
Semua mata kini tertuju pada tangga yang sudah dihiasi bunga bunga yang cantik. Namun bunga bunga itu tidak ada apa apanya jika di bandingkan dengan seorang gadis yang baru saja berubah status menjadi seorang istri, dan kini sedang berjalan perlahan menapaki setiap tangga untuk turun kebawah,
Semua mata terpanah melihat cantiknya bagai seorang bidadari yang turun dari kayangan. Bahkan sang Raja sehari itu sampai tidak ingin berkedip saat menatap ratunya turun hingga kini dia datang menghampirinya.
Jantung keduanya sudah deg deg an tak karuan saat mata saling menatap, dan terbit senyum manis menghiasi bibir mereka. Terlihat sangat berseri seri sekali wajah keduanya saat ini. Saat bibir tersenyum, didalam hati saling memuji satu sama lain.
"Ehem,,, mau sampai kapan kalian berdua senyum senyum begitu?! Ini buku nikahnya mau di tanda tangani apa enggak?!" cetus papa Angga membuyarkan tatapan anak dan mantunya. Justru itu mengundang gelegar tawa semuanya.
Azzura dan Arya terlihat sama sama salah tingkah, rasanya sangat campur aduk, bahkan sulit diucapkan dengan kata kata
"Maaf pa" Ucap Azzura dan Arya bersamaan.
"Bisa bareng gitu!" cetus Rangga dan kembali membuat tawa semua orang.
"Udaahhh,, itu di lanjut nanti di kamar saja! Sekarang selesaikan tugas kalian" ucap Opa menyahut
Semua orang terlihat bahagia, namun ada satu orang pria yang kini sedang duduk di antara tamu undangan yang lain. Dia memang bersama keluarga lain, dia tersenyum, tapi hatinya merasa sedih. Andai dia tidak menyianyiakan cinta yang Azzura tawarkan, mungkin kini yang bersanding di sampingnya adalah dia. Tapi semua sudah terlambat,,,,
Hanya ada rasa penyesalan yang saat ini dia rasakan.
"Selamat ya Ra,, atas pernikahan kalian,, semoga kalian berbahagia" ucap Axel saat Azzura dan Arya sudah duduk di pelaminan dengan serangkaian acara sudah terlaksana satu persatu.
"Terima kasih kak, semoga cepat menyusul" jawab Azzura dengan tersenyum
Axel tersenyum kecil, lalu dia juga memberi ucapan selamat kepada Arya .
"Jaga azzura, bahagiakan dia" ucap Axel
"Kau tidak perlu mengajariku, karena aku pasti akan membahagiakannya" jawab Arya.
Setelah itu Axel memilih untuk pergi. Tidak ada lagi yang akan dia lakukan disana, jadi untuk apa tetap disana.
Sementara itu, Queen sedang menikmati makan kecil dan juga jus buah, sambil mengawasi bocil bocil agar tidak membuat rusuh. Kemudian datanglah Arka membawa makanan juga, dan dia langsung bergabung dengan Cyla dan anak anak yang lain.
"Apa aku boleh duduk disini?" sejak tadi Zaky mencari cari kesempatan untuk menghampiri Queen, tapi susah sekali mendapatkan kesempatan itu. Akhirnya dia menggunakan Arka agar bisa mendekati Queena.
"Duduk saja,," jawab Queen
Lalu Zaky duduk di sebelah Queen, pemuda itu hanya minum jus karena tadi sudah makan siang
"Gak makan?" tanya Queen
"Sudah tadi, kamu gak makan?" tanya Zaky
"Aku sedang diet" jawab Queen
"Diet? Apa yang ingin kamu kecilkan lagi? begini saja sudah cantik" ucap Zaky tanpa sadar memuji Queen
__ADS_1
Wajah Queen tiba tiba memerah karena di puji cantik
"Cieeeeeeeeeee Om Zaky,,,!"
Queen dan Zaky mendadak salah tingkah saat bocil bocil menyoraki mereka
"Kayaknya sebentar lagi kamu punya mantu!" bisik mama Zara pada Aunty Liora
"Hahahahaahahah!" Liora malah tertawa mendengar ucapan kakak iparnya, mama Zara pun sampai di buat kaget, sebenarnya apa yang di tertawakan adik iparnya.
"Gak papa kak! Nanti aku ajarkan dia biar jadi istri yang di sayang suami!" jawab Liora
Mama Zara hanya bisa menggeleng geleng kepala.
...
