Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Bagus Juga Idenya,,,


__ADS_3

Axel terlihat sangat percaya diri saat memaparkan penawarannya kepada pihak rumah sakit. Selain penawarannya yang cukup menarik, design bangunannya juga terlihat bagus, Axel juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dia yakin akan memenangkan tender itu.


"Demikian penawaran dari kami, tentu kami adalah perusahan yang memegang teguh komitmen, memiliki track record yang baik dan tidak memiliki masalah apapun dengan perusahaan manapun menjadi pertimbangan pihak rumah sakit untuk memilih penawaran kami. Sekian dan terima kasih,," ucap Axel menutup pemaparannya pagi itu.


Sengaja Axel mengatakan seperti itu, untuk menyinggung perusahaan Arya yang memiliki reputasi buruk di dalam dunia bisnis kontraktor belakangan ini. Dan Axel memanfaatkan kondisi itu untuk membuat Arya minder tentunya.


"Dia berniat ingin menjatuhkan perusahaan ku di mata pihak rumah sakit,,,!" Arya menggenggam erat tangannya, sedang meredam rasa kesalnya pada Axel. Sementara Axel terlihat sedang tersenyum sinis saat bertatapan dengan Arya.


Kesempatan ke dua di berikan kepada perusahaan Sukses Karya untuk memaparkan penawarannya kepada pihak rumah sakit. Penawaran dan juga design bangunannya juga cukup menarik, tak kalah dengan milik Axel yang sudah di paparkan. Terlihat persaingan semakin ketat.


Kesempatan ke tiga di berikan kepada perusahaan Arya untuk memaparkan penawaran mereka kepada pihak rumah sakit. Kemudian Arya dan timnya bersiap untuk maju kedepan.


Arya menyampaikan sambutan sebentar lalu dia memberi waktu kepada Asistennya untuk memaparkan nilai penawaran mereka. Sementara itu, Arya membongkar sebuah kardus berukuran sedang, semua orang di buat penasaran, saat Arya mengeluarkan isi kadus itu, semua orang di buat tercengang. Ternyata Arya mengeluarkan miniatur bangunan yang dia design sama persis dengan yang di paparkan oleh timnya.


"Ini miniatur yang kami buat sendiri. Boleh jika Dokter Angga ingin melihat lebih dekat" ucap Arya


Penasaran, Papa Angga, dan yang lainnya berdiri lalu melihat miniatur yang di buat oleh Arya, sampai Axel dan yang lainnya terperangah, tidak kepikiran untuk membuatnya juga.


"Jadi nanti akan di buat seperti ini. Di dalamnya juga bisa di lihat, tinggal kita buka bagian sini,," ucap arya lalu membuka bagian atas miniatur yang dia buat, kemudian terlihat semua isi di dalamnya.

__ADS_1


"Bagus juga idenya!" Papa Angga membatin


Semua yang melihat miniatur itu manggut manggut saat mendengar penjelasan Arya mulai dari depan , kedalam dalamnya dan sampai bagian belakang.


"Aku tidak yakin dengan penawaran yang kalian tawarkan bisa membangun bangunan ini sampai selesai" ucap Rangga


Axel tersenyum kecil, dia senang sekali jika ada yang meragukan Arya


"Kenapa tidak yakin? Anda bisa melihat kembali RAB yang kami buat untuk membangun bangunan ini nanti. Terbangun ataupun tidak tergantung pada manajemen proyeknya bagaimana menjalankannya" jawab Arya


"Cukup menarik, tapi melihat reputasi buruk perusahaan anda, itu sangat beresiko sekali!" ucap Axel


"Boleh saya menjelaskan soal ini?" tanya Arya saat melihat ke arah papa Angga


"Beberapa tahun terakhir, saya mengalami kecelakaan, dan setelah kejadian itu perusahaan di jalankan oleh Rena dengan semena mena. Di masa itulah perusahaan banyak mengalami masalah hingga perusahaan kami mendapat reputasi buruk. Dan saat ini kami sedang berusaha untuk bangkit lagi" ucap Arya


"Jika tidak percaya dengan apa yang saya katakan, saya memiliki bukti bukti nya. Tidak masalah jika pihak rumah sakit ingin mengetahuinya.." imbuh Arya


"Karena saya yakin perusahaan kami bisa menyelesaikan proyek ini dengan baik jika di beri kesempatan. Demikian pemaparan kami, terima kasih " ucap Arya

__ADS_1


Sepertinya papa Angga sedang mempertimbangkan, perusahaan mana yang akan dia pilih.


Kemudian para tamu di persilahkan untuk istirahat sebentar, sementara pihak rumah sakit akan berdiskusi lebih dulu. Tidak bisa langsung di putuskan mengingat semuanya adalah keputusan bersama.


"Jangan senang dulu,, jangan bangga hanya membawa miniatur begitu tawaranmu diterima. Siapa yang mau bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki reputasi buruk?"


Arya menoleh dan melihat yang bicara seperti itu ternyata salah satu pesaingnya.


"Saya pun pasti tidak mau mengambil resiko, uang sudah keluar banyak tapi bangunan tidak jadi. Apa perusahaan anda tidak butuh uang? Membuat RAB mepet sekali, mau cari untung atau sekedar amal? CK! Tidak habis pikir!" ucapnya lagi


Arya hanya tersenyum kecil saja, tidak ingin menanggapi ucapan lawan bicaranya. Semua sudah di pikirkan, meski hanya mengambil untung sedikit, tapi Arya bisa membangun kepercayaan publik untuk perusahaannya lagi jika dia bisa mendapatkan proyek besar itu. Jangkauan Rumah sakit Tri Medika pusat sangat luas, Selain itu juga, yang paling utama adalah mendapatkan hati putrinya pemilik rumah sakit itu.


"Kita umumkan sekarang,,,"


.


.


.

__ADS_1


.


Ayo semua pada bariss,, papa Angga mau bacakan pengumuman pemenang tender rumah sakit😁😅


__ADS_2