
Setelah menghabiskan hari libur bersama keluarga, Azzura kembali pulang ke rumah Eyang Wina dengan membawa miniatur kliniknya. Sejak mendapatkan miniatur itu, Azzura senang sekali melihat nya, rasanya tidak sabar melihat klinik itu menjadi nyata.
Baru sampai dirumah, Azzura meletakkan miniatur itu di ruang tamu sebagai hiasan.
"Dah letakkan saja disini,, cocok" ucap Azzura sambil memandangi miniatur kliniknya
"Assalamualaikum"
Azzura menoleh dan melihat Arya sudah berdiri di ambang pintu dengan membawa paperbag berwarna coklat
"Wa'alaikumsalam,, Arya,, sejak kapan kamu disitu?" tanya Azzura lalu menghampiri pria itu
"Baru saja sampai,, ini aku bawakan makanan kesukaanmu,," ucap Arya
"Ish,,! Sok tau makanan kesukaan ku, memangnya apa?" tanya Azzura sambil melihat isi paperbag yang diberikan Arya
"Dimsum,, benarkan?" ucap Arya lalu mengekori Azzura yang masuk kedalam
"Kok tau?! Tanya siapa kamu?" tanya Azzura saat menatap pria itu, tidak mungkin Arya tau begitu saja tanpa ada yang memberitahu, itu pun pasti dari salah satu keluarganya.
"Ada deh,,,!" ucap Arya sambil tersenyum
"Pasti ada yang membocorkan itu kan?!" Azzura mencibik kan bibir
Arya tersenyum saja tanpa memberitahu Azzura. Perhatian Arya teralihkan saat melihat miniatur klinik itu di letakkan di dekat sofa tamu paling ujung
"Miniaturnya bagus ya? Sampai di letakkan disitu?" tanya Arya
Azzura menoleh dan melihat miniatur klinik yang baru dia letakkan tadi
"Iya bagus, kata papa itu hadiah dari pemenang tender, katanya untukku,,, aku saja menyukainya sejak pertama kali melihat designnya" jawab Azzura kemudian melangkah kan kaminya ke dapur untuk mengambil alat makan, dia sudah tidak sabar untuk menikmati dimsum yang di bawakan Arya untuknya.
Arya tersenyum lagi, bagaimana hatinya tidak senang jika Azzura menyukai design klinik yang dia buat sampai lembur lemburan. Melihat Azzura ke dapur, Arya ikut berjalan ke sana juga.
"Apa kamu tidak tau perusahaan siapa yang membuatnya?" pancing Arya
"Gak tau, itu urusan papa dan kakak kakak ku, aku cuma taunya pilih design dan terima beres! Ya meskipun dananya juga patungan sama papa hehehe,," kekehnya
Lalu Azzura mengeluarkan dimsumnya dari tempatnya
"Kok tau juga tempat langganan ku beli dimsum sih? Siapa yang kasih tau?!" tanya Azzura penasaran
Deg!
Azzura mematung saat Arya mengungkungnya dari belakang, posisi mereka sangat dekat bahkan terlihat sangat iintim dan debaran jantung keduanya pun kembali berpacu cepat seirama
__ADS_1
"Bagaimana jika pemenang tender itu adalah calon suamimu?" tanya Arya dengan setengah berbisik,
"Maksud mu?" tanya Azzura menahan desiran aneh yang tiba tiba menjalar ke seluruh tubuhnya saat kedua tangan Arya menyentuh lengannya
Arya membalikkan badan Azzura dengan perlahan sampai tatapan keduanya bertemu, tatapan mereka sangat dalam, bahkan mampu menghanyutkan kapal selam.
"Pemenang tender rumah sakit itu adalah,, aku,,," jawab Arya
"Tidak mungkin" jawab Azzura cepat
Arya tersenyum lalu mengangkat dagu Azzura dengan jari telunjuknya
"Apa yang tidak mungkin sayang? Apa pernah aku berkata bohong padamu?" tanya Arya
"Lihat di mataku, apa ada kebohongan?" tanya Arya lagi
Azzura menatap mata Arya, selama mereka saling kenal, memang Arya tidak pernah berbohong padanya sekali pun.
