Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Jadi Kepikiran


__ADS_3

Mendapat kesempatan untuk memaparkan penawarannya kepada pihak rumah sakit, tentu kesempatan ini tidak akan di sia siakan oleh perusahaan Arya maupun perusahan Axel. Keduanya akan unjuk gigi dan membuktikan jika perusahaan diantara mereka layak untuk mendapatkan proyek itu. Tidak banyak waktu yang di gunakan untuk bersiap, karena besok adalah waktunya.


Arya juga tidak pulang ke rumah, dia akan menyiapkan persiapan untuk besok dengan baik agar dia bisa membuktikan dia layak untuk Azzura. Tapi sayang, kondisi tubuhnya yang belum pulih benar, membuat pria itu akhirnya lemas dan sekarang sedang berbaring di atas ranjang dengan tangan yang sudah terpasang jarum infus, sementara pekerjaannya di handle oleh Asistennya.


Karena rindu seharian tidak melihat senyum gadis pujaannya, Arya memberanikan diri untuk menghubungi Azzura.


"Arya Video Call?" ucap Azzura saat melihat ponselnya. Saat ini gadis itu sedang di kamarnya sendiri di rumah keluarga besar Dermawan. Lalu Azzura menggeser layar ponselnya.


Senyum Arya langsung mengembang saat melihat wajah cantik Azzura yang sedang menatapnya


"Assalamualaikum,," ucap pria itu


"Wa'alaikumsalam, ada apa?" tanya Azzura


"Rindu,, apa lagi? Seharian aku tidak melihat senyummu, aku sampai lemas,, lihat ini, aku sampai di infus,,, aku pun masih di kantor sekarang" ucapnya sambil mengadu


Azzura sampai berkerut kening saat melihat tangan Arya sedang di pasang jarum infus


"Kamu sakit?!" Ucap Azzura yang langsung membenarkan posisi duduknya


"Lemes aja sedikit,, " Jawab Arya


"Pasti kecapekan kerja jadi sakit! " ucap Azzura


"Kan sudah di bilang tadi, aku rindu sama kamu,, di cuekin terus sihhh,," jawab nya


Azzura mengerucutkan bibirnya, sebenarnya dia juga sedikit rindu, tapi di tepisnya saja karena dia sedang galau


"Sudah istirahat saja, biar cepat sehat. Aku juga mau tidur yah,, daaa Assalamualaikum" ucap Azzura


"Loh,,,,," Ucapan Arya tergantung karena Azzura sudah mematikan ponselnya lebih dulu.


"Wa'alaikumsalam,, baru mau kangen kangenan, ehh malah di matiin. Susah banget sih dapetin hati kamu la,,, mau di seriusin malah gak di respon,,, mau di lepasin,,, sudah terlanjur cinta,,, " Arya menghela nafas kasar saat menatap foto Azzura di ponselnya.


Sementara itu, Azzura memang memejamkan matanya, tapi pikirannya tidak tenang, gelisah tak karuan.


"Kenapa aku jadi kepikiran pria itu?! Aarrrgghhhh!" Azzura kesal sendiri, mau tidur juga tidak bisa. Akhirnya Azzura beranjak dari tempat tidur lalu berganti pakaian. Melihat jam masih menunjukkan pukul 8, Azzura ingin mendatangi Arya di kantornya untuk melihat kondisi pria itu secara langsung.


Saat Azzura turun, dia bertemu dengan papa dan mamanya yang sedang asyik bercanda bersama

__ADS_1


"Loh mau kemana la?" tanya mama saat melihat Azzura sudah rapi


"Ulla mau ke tempat teman ma, sebentar aja ya ma, pa,, mau jengukin dia lagi sakit" jawab Azzura


"Siapa? Gak bisa besok aja?" tanya papa


"Ada pa, temen Ulla, sebentar aja ya, besok Ulla banyak kerjaan gak sempet buat jengukin, sebelum jam 10, Azzura janji sudah pulang kerumah" jawab Azzura


"Nyetir sendiri?" tanya mama


"Gak lah, nanti Azzura minta tolong pak Bon untuk nyetirin mobil Ulla" jawab Azzura


"Ya sudah kalau begitu, pergi saja . Hati hati ya,," ucap mama


"Kalau ada apa apa segera hubungi papa, papa akan disini sampai kamu kembali kerumah" ucap papa Angga


"Iya pa,,," jawab Azzura


Setelah berpamitan, Azzura langsung keluar dan pergi menuju ke kantor Arya.


Tak lama dari Azzura pergi, Azzam baru saja keluar dari dapur sambil membawa potongan buah yang baru saja dia potong potong dan ingin dia makan sendiri


"Cepat ikuti adik mu! Papa takut terjadi apa apa padanya!" ucap papa Angga


"Memang ulla kemana?" tanya Azzam


"Mana papa tau, makanya papa suruh kamu ikutin dia! Sini buahnya untuk kami saja!" ucap papa kemudian berdiri dan mengambil alih piring buah Azzam


"Baru juga mau makan buah,, sudah di suruh suruh aja!" protesnya.


Mama Zara terkekeh saja melihat putranya ngedumel saat di suruh papanya.


"Assalamualaikum!" ucap Azzam sambil menyaut kunci mobil di gantungannya


"Wa'alaikumsalam,,,," jawab papa dan mama bersamaan.


Tidak mungkin papa Angga akan melepaskan Azzura pergi begitu saja tanpa pengawasan.


...

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Azzura sudah sampai di kantor Arya. Ternyata kantor itu masih ramai, baru kali ini, Azzura mendatangi kantor itu


"Bener ini kantornya,, " ucap Azzura saat melihat kartu nama perusahaan yang pernah Arya berikan kepadanya.


Kemudian Azzura masuk kedalam lobby dan menemui pegawai resepsionis.


"Permisi kak, saya ingin bertemu dengan pak Arya,," Ucap Azzura


"Apa anda sudah membuat janji Nona?" tanya resepsionis


"Oh harus buat janji dulu yah?" tanya Azzura


"Iya betul, kalau ingin bertemu dengan atasan kami, harus membuat janji lebih dulu" Jawabnya


"Ohh,, saya belum buat janji sih, emm,, tapi tolong sampaikan ke pada atasan anda, Saya Azzura ingin bertemu dengan dia. Saya tunggu ya kak,,, tolong" ucap Azzura


Melihat Azzura datang dengan berpakaian rapi dan cantik, juga membawa paperbag yang ntah isinya apa. Pegawai itu yakin jika gadis di depannya ini pasti kenal dengan atasannya.


"Baik tunggu sebentar ya"


Lalu resepsionis itu menelfon ke sekertaris Arya, dia menyampaikan jika ada seorang wanita bernama Azzura ingin bertemu. Kemudian sekertaris Arya masuk kedalam ruangan kerja Arya dan menyampaikan pesan itu kepada Asistennya yang sedang bekerja di dalam.


"Aku akan sampaikan kepada tuan Arya, tunggu" ucapnya lalu mengetuk pintu ruang istirahat Arya


"Ada apa?" tanya Arya yang sudah ingin memejamkan matanya


"Tuan, ada wanita bernama Azzura ingin bertemu dengan anda" ucapnya


"Apa?! Azzura?!"


Arya langsung duduk kaget sampai lupa jika tangannya sedang di infus


"Aaaww! Sakit!"


.


.


.

__ADS_1


.


Hahahaha sangking senengnya ya Ar mau di jengukin neng Ulla🤭


__ADS_2