
"Awas Ngiler!"
"Ish! Apaan sih!" Azzura tersadar setelah sempat mengagumi sosok pria gagah di depannya. Ada rasa yang mendorong gadis itu untuk menyentuhnya, tapi itu tidak boleh!
"Cepat berbalik!" perintah Azzura, dan Arya tersenyum setelah itu dia berbalik sesuai perintah Azzura
Azzura melihat ada luka cukup besar di punggung Arya akibat terkena ujung tangga saat menyelamatkannya.
"Lukanya cukup parah, aku obati lukanya setelah itu kita ke rumah sakit untuk memeriksa apa ada luka dalam atau tidak ya" ucap Azzura sambil membersihkan luka Arya
"Iya sayang" jawab Arya
Hati Azzura langsung berbunga bunga, saat Arya memanggilnya dengan sebutan sayang. Diam diam keduanya senyum senyum sendiri
Sementara itu, Zaky terlihat galau sendiri. Pria itu bingung harus melakukan apa, katanya Arya terluka dan akan di bawa ke rumah sakit, dan mereka berdua berada di dalam mobil. Harusnya mobil itu langsung berjalan menuju ke rumah sakit, tapi mobilnya masih tidak bergerak.
"Apa yang dilakukan Tuan dan Nona Azzura didalam? Apa nona akan mengobati tuan?" ucap Zaky.
Karena penasaran Zaky pun berjalan mendekati mobil Arya.
"Ahhh,, pelan pelan sayang,,,,," ucap Arya
"Ini sudah pelan pelan" jawab Azzura
Tak sengaja mendengar, Zaky langsung mendelik matanya
"Astagaaaaaa! Apa yang mereka lakukan?!" Ucap Zaky
"Kamu kenapa?!"
Sontak Zaky terjingkat saat bahunya di tepuk dengan cukup kuat mengagetkan. Belum pulih terkejut mendengar suara Arya dan Azzura kini malah di kagetkan lagi, bisa bisa jantungan Zaky.
"Astaga!" Zaky langsung berbalik dan melihat dokter Rangga sedang menatapnya tajam
"Dokter,," ucap Zaky malah jadi tegang sendiri
"Saya tanya! Kamu kenapa?!" tanya Rangga menangkap ada sesuatu yang tidak beres.
Zaky gelagepan, pria itu bingung mau menjawab apa sekarang. Apa yang dia dengar tadi? Apa Arya dan Azzura melakukan hal tidak tidak di dalam mobil?
__ADS_1
"Jawab?!" sarkas Rangga
"Itu dokter, tadi ada insiden di lapangan. Tuan Arya ketimpa tangga saat menyelamatkan Nona Azzura" ucap Zaky dengan tubuh sedikit gemetar. Rasa rasanya Arya sudah sangat galak, tapi melihat Dokter Rangga ternyata jauh lebih galak di bandingkan Arya. Wajah tampannya itu bisa langsung berubah menyeramkan ketika marah.
"Apa?!"
"Terus kenapa kamu masih ada disini? Mobilnya masih disini juga?! Dimana adikku?!" tanya Rangga sudah seperti bom bordir yang menghujani Zaky.
"Mereka, mereka,,"
Rangga langsung memiliki insting, jika mobil Arya masih ada disini, pasti pria itu ada didalam, tunggu! Ada Azzura, dan mereka berada di dalam mobil berdua.
Tanpa menunggu siapapun, tanpa izin siapapun. Rangga menyingkirkan Zaky dan langsung membuka pintu penumpang mobil Arya. Dan betapa terkejutnya Arya dan Azzura karena pintu mobil tiba tiba terbuka, lebih terkejutnya lagi melihat Rangga yang membukanya.
"Kak Rangga?!" ucap Azzura dengan wajah terkejut
Rangga sedikit bernafas lega saat melihat adiknya masih berpakaian lengkap, hanya saja Arya memang tidak memakai baju, tapi dia berbalik badan dengan luka yang sedang di obati Azzura.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Rangga
"Aku,, aku hanya mengobati luka Arya kak, tadi dia ketimpa tangga saat menolongku" jawab Azzura
"Menyingkirlah, biar kakak yang periksa!" ucap Rangga kepada adikknya
Azzura menurut, lalu gadis itu keluar dari mobil dan bergantian dengan Rangga yang masuk kedalam mobil. Saat Azzura bertemu Zaky, gadis itu heran melihat Asisten calon suaminya itu terlihat pucat
"Kamu sakit?!" tanya Azzura
"Tidak nona" jawab Zaky lalu menunduk
"Kenapa wajahmu pucat?!" tanya Azzura
"Oh,, mungkin karena terik matahari" jawab Zaky asal
"Aneh kamu!" ucap Azzura lalu masuk kedalam mobil bagian depan dan melihat Rangga yang sedang mengobati Arya
"Luka nya lumayan dalam, sebaiknya bawa ke rumah sakit untuk di jahit. Dan periksa ke dokter ortopedi, siapa tau ada luka dalam" ucap Rangga
"Tadi rencananya juga gitu kak" jawab Arya
__ADS_1
Kemudian Rangga membalut luka Arya sedang Arya sejak tadi menahan untuk tidak mengaduh sakit atau yang lainnya. Selesai membalut luka, Rangga menyuruh Zaky untuk membawa Arya ke rumah sakit. Tapi Azzura tidak mau di tinggal, gadis itu pun ikut juga ke rumah sakit sementara Rangga masih di lapangan untuk melihat progres penyelesaian klinik.
"Masih sakit banget?" tanya Azzura sambil mengusap lengan Arya
"Lumayan,, " jawab Arya kemudian merebahkan kepalanya di bahu Azzura
"Perjalanan kita lumayan jauh dari rumah sakit, tidurlah, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai" ucap Azzura
"Iya sayang" jawab Arya
Tangan keduanya masih saling bergandengan, rasanya Arya senang sekali di perhatikan begini. Apalagi melihat perubahan sikap Azzura yang hampir 180° dari pertama kali mereka bertemu.
Sementara itu, di empang mama Sekar, hari itu Axel mengantarkan Vannia yang katanya ingin memanggang ikan di empang Oma nya.
"Pa,, rencana Axel, besok malam Axel ingin melamar Azzura" ucap Axel
"Apa?!"
Papa Dimas sangat terkejut
"Kamu serius?" tanya Papa Dimas
"Iya,, aku serius.." jawab Axel
"Memangnya Azzura mau? Kamu sudah bicara dengannya?" tanya papa Dimas
"Aku belum mengatakan padanya, ini akan jadi kejutan buat dia. Dan aku rasa dia masih cinta padaku. Kemarin dia datang ke kantor menemui ku pa.." ucap Axel
"Lebih baik kamu pastikan saja dulu, itu saran papa" ucap Papa Dimas kemudian beranjak karena Vannia memanggilnya
"Iya sayang,,, kenapa cucu Opa?"
Axel terdiam mendengar ucapan papanya.
.
.
.
__ADS_1
Hehehee hadiahnya duooongggg bestieeee 🤗