"Bagaimana bisa kamu memenangkannya?" tanya Azzura merasa semakin bergetar, ntah kenapa hatinya merasa senang mendengar Arya yang memenangkan tender itu
"Itu karena kamu yang memilihnya,, kamu tau,, aku membuat design klinik itu terinspirasi dari dirimu,, aku persembahkan ini semua hanya untuk mu,," ucap Arya lalu mengusap pipi Azzura dengan lembut
"Benarkah?" rasanya Azzura ingin terbang tinggi sekaliiiii,,, karena merasa sangat di cintai.
Azzura merasakan tamparan hangat di wajahnya, Wajah Arya semakin mendekat, tangannya pun tak henti mengusap pipinya. Azzura merasa Arya ingin kembali menciumnya, gadis itu pun sepertinya ketagihan dengan rasanya dan ingin merasakannya lagi, di kecup dengan lembut, di sesap dengan rasa hangat yang menghanyutkan. Membayangkan nya saja rasanya jadi tidak sabaran. Andai dia tidak gengsi, mungkin Arya sudah di tariknya sejak tadi.
Arya tersenyum saat melihat Azzura sudah memejamkan matanya, sudah siap sekali gadis itu ingin diciumnya. Tapi sayang bukan itu tujuannya sekarang. Arya merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kalung berlian dengan bandul huruf A, seperti sebuah inisial nama mereka berawalan huruf A.
Azzura tersadar pelan saat kulit lehernya seperti tersentuh dengan sesuatu yang dingin. Azzura membuka mata pelan dan melihat Arya sedang memasangkan kalung padanya.
"Apa ini Ar...?" tanya Azzura saat menunduk dan melihat sebuah kalung beinisial A sudah melingkar di lehernya
"Hadiah kecil untuk mu,,," jawab Arya lalu merapikan rambut Azzura
"Kamu suka?" tanya Arya saat melihat Azzura masih melihat kalung pemberiannya dan menyentuhnya
"Iya,, terima kasih,,," jawab nya
"Aku mencintaimu,," ucap Arya
Azzura mengangkat wajahnya hingga mereka kembali bertatapan. Tidak menjawab, tapi gadis itu hanya tersenyum
"Kenapa tidak menjawab,,?" tanya Arya
"Jawab apa?" tanya Azzura
__ADS_1
"Aku tadi menyatakan perasaanku, Aku mencintaimu Azzura,,, apa kamu masih belum mencintaiku?" tanya Arya gemas sendiri
Azzura lalu tersenyum kecil,
"Sedikittttt" jawabnya sambil menunjukkan jarinya berbentuk huruf C tapi diturunkan
"Jawaban apa itu sedikit?" tanya Arya
"Ya sedikit, aku menyukaimu, tapi masih sedikit,," jawab nya dengan terkekeh
"Ya ampunnn,,, jadi baru sedikit yah,,, ya sudah gak papa, kan sedikit sedikit lama lama penuh juga hatimu dengan cintaku!" ucap Arya lalu mentoel hidung mancung Azzura
"Yang penting sudah cinta, meski masih sedikitttt, aku tidak akan menyerah!" ucap Arya
Azzura mengangguk saja dan membiarkan Arya menggenggam tangannya
"Aku pikir,,, kamu tadi mau mencium ku!" ucap Azzura
Arya tersenyum, lalu satu tangannya mengusap pipi Azzura
"Kamu Mau?" tanyanya meminta izin
Azzura tidak menjawab, tapi kepalanya mengangguk dengan senyum malu malu
Arya senang sekali melihat itu, dia juga ingin menyesap bibir manis Azzura lagi. Sejak merasakannya sekali, setiap malam Arya selalu terbawa mimpi.
Sepertinya hari ini Arya kejatuhan durian runtuh, dan Arya tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini,
"EHEEEM!!"
Jantung keduanya seakan merosot saat mendengar deheman cukup keras . Lalu keduanya menoleh, dan wajah keduanya langsung di buat pucat,,,
Papa Angga dan Mama Zara menatap mereka dengan tatapan tajam mencekam.
"Aduh,, bagaimana ini,,,,??" keduanya ketar ketir
.
.
.
.
Bahahahah lokak di omelin lu bedua 😅 SIAP SIAAAAAPPPP!!!!
__ADS_1