Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Beginikah Rasanya Jatuh Cinta?


__ADS_3

Tidak menunggu lama, Azzura langsung di antarkan oleh pegawai resepsionis menuju ke ruangan Arya yang berada di lantai 5. Keduanya memasuki lift karyawan hingga sampai kelantai atas.


"Apa aku harus mandi dulu? Atau ganti baju dulu saja ya? Masak begini saja mau bertemu dengan kekasihku?!" ucap Arya kepada Zaky


"Ya ampunn tuann,, kenapa anda ribet sekali? Begitu saja tuan, jika anda mandi, terus ganti baju, anda terlihat lebih segar! Mana percaya kekasih anda jika anda sedang sakit?! Dan itu sangat membuang buang waktu" jawabnya


"Kamu benar,, tunggu!" lalu Arya mencium ketiak kanan dan kirinya, tidak bauk, lalu menghela nafas ke tangan, masih wangi karena tadi dia sempat makan permen penyegar nafas


"Tolong ambilkan kaca!" ucap Arya


Zaky menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah boss nya yang sedang sibuk sendiri karena ingin menyambut kekasihnya datang, katanya.


Arya berkaca sebentar, melihat wajahnya tetap tampan meski terlihat sedikit pucat, lalu terdengar pintu di ketuk dari luar.


"Ini simpan kacanya! Dan buka kan pintu, aku akan kembali berbaring! " ucap Arya lalu memberikan kaca kepada Zaky, setelah itu dia kembali berbaring dan merubah ekspresi wajahnya jadi lesu.


Zaky keluar dan melihat Roy sudah bersama dengan seorang wanita cantik, pasti itu kekasih tuannya,


"Kak, ini Nona Azzura ingin menjenguk tuan Arya" ucap Roy


"Oh iya nona, silahkan masuk,, tuan ada di ruangan sini, dia sedang istirahat di dalam" ucap Zaky


"Apa dia sedang tidur?" tanya Azzura


"Belum nona, silahkan masuk" ucap Zaky


Azzura mengangguk lalu gadis itu berjalan menuju ruangan dimana Arya sedang istirahat. Saat gadis itu sampai di depan pintu, dilihat Arya sedang berbaring saja tapi langsung menatapnya


"Masuk la,," ucap Arya saat melihat Azzura. Hatinya bersorak gembira karena tanpa dia duga Azzura, datang untuk menjenguknya, Bukankah itu artinya Azzura sangat khawatir padaku? Duhh senangnyaaa,,,,!


Azzura berjalan masuk ke dalam, sedangkan Zaky dan Roy meninggalkan tuan dan kekasihnya di dalam.

__ADS_1


"Jangan mengganggu, kalau kamu tidak mau gajimu di potong kak!" kekeh Roy pada Zaky


"Ck! Aku tidak akan mengganggu! Lagian tugasku sangat banyak! Ternyata kekasih tuan Arya sangat cantik! Aku pikir bidadari tadi!" kekeh Zaky


"Jaga mata mu! Dicolok tuan baru tau rasa!" pungkas Roy


Sementara itu Azzura yang sudah masuk kedalam kamar itu, langsung duduk di dekat Arya. Gadis itu meletakkan paperbag berisi makanan di atas meja dan melihat kondisi Arya yang terlihat sedikit pucat dari biasanya.


"Kalau capek, kenapa tidak pulang ke rumah?! Istirahat dirumah!" ucap Azzura terdengar seperti sedang mengomeli seorang suami


"Kalau aku pulang dalam kondisi seperti ini, yang ada Arka akan cemas. Terima kasih yahhh sudah menjengukku,," ucap Arya dengan tersenyum


"Kamu khawatir ya sama aku?" senyum Arya semakin lebar


"Gak gitu juga,, aku cuma sedikit kepikiran aja" sahutnya lalu membuang wajahnya ke arah lain


"Itu namanya khawatir sayang,,," ucap Arya lalu bergerak dan merubah posisinya jadi duduk


"Aku pengen duduk dan pegang tangan kamu, mumpung kamu disini, obatku sudah datang, aku pasti cepat sembuh" ucap Arya sambil meraih tangan Azzura lalu di tempelkan pada pipinya.


"Apa sih Ar,, nanti ada yang lihat, mereka jadi salah paham,," ucap Azzura berusaha menarik tangannya tapi Arya masih menahannya.


"Tidak akan ada yang masuk kedalam, " ucap Arya


"Ish! Awas kamu macem macem!" jawab Azzura dengan bibir mencibik


Arya tersenyum, masih betah menempelkan tangan Azzura pada pipinya. Kesempatan lain, telapak tangan itu di kecup dengan pelan


"Aryaaaa,,, gelii!" cetusnya lalu Azzura menarik tangannya


"La,, sebenarnya kamu sudah cinta kan sama aku? Iya kan?" ucap Arya menatap Azzura dengan serius

__ADS_1


"Apa sih?! Enggak lah! Jangan GR kamu! Aku kesini cuma pengen lihat kondisi kamu itu aja!" jawab Azzura sedikit nyolot


"Itu bukti kalau kamu peduli sama aku la,, kamu sayang sama aku,," ucap Arya dengan lembut


Azzura terdiam, gadis itu sedang berfikir, apa iya sikapnya itu menunjukkan perasaannya cinta?


"Apa kamu perlu bukti lagi, kalau kamu itu sudah cinta sama aku?! Dan kamu gak akan bisa ngelak soal itu,," ucap Arya dengan tatapan yang serius


"Bukti? Bukti A,,,,"


Azzura terperanjat saat tiba tiba bibirnya terasa di sesap dengan begitu lembut. Sumpah demi apapun, jantungnya sudah ingin melompat keluar ketika tubuhnya di dorong lebih dekat, dan sesapan lembut itu terasa semakin hangat.


"Pejamkan mata mu,," suara itu terdengar sangat merdu, seperti sihir, sampai Azzura menurut dan langsung memejamkan matanya. Lalu Arya kembali menyesap lembut bibir merah Azzura dengan penuh perasaan. Rasanya sangat manis dan begitu menghanyutkan,,,


Tidak cukup satu detik, dua detik, tiga detik bahkan ntah sudah detik ke berapa, Seolah lupa jika sedang sakit, lupa juga sedang di infus, Arya semakin merapatkan tubuhnya dengan Azzura , sampai keduanya bisa merasakan debaran jantung masing masing. Azzura terbuai, sampai tak sadar jika Arya sudah menarik diri dan menatapnya dengan jarak yang begitu dekat


"Lihatlah, bahkan debaran jantung kita sama seirama saat berciuman, itu tandanya kita memiliki perasaan yang sama, Azzura,," ucap Arya tepat di depan wajah Azzura


Azzura membuka mata, tatapannya kian terkunci,,,


Benar, Azzura merasakan debaran yang tak biasa, bahkan seperti ada ribuan kupu kupu terbang dari dalam hatinya sejak tadi. Azzura bertanya tanya, apa ini rasanya jatuh cinta? Kenapa rasanya berbeda saat yang dia rasakan dulu kepada Axel?


.


.


.


.


Jawab gaessss, tuh neng Ulla tanya 😅

__ADS_1


__ADS_2