Malam tiba, setelah makan malam bersama seluruh keluarga, Mereka semua berkumpul bersama di ruang keluarga. Semua duduk bersama dengan tawa dan canda ceria. Yang membuat suasana lebih hangat, saat Opa dan Oma bercerita masa lalu mereka. Seperti sedang nostalgia, dan semua orang mendengarkan cerita mereka. Meski sudah berulang ulang, tapi mereka tidak bosan mendengarkannya.
Sudah malam, semua anggota keluarga pun satu persatu pamit untuk istirahat,
"Arya,,,,"
Arya yang baru saja akan membuka pintu kamar Azzura menoleh saat mendengar papa Angga memanggilnya
"Iya pa?" tanya Arya
"Emm,, papa ingin bicara sebentar" ucap papa Angga
"Oh iya pa, ada apa pa?" tanya Arya
Sebenarnya, papa Angga sedikit merasa tidak rela, azzura sudah menikah. Rasanya masih tidak rela jika putri satu satunya itu sudah lagi tidak bergantung kepadanya. Kini dia memiliki sandaran lain, dan papa Angga merasa belum rela
"Apa besok kalian jadi mau ke Bali?" tanya papa
"Iya pa,," jawab Arya
"Sampai berapa lama?" tanya papa Angga
"3 hari pa, tapi itu juga tergantung Ulla nanti" jawab Arya
"Oohh,,,,Tapi kalian,,,"
"Papaaaaa,,, kok ada disini?? Mama loh nungguin papaaaaaa,,,," Mama Zara tiba tiba muncul dan papa Angga terlihat gugup.
"Ayoo kita ke kamar pa,, tadi katanya mau tidur kan, ngantuk kan? Arya pasti cakep juga,, ayooo,," ucap mama Zara sudah menggandeng tangan papa Angga
"Tapi ma,,, paapa,,"
__ADS_1
"Tidak ada tapi tapian,, atau papa mau tidur di luar,,? Atau sama cucu papa?" ucap mama zara penuh ancaman
Papa Angga tidak bisa berkutik, pria paruh baya itu akhirnya ikut tertarik istrinya yang menjauhi kamar Azzura.
"Arya, masuklah kedalam kamar" ucap mama
"Baik ma, terima kasih" ucap Arya
Papa Angga menoleh ke belakang lagi, rasanya dia ingin menarik Arya dan tidak membolehkan pria itu memasuki kamar putrinya. Tapi,, sepertinya tidak akan mudah untuk lepas dari mama Zara. Hingga kedua orang tua itu turun dari lantai atas.
"Alhamdulillah,, waktunya merayakan cinta dengan istriku!" ucap Arya lalu masuk kedalam kamar Azzura.
"Bismillah"
Baru pertama masuk kedalam, Arya dibuat mematung saat melihat istrinya yang sudah berdiri di dekat ranjang dengan mengenakan gaun tidur tipis transparan berwarna merah.
Glek!
Menelan salivah saja sangat sulit, tatapan mata Arya bergaris lurus dengan Azzura.
Ceklek!
Arya menutup pintu dan tak lupa menguncinya, tanpa melihat dimana letak kuncinya, seolah dia sudah hafal dikamar itu.
"Lamaa sekali,,," ucap Azzura lalu berjalan pelan menghampiri suaminya.
"Tadi papa mengajakku bicara sebentar,,," Jawab Arya sambil berjalan sampailah iya berhadapan dengan istrinya.
"Kamu cantik sayang,,," Mulut memuja, tangan bergerilya.
"Aku tau,, karena itu kamu mencintaiku,,," ucap Azzura merasa gelayeran aneh menyerang di seluruh tubuhnya, saat tangan Arya mengusap punggungnya.
"Mari kita rayakan malam pertama kita, dengan cinta,, aku akan menunjukkan padamu, surga dunia yang sesungguhnya,,," bisikan itu terdengar begitu mesra,,,
"Miliki aku seutuhnya say,,,,"
Sebelum mulut itu menyelesaikan tugasnya, Arya sudah meraupnya dan menyesap dengan lebih menuntut dari biasanya bahkan Azzura seperti tidak mengenali sosok Arya yang biasanya.
Keduanya lalu jatuh ke peraduan, mencari posisi yang nyaman sebelum memulai penyatuan.
Arya benar benar tidak bisa menahan, rindu yang menumpuk numpuk seperti gunung, kini sudah meledak.
"Aku mencintaimu Azzuraaaaahh!"
...TAMAT...
Terima kasih yang sudah mengikuti cerita Azzura dan Arya. Selanjutnya Queen sama Zaky di lanjut disini aja yah, tapi gak banyak, cuma beberapa bab aja heheeh....
__ADS_1