
Arya terlihat menahan senyum saat mendengar ucapan Azzura. Sedang Om Rizal di buat diam karena ucapan Azzura
"Iihh siapa bilang?!" jawab Om Rizal
"Aunty lah,, bahkan saat pertama kali,,,,!" Azzura tidak dapat lagi melanjutkan ucapannya karena mulutnya di bekap oleh Om nya sendiri
"Jangan di lanjutkan lagi!! Sudah cukup bahas nya! Pokoknya awas kalau kalian macem macem! Om aduin papa baru tau rasa!" sungut Om Rizal sambil menahan malu
"Ish ngancem!" ucap Azzura lalu terkekeh sendiri.
Rizal cuek saja , lalu mengajak Arya berbicara hal lain.
Cukup lama mereka berada disana, Setelah Azzura di ajak berkeliling untuk melihat pekerjaan proyek, Azzura ingin pulang, lebih tepatnya dia ingin kembali ke Apoteknya. Om Rizal juga akan pergi kembali ke Rumah sakit setelah melihat perkembangan pembangunan proyek. Kemudian mereka berpisah dan mengambil jalan masing masing.
Saat mengantarkan Azzura ke Apotek, Arya tak lepas menggenggam tangan gadis itu.
"Aku tidak tau sedekat apa dulu kamu dan Om juga Aunty Ly. Kenapa kamu bisa tau semuanya?" tanya Arya
Azzura tersenyum kecil mengingat masa lalunya
"Udah deket dari jaman mereka belum nikah, dulu Aunty kuliah di luar negeri, sedang Om kerja di rumah sakit papa. Om Rizal orang yang baik, bahkan dulu aku pernah ikut tinggal bersama mereka selama berbulan bulan setelah mereka menikah, tapi itu sebelum Aunty hamil" jawab Azzura
"Benarkah? Pantas saja kalian terlihat sangat dekat, bahkan aku sempat cemburu!" jawab Arya lalu menyenderkan kepalanya di bahu Azzura
"Bukannya semua pria yang dekat dengan ku, kamu cemburui?!" cetus Azzura
Arya terkekeh sambil mengangguk
Plaakkkk
"Lepaskan tanganmu!! Jangan curi curi kesempatan ya!!" sungut Azzura saat tangan Arya beralih merengkuh pinggangnya
"Ya ampunn,,, galak bangett sihhh, calon istri kuu?!" ucap Arya dengan wajah merajuk
__ADS_1
Dalam hati Zaky terkekeh, melihat tuannya yang biasanya galak, begitu mendapatkan pawangnya langsung meleyot tidak ada wibawanya sama sekali. Baru kali ini, Zaky melihat Arya benar benar bucin akut pada seorang wanita.
Anehnya kali ini Azzura tidak protes saat Arya menyebutnya calon istri.
"Aku ingin seperti ini setiap hari,," ucap Arya sambil berbisik
Azzura lalu menoleh hingga tatapan keduanya tak sengaja bertemu
Cup!
Azzura terkejut saat pipinya di tiba tiba kecup
"Aryaaaa!!iiihhhh messuuummm!" teriak Azzura lalu mendorong Arya sekuat tenaganya. Arya yang tidak ada persiapan akhirnya terdorong ke belakang, tapi tangan pria itu menarik pinggang Azzura hingga gadis itu ikut bergerak ke arahnya.
Jedug!
"Aduh!"
Keduanya mengaduh sakit saat kepala mereka malah saling membentur. Bukan hanya karena tarikan Arya, tapi karena Zaky tidak melihat jika di depan ada polisi tidur
"Aduh! Maaf tuan, nona, saya tidak melihat ada polisi tidur" ucap Zaky dengan jantung deg degan
" Lagian kamu juga kenapa menarik ku hah?!" ucap Azzura memarahi Arya
"Itu karena kamu mendorong ku sayang,,,,,udah gak papa gini aja posisinya" ucap Arya dengan senyum manisnya
"Enak saja! Kau mau mencuri kesempatan dalam kesempitan! Lepaskan aku!" ucap Azzura merubah mode galak
Meski rasanya enggan, tapi Arya melepaskannya juga. Lalu Azzura kembali duduk di tempatnya semula. Rasanya jantungnya tidak aman jika terus berdekatan dengan Arya.
"Jangan marah yahh,,," bujuk Arya
"Hem" sahut Azzura membuang muka ke arah lain
__ADS_1
"Maakssiihh,,,, Cup!" Azzura membulat saat Arya mencium bahunya
"Menyingkir ulat bulu!"
...
Sampai di Apotek, Azzura diantar Arya masuk kedalam Apotek, meski gadis itu sudah melarang, tapi Arya tetap ingin mengantar gadis itu sampai di ruangnya. Tidak peduli banyak orang yang melihat kedekatan keduanya.
"Aku sudah sampai di ruanganku, pulanglah,," ucap Azzura
Arya membuka pintu ruangan, lalu mempersilahkan Azzura untuk masuk kedalam
"Aku akan memastikan kamu duduk di sana, baru aku akan pergi" jawab Arya menunjuk kursi kerja Azzura
Azzura menghela nafas, lalu dia masuk dan Arya juga ikut masuk,
"Aku pergi ya,," ucap Arya
"Iya" Jawab Azzura lalu meletakkan tasnya diatas meja kerjanya
"Hanya itu?" tanya Arya
"Terus apa lagi Aryaaa,,," Azzura berbalik dan sangat terkejut saat bibir nya di kecup, singkat tapi dalam.
"Aku pergi,, " Ucap Arya dengan tersenyum manis
Jantung siapa yang tidak ingin meledak tiba tiba, jika seperti ini?
.
.
.
__ADS_1
.
Piye neng? Masih bisa napas gk? 🤣