Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Dipingit


__ADS_3

Tinggal 2 hari lagi, Azzura dan Arya akan melangsungkan pernikahan di kediaman keluarga Dermawan. Bukan itu saja, bahkan sehari lagi, klinik Azzurra juga akan di resmikan. Tapi sayang, gadis itu tidak bisa menghadiri acara peresmian klinik, karena dia harus di pingit.


Baik Azzura dan Arya juga tidak keberatan jika keduanya tidak bertemu sampai hari pernikahan nanti.


Sedang semua orang sibuk mempersiapkan ini dan itu untuk dua acara yang sangat mepet harinya itu, malah sang calon pengantin masih bisa santai saja sambil bekerja di dalam kamarnya. Hanya duduk dan melihat laporan yang di kirimkan oleh pegawainya.


Tok tok


Azzura beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan membuka pintu


"Queen?"


"Ini tuan puteri, jus strawberry pesanan tuan puteri! Pelayan pada repot dan aku yang disuruh anterin!" ucap Queen


Azzura terkekeh, lalu mengambil jus yang di berikan Queen.


"Makasiihh,,,ga ke kampus kamu?" tanya Azzura


"Ke kampus lah,, biar bimbingan cepet kelar dan aku cepet lulus" jawab Queen


"Cepet kawin ya?!" cetus Azzura


"Gak lah, lagian belum ada calon. Aku mau lanjut aja ambil dokter spesialis kulit. Setelah itu mau buka klinik kecantikan!" sahut Queen


"Terus kapan kawinnya?!" tanya Azzura


"Belum kelihat hilalnya! Udah aku berangkat dulu deh, mau sekalian ambil mobil di bengkel" ucap Queen


"Oke, makasiih yahh" ucap Azzura


"Sama sama,,"


Lalu Queen pergi meninggalkan Azzura.


Di tempat lain, Arya yang saat ini di klinik Azzura bersama dengan Zaky dan pegawainya yang lain. Mereka sedang mempersiapkan acara untuk peresmian klinik itu besok. Bukan mereka saja, disana juga ada Rizal, Rangga dan juga Azzam yang ikut andil dalam persiapan acara besok yang rencananya akan di resmikan oleh Papa Angga dan juga mengundang pak Gubernur untuk meresmikan klinik itu.


Dari segi bangunan, semua sudah benar benar siap untuk beroperasi, begitu juga dengan obat obatan dan juga tenaga kerja juga sudah siap. Meski 2 hari lagi Arya akan menikah, tapi dia ingin mempersiapkan peresmian klinik itu juga.


"Sejak pagi aku belum menghubungi Azzura, tapi kan semalam dia bilang ponselnya dibawa mama" Arya jadi rindu, padahal baru semalam mereka berdua bertelepon an.


"Apa yang kamu pikirkan hah?!"


Arya terkejut saat bahunya di tepuk oleh dokter Rizal

__ADS_1


"Om,,"


"Jangan terlalu di pikirkan, sabar saja. Nanti juga ketemu kan saat waktunya tiba" Ucap Dokter Rizal sambil tersenyum


Arya tersenyum kikuk, tau saja apa yang sedang di resahkan pria itu.


"Om tau saja" ucap Arya


"Tahan saja, nanti rindu mu juga terbayarkan! Biar dia menumpuk bahkan sampai jadi gunung!" ucap Dokter Rizal dan Arya mengangguk


Zaky yang sejak tadi diam, sedikit sedikit mendengar obrolan dokter Rizal dan Arya. Tiba tiba ingatanya kembali pada wajah Queen.


"Astagaaa! Kenapa aku malah mikirin dia?!" Lalu Zaky beranjak dan mencari kegiatan yang lain.


"Dia kenapa?" tanya Dokter Rizal saat melihat Zaky tiba tiba pergi


"Sepertinya, dia sedang gelisah" ucap Dokter Rizal lagi


"Itu karena putri Om" sahut Arya


"Maksudnya?!"


"Queen, sepertinya Zaky menaruh hati pada Queen. Tapi dia tidak menyadarinya" Jawab Arya


...


Sebelum jam makan siang, Zaky di perintahkan untuk kembali ke kantor lebih dulu untuk menyelesaikan laporan akhir pengerjaan tender klinik itu. Sementara Arya masih di sana bersama Rizal, yang lain sudah kembali ke kota untuk bertugas di rumah sakit.


Tapi, bukannya langsung ke kantor, Zaky malah menuju kampus Kusuma Bangsa tempat Queen menimba ilmu. Menurut informasi yang dia dapatkan, Anak dokter Liora dan dokter Rizal masih kuliah di kampus itu.


"Masih ada waktu 1 jam sebelum waktu istirahat habis" ucap Zaky


Karen tidak tau Queen mengambil jurusan apa, semester berapa dan kelas nya dimana, akhirnya Zaky bertanya pada pusat informasi kampus.


"Queen?"


"Iya,, apa anda tau mahasiswi bernama Queen, anaknya dokter Liora dan Dokter Rizal?"


"Oohhhh,,, Queena, dia ambil jurusan kedokteran, semester akhir. Mungkin sedang bimbingan pak"


Zaky mematung beberapa saat ketika mendengar ucapan pegawai itu.


Zaky jadi ragu ragu saat ingin kembali menemui Queena.

__ADS_1


"Kak Zaky? Kok ada disini?"


Zaky menoleh dan melihat Rio anak tetangga nya yang juga kuliah disana


"Rio?"


"Ah tidak, hanya sedang mencari orang" jawab Zaky


"Siapa kak? Siapa tau aku kenal" jawab Rio


"Emm,, Queena,, apa kamu kenal?"


"Oohhh kak Queen, kenal kak, dia kakak tingkat ku. Tadi kami ketemu,, dia lagi nunggu pembimbingnya. Mau aku antar?" tanya Rio


Terlihat ragu ragu tapi kepala Zaky mengangguk. Lalu Rio mengantarkan Zaky ke ruang tunggu dosen dimana Queen sedang bimbingan skripsi.


"Di di dalam, kak Zaky tunggu aja ya. Aku mau pulang duluan, mau bantuin mama jualan" ucap Rio


"Oke! Makasih ya" ucap Zaky


"Oke kak! Semangat, semoga bisa luluhin kembang kampus kak! Heheeheh" Setelah mengatakan itu, Rio pergi meninggalkan Zaky di depan ruang tunggu dosen. Disana dia tidak sendiri, tapi ada beberapa mahasiswa yang juga duduk di sana. Mereka melihat sedikit heran karena penampilan Zaky berbeda dari anak kuliahan pada umumnya.


Untuk menghilangkan kegugupan dan kecanggungan karena setiap orang lewat, pasti dia ditatap beda, Zaky memainkan ponsel dan mengirimkan pesan kepada Arya, dia izin untuk makan siang di luar.


"Om yakin Zaky hanya izin makan siang?" ucap Arya sambil menunjukkan pesan yang dikirimkan zaky


"Jadi?"


"Dia sedang di kampus Queen, lihat ini posisi Zaky sekarang ada di kampus bukan di restoran" ucap Arya kemudian membuka aplikasi lain


Rizal terperangah, benar dia melihat posisi titik gps itu berada di kampus Kusuma Bangsa.


"Darimana kamu bisa mengakses ini?" tanya Rizal


Arya tidak menjawab tapi pria itu tersenyum.


.


.


.


.

__ADS_1


Sekarang wes tau yaaa Om, kalau anaknya lgi di demenin cowok 🤣


__ADS_2