
"Semua sudah berjalan sesuai rencana tuan, kita berhasil menyandra para sopir yang membawa barang itu"
"Bagus! Dengan begitu, Klinik itu tidak akan pernah jadi! Dia pikir siapa?! Itu adalah balasan karena membuatku malu!"
"Kalian awasi mereka! Jangan sampai mereka kabur dari tempat sanderaan!"
"Baik tuan!"
"Hahahaha,,, Rasakan kamu Arya! Ini balasan untukmu!"
Handoko tersenyum penuh kemenangan karena dapat membalas rasa di permalukan Arya di depan semua orang saat di rapat perebutan tender. Dialah orang di balik keterlambatan barang kiriman dari Jepang yang akan di gunakan Arya untuk proses finishing bangunan Klinik Rumah sakit Tri Medika.
Dia tidak akan hidup tenang sebelum bisa membalas rasa sakit hatinya! Dan kini dia berhasil menghambat pengerjaan proyeknya.
...
Dikantor Arya,,
Jika kebahagiaan itu dapat di lukiskan, mungkin lukisan itu akan terlihat sangat indah. Tapi sayang, sampai saat ini belum ada yang bisa melukiskan rasa kebahagiaan yang di rasakan setiap insan.
Seperti yang sedang di rasakan Azzura dan Arya saat ini, perasaan cinta yang terbalas, mampu membuat keduanya lupa pada janji yang pernah di ucapkan dulu di depan papa Angga dan Mama Zara.
"Pasti kamu senang sekali ya sekarang! senang sekali melihat calon istrimu menangis!" Ucap Azzura saat meluapkan rasa kesalnya
"Maafkan aku, tapi hanya itu yang bisa aku lakukan agar kamu mengakui perasaanmu padaku" ucap Arya sambil menghapus air mata Azzura
"Nyebelin!"
Arya terkekeh, lalu pria itu menatap penuh cinta pada gadisnya
"Biar pun nyebelin, tapi kamu tetep suka kan?" tanya Arya
Azzura mencibik, harus di akui dalam hatinya dia benar benar menyukai saat Arya menggodanya.
"Ayo cium lagi seperti tadi?" ucap Arya kemudian menyiapkan diri untuk mendapat ciuman lagi dari Azzura
"Gak mau,,!" sahut Azzura
"Aku janji akan membalasnya" ucap Arya
"Tidak mau! Sudah cukup satu kali saja aku melakukannya!" jawab Azzura
"Oh,, begitu, kalau memang begitu, biar aku yang mengambilnya sendiri" ucap Arya
Azzura berusaha melepaskan pelukan tangan Arya, dia langsung waspada saat Arya mengatakan, akan mengambilnya sendiri. Bisa bisa dia akan di buat terhanyut, tidak tidak, ini tidak boleh di biarkan!
__ADS_1
"Papa Angga, mama Zara, izin cium putrimu yah,," ucap Arya sambil tersenyum mesuum
"Tidak Arya!" Azzura terus bergerak berusaha melepaskan diri,
"Kenapa? Kamu tadi menciumku tanpa izin, sekarang aku akan membalasnya" ucap Arya kemudian mendorong Azzura sampai merapat ke pintu.
"Itu,, aku,, lakukan karena ingin meyakinkan mu,,,"
"Kata Aunty, kalau kekasih ku marah, cium saja dia, pasti marahnya hilang" jawab Azzura dengan wajah polosnya
Arya terperangah, bisa bisanya Aunty Liora mengajarkan seperti itu kepada keponakannya. Apalagi Azzura terlihat menelan mentah mentah ajaran Auntynya.
"Aku masih marah denganmu, ayo cium aku?!" ucap Arya merubah ekspresi wajahnya seperti sedang marah
"Aryaaaa,,,,,"
Arya tersenyum lalu mengecup kening Azzura dengan begitu lama. Setelah itu Arya kembali menarik Azzura dan memeluknya.
"Terima kasih sudah membalas cintaku" ucap Arya dengan tulus
Azzura tersenyum, gadis itu pun membalas pelukan Arya.
"Tapi,," ucap Arya menjeda ucapannya
"Tapi apa?" tanya Azzura saat mengangkat wajahnya dan mereka saling menatap
"Hah?! Maksud mu apa?! Kamu mau mempermainkan aku?!" Sungut Azzura
"Bukan begitu,,, " Arya melepaskan pelukannya, lalu pria itu mengajak Azzura untuk duduk di sofa.
"Cepat katakan! Apa maksudmu ya!" desak Azzura
Lalu Arya menatap azzura
"Ada bahan yang termasuk komponen penting dalam proses finishing bangunan klinik mu terkendala pengiriman dari Jepang. Aku belum tau pastinya kenapa, aku hanya cemas saja bangunan itu tidak akan jadi tepat lada waktunya" ucap Arya
"Apa tidak ada tempat lain yang menjual? Kenapa harus sejauh itu belinya?!" tanya Azzura
"Kualitasnya barangnya sangat bagus, aku ingin membangun klinik itu dengan nilai sempurna agar aku dapat meyakinkan papa Angga, aku layak jadi mantunya La,,," jawab Arya
"Terus sekarang gimana?" tanya Azzura
"Sebenarnya ada satu toko di kota ini yang menjual barang yang sama, tapi,, dia tidak bisa menjual bebas karena sudah terikat kontrak dengan salah satu perusahaan kontraktor"
"Ya sudah kita kesana saja sekarang!" jawab Azzura
__ADS_1
"Tidak semudah itu, asal kamu tau, perusahaan itu milik Axel" ucap Arya
Azzura terdiam setelah Arya mengatakan perusahaan itu milik Axel.
"Aku akan meminta kakakku untuk membujuknya" ucap Azzura
"Tidak! Jangan kamu lakukan itu, itu sama saja menjatuhkan harga diriku di depan keluarga mu. Aku akan mendatangi Axel sendiri nanti, aku akan bicara dengannya baik baik" ucap Arya
"Dia tidak akan mungkin menyetujui begitu saja! Percaya padaku! Lebih baik sekarang kita temui dia, Aku yang akan bicara padanya" ucap Azzura
"Tapi la,,"
"Tidak ada tapi tapian, biar aku yang bicara padanya" ucap Azzura
"Bukan itu,," sahut Arya
"Lalu apa?" tanya Azzura
Arya berdiri lalu menatap calon istrinya
"Itu, setidaknya rapikan rambutmu dulu sayang,,, kamu seperti ini, terlihat seperti singa betina" ucap Arya lalu merapikan rambut Azzura dengan jari jari tangannya.
"Tidak papa lah, biar hanya kamu yang cinta sama aku" jawab Azzura
Arya tersenyum, tapi tetap merapikan rambut Azzura
"Iyaahhh,, tapi kalau kamu keluar dari ruangan ini dengan seperti ini, pasti seisi kantor ini akan bergosip! Mereka akan berpikir kotor tentang kita! Yahh meski pun tadi juga sempat sedikit,,, tapi jangan di pertontonkan, cukup kita berdua saja heheheh,,,, dah rapi,," ucap Arya saat menatap Azzura
"Cantik lagi" ucap Arya lagi sambil menjawil dagu Azzura
Azzura terlihat senyum senyum lalu gadis itu berjinjit dan
Cup!
"Terima kasih!"
Arya mematung saat pipinya di kecup manis,,,
.
.
.
.
__ADS_1
Piye bang? Meleleh gak sama gadisnya papa Angga? 😅