Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Pria Jahat


__ADS_3

"Queeennnnnnn!"


Zaky berteriak teriak seperti orang kurang waras saat sampai di tempat dia menurunkan Queen. Dia masih ingat betul tempat itu. Rasa khawatir menyergap hati pemuda itu karena sampai di tempat dia tidak melihat Queena.


"Kemana kamu Queen!" teriak Zaky lagi


Sumpah dia akan sangat merasa bersalah jika sampai Queen kenapa napa.


"Bdooohhh! Dasar Bdooh! Aarrgghhh!"


Kemudian Zaky memutuskan untuk masuk kedalam kebun kebun durian. Yang ntah milik siapa. Mungkin saja Queen masuk kedalam kebun itu.


"Queeennnaaaaaa!! Kamu dimana!" Zaky terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Pikirannya sudah berkecamuk, tidak ada hal lain selain ingin menemukan Queen. Berharap gadis itu baik baik saja.


Sementara itu, Queena sedang berada di pondok kecil besama seorang pria paruh baya dan juga istrinya. Mereka sedang menikmati buah durian yang jatuh dari pohonnya. Sangat manis dan Queen sangat menyukai buah yang satu itu. Tidak mau di kasih gratis, gadis itu tetap akan membayarnya.


"Pak, apa bapak membawa ponsel?" tanya Queena


"Tidak nak, kami tidak punya ponsel. Kalau kamu mau menelfon keluarga mu, ikut ke rumah kami. Nanti kami pinjamkan ponsel nya Rudi. Pasti anak bapak sudah pulang sekolah" jawab pria paruh baya itu


"Oohhh iya iya boleh, nanti saya pinjem ponselnya ya pak. Saya mau minta jemput papah saya" jawab Queena


"Iya boleh.."


Zaky terus masuk perkebunan, berteriak teriak memanggil nama Queen. Pemuda itu semakin di buat cemas karena Queen tidak kunjung dia ketemukan


"Queennnn"


Queen mematung saat samar samar mendengar namanya di panggil. Gadis itu langsung mengedarkan pandangannya kesana kemari, seperti suara Zaky, tapi tidak mungkin pemuda jahat itu kembali ke tempat dimana dia diturunkan.


"Nak Queen, sepertinya ada orang yang mencari mu" ucap bapak


"Iya,, itu,, ibu juga dengar"


Queen berdiri, penasaran sekali, apa benar Zaky datang lagi untuk mencarinya.


Tak lama, benar saja,, Queen semakin melebarkan matanya saat melihat Zaky berjalan sambil terus meneriaki namanya. Terdengar sampai suaranya serak karena terus berteriak teriak.


"Kak Zaky?!" Queen membatin, ada rasa senang karena pemuda itu kembali mencarinya, tapi ada rasa kesal juga karena pria itu sangat tega meninggalkannya. Queen tidak akan mau memaafkan Zaky, karena pria itu, dia hampir di celakai oleh orang andai saja tidak ada pak Herman dan istrinya yang menolongnya.


"QUEEENNN!" Teriak Zaky saat melihat Queen berdiri di depan pondok dan saat itu juga sedang menatap ke arahnya.

__ADS_1


Ada rasa berkecamuk, saat Zaky melihat Queen baik baik saja. Lalu pemuda itu berlari ke arah Queena berdiri


"Queen,, kamu gak papa kan?! Maafkan aku, tidak seharusnya aku meninggalkan mu sendiri disini. Apa,,, kamu terluka? Katakan padaku Queen" ucap Zaky dengan perasaan campur aduk.


"Jangan Sok Peduli!!" Pungkas Queen


"Queen,, aku benar benar minta maaf, aku,, memang sempat kesal padamu, tapi aku kembali karena aku khawatir sama kamu" ucap Zaky


Rasanya ingin senang karena di khawatirkan, tapi Queen tidak akan goyah begitu saja. Dia akan memberi pelajaran pada Zaky.


"Baru kali ini aku bertemu dengan pria yang sangat jahat seperti kamu! Apa kamu tidak pernah berpikir, menurunkan gadis dipinggir jalan sendirian! Kalau sampai kenapa napa gimana?!!" sarkas Queen.


