntung kami tidak mengambil penawaran dari anda!" ucap Azzam dengan panjang lebar
"Jangan menganggap remen lawan, dan jangan overthinking,,,!" sambung Rizal sambil melirik ke arah Axel yang tampak juga sangat kecewa namun tidak bersuara.
Merasa malu, kemudian pak Handoko mengajak timnya keluar dari ruangan rapat.
"Maaf Axel, tapi vote pihak rumah sakit kali ini berpihak pada perusahaan Adhi Karya" ucap Rangga
"Tidak masalah kak, mungkin belum rejeki kami. Kalau begitu kami pamit,," ucap Axel berusaha tegar menerima tanpa protes
Lalu Axel mengajak timnya untuk keluar dari ruangan itu setelah pamit pada Pimpinan rumah sakit juga. Sebelum keluar, Axel berbalik dan menatap Arya yang sedang tersenyum menatapnya.
"Lihat,,, aku yang jadi pemenangnya!" Arya membatin.
Tinggallah Arya dan juga beberapa orang dalam timnya, kemudian pihak rumah sakit dan juga perusahaan yang terpilih melanjutkan pembahasan kontrak kerjasama. Terlihat sekali Arya sangat bersemangat karena mendapatkan kepercayaan dari keluarga Dermawan untuk mengerjakan proyek itu.
"Kami harap anda bisa menyelesaikan proyek ini dengan baik " ucap pak Wisnu
"Kami akan berusaha untuk tidak mengecewakan pihak rumah sakit" jawab Arya
__ADS_1
"Kalau bisa proyek ini segera di kerjakan,," sahut papa Angga
"Baik Dokter" jawab Arya
Kemudian papa Angga dan Arya menandatangani kontrak kerjasama itu bergantian, setelah menyelesaikan rangkaian kerjasama itu, keduanya pun berjabat tangan.
"Terima kasih,,, calon papa mertua" ucap Arya sedikit memelankan suaranya dengan tersenyum
Papa Angga menatapnya tajam lalu menjabat tangan Arya dengan sedikit kuat, sampai pria itu jadi meringis.
"Kerjakan tugasmu dengan benar!" ucap papa Angga dengan penuh penekanan, hanya Arya saja yang bisa mendengar. Lalu Pria itu mengangguk
Sebelum pulang, Arya berniat memberikan miniatur klinik yang dia buat itu untuk Azzura
"Pa Dokter,,," ucap Arya
"Ada apa?!" jawab papa Angga
"Ya Ampun,,, calon mertuaku galak sekaliii,,," Arya membatin
"Ini miniatur kliniknya kami berikan untuk putri pa dokter, sebagai ucapan terima kasih kami" ucap Arya
"Ck! Modus sekali!" sahut Rangga
"Jangan begitu,,, niat dia baik loh mau kasih ke Azzura, kan Azzura yang pilih design itu pertama kali" ucap Om Rizal
Lalu papa Angga menerimanya,
"Sama sama,," jawab Arya dengan tersenyum
Pertemuan selesai, Arya dan timnya pamit dan membawa kemenangan atas proyek itu.
...
Waktu sudah malam,,
Azzura baru saja sampai di rumah keluarganya. Wajah lelahnya sangat terlihat, tapi baru masuk rumah, dia sudah di sambut oleh para bocil
"Auntyyyy"
"Ya ampunnn,,, aunty capek banget mau langsung ke kamar yah,, kita main besok saja. Aunty liburr,," ucap Azzura
"Yaaahhhhhhh,,," wajah Cyla dan Ayyana sudah merengut
"Padahal Raja mau ajakin main, papa baru belikan kami mainan,,,!" ucap Raja
"Iya nihhh!" sahut Cio
__ADS_1
"Besok yahhhhh,,, kalian berempat main sama kakak Queen sama kak Aqsa saja ya.. Aunty bener bener capek baru pulang " ucap Azzura
"Jangan ganggu Aunty mu nak,,, kasihann loh baru pulang" ucap mama Jasmine saat baru keluar dari dapur
Kemudian satu persatu keluarga keluar karena mereka baru selesai makan bersama. Karena hari itu weekend, semua keluarga Dermawan berkumpul bersama.
"Baru pulang kamu La?" tanya mama
"Iya ma,, mau langsung istirahat yah,," ucap Azzura
"Sudah makan?" tanya Jasmine
"Sudah tadi, sebelum pulang,," jawab Azzura
"Papa punya sesuatu buat kamu" ucap papa Angga yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dengan membawa kardus coklat
"Apa pa?" tanya Azzura
Semua keluarga di buat penasaran, lalu papa Angga membuka kardus itu di tengah tengah semuanya.
"Waaaahhhhhhh klinik kuuuuu!" teriak Azzura saat papa memperlihatkan miniatur klinik kepada semua keluarga
Azzura langsung mengambil miniatur itu dan melihatnya dengan mata berbinar
"Itu hadiah dari pemenang tendernya" ucap papa
"Assiiikkkkk!! Semoga saja nanti jadinya beneran kayak giniiii,," ucap Azzura, sudah seperti hilang capek nya
"Aunty liaaaattttt!" mulai para bocil rusuh ingin melihat lebih dekat
"Eeehh! Boleh lihat gak boleh di pegang ya! Nanti rusak! Ini bukan mainan tauukkk!" ucap Azzura
"Iisss pelittt!"
"Biarinn,,! Weekkkkk! Daripada rusak, nanti Aunty nangis! makaaasiihh papa,,,, ini aku bawa yaaaa,,, daaaa semuaanyaaa!!" ucap Azzura lalu kabur ke kamarnya, dan para bocil malah ikut mengejarnya
Semua orang dewasa menggeleng geleng melihat kelakuan mereka.
"Dia masih belum tau?" tanya mama Zara
"Belum, biarkan saja, nanti juga tau sendiri" jawab papa
.
.
.
__ADS_1
.
Aku mau di kasih hadiah 😌