"Ayo pak, bu, kita pergi sekarang! aku tidak kenal dengan orang ini! Dia orang jahat!" ucap Queena lagi


"Queen,, Queen,,maafkan aku,, aku menyesal melakukan itu. Ayo Queen pulanglah bersamaku" ucap Zaky sambil menarik narik lengan Queena tapi gadis itu terlihat tidak peduli.


Pak Herman dan istrinya berfikir, mungkin mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang berantem, dan keduanya terus mengikuti Queena yang berjalan menuju jalan besar.


"Queen, maafkan aku,," ucap Zaky dengan wajah memohon


"Aku tidak akan memaafkan kamu, pria jahat!" jawab Queen


"Pulanglah sendiri! Aku akan meminta papah ku untuk menjemput ku!" Queen mengibaskan tangannya yang saat itu di pegang Zaky


Queen terus berjalan sedang Zaky berhenti melangkah sambil berfikir apa yang bisa dia lakukan sekarang.


Queen langsung menganga saat tubuhnya melambung tidak menginjak tanah. Dia sangat kaget karena tiba tiba Zaky menggendongnya tanpa permisi.


"Pak kami permisi yah, terima kasih sudah menyelamatkan kekasih saya!" ucap Zaky lalu berlari sambil menggendong Queena, untung saja gadis itu tidak gemuk, jadi tubuhnya yang mungil itu mudah saja di angkat dan di bawa lari.


"Turunkannnnn akuuu!!!" Teriak Queena.


Zaky seperti tuli, pemuda itu terus saja menggendong Queen meski gadis itu meronta ronta minta di turunkan. Tadi Zaky sudah memberikan uang kepada pak Herman dan istrinya sebagai tanda terima kasih, barulah Zaky pamit lalu menggendong Queen dan membawa nya pergi.


Sampai di tepian jalan besar, Zaky menurunkan Queen di depan mobilnya, lalu Zaky merogoh saku celananya untuk mengambil kunci mobil


"Aku tidak mau pulang dengan mu!" Teriak Queen


"Diam! Atau aku cium bibirmu!" Ucap Zaky penuh ancaman


"Enak saja!" Sarkas Queen

__ADS_1


"Masuk!" perintah Zaky


"Gak! Aku gak mau masuk!" Queen merajuk, gadis itu melipat kedua tangannya di depan dan menatap Zaky dengan tatapan permusuhan


"Aku akan benar benar menciummu disini kalau kamu tidak mau masuk Queen!" ucap Zaky dengan penuh penekanan


Queen mencibik, dia kesal dan menghentakkan kakinya ke tanah.


Lalu gadis itu masuk kedalam mobil Zaky yang sudah dibukakan oleh pria itu tadi. Setelah Queen masuk, Zaky segera menutup pintu dan berlari ke bagian kursi kemudi. Saat masuk, Queen diam dan memasang wajah cemberut.


"Pasang seat belt nya Queen" ucap Zaky


Tapi Queen tidak memperdulikan ucapan Zaky. Jadilah pria itu langsung memasangkan seat belt Queen,


"Maafkan aku,,," ucap Zaky dengan sangat pelan. Tapi Queen membuang muka ke samping.


Sementara itu, Azzura dan Arya sudah berada di butik Nina. Keduanya sedang memilih milih pakaian mana yang aka mereka pakai untuk acara akad nikah nanti.


"Aku tidak suka ini, ini terlalu terbuka sayang,," ucap Arya


"Bisa di pakaikan manset nanti Ar, kamu tidak perlu khawatir" jawab Nina


"Iya,, yang di bilang tante Nina benar, ini bisa di pakaiin manset" jawab Azzura


"Yang lain saja ya,, sungguh aku gak suka kamu pakai ini" ucap Arya


"Ya sudah kamu saja yang pilih!" jawab Azzura, bukan sekali ini Arya menolak pilihannya, tapi ini sudah yang ke lima dan Arya menolak semua pilihan Azzura


"Coba lihat yang ini,,," ucap Arya saat menunjukkan kebaya putih yang menurutnya cocok di pakai azzura


"Yakin ini?" tanya Azzura


"Iyaaa,,," jawab Arya


Azzura menurut saja, lalu gadis itu membawa kebaya itu kedalam ruang ganti. Sementara Nina menyiapkan beberapa pilihan jas yang bisa di pilih oleh Arya. Melihat Nina pergi, Arya mencuri kesempatan untuk menyusul Azzura.


.


.


.

__ADS_1


.


Wahh mau ngintip ya Arya?!


__ADS_2