Satu Gadis Dua Duda

Satu Gadis Dua Duda
Awas Kamu!


__ADS_3

Sabtu pagi, Karena biasa di hari weekend Azzura mengambil libur tidak ke Apoteknya, Gadis itu menggunakan hari itu untuk bertemu dengan Arya. Ucapan Axel benar benar membuat hati Azzura gelisah sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Azzura sudah sampai di depan rumah Arya dengan membawa makanan Kecil untuk Arka.


"Mamaaaaaa" Teriak Arka saat melihat Azzura datang. Bocah itu sedang melihat pak Abu berkebun di samping rumah


"Arka,, ngapain disitu nak?!" tanya Azzura. Arka langsung berlari lalu menyalami Azzura yang datang


"Liat Pak Abu belkebun" jawab Arka


"Oohhh,,, ini aunty bawakan cookies coklat untuk Arka" ucap Azzura memberikan paperbag berisi cookies


"Makaciihhhhh,,," jawab Arka


Lalu keduanya berjalan masuk kedalam rumah


"Papa mana?" tanya Azzura


"Ada di kamal ma, tadi kelual beljemul, tapi macuk agi" jawab Arka


"Oohhh,, ya sudah temenin ke Kamar papa ya,," ucap Azzura dan Arka mengangguk.


Saat masuk kedalam rumah, mereka melihat Bik Ratih yang mondar mandir membawa barang barang dari gudang. Bik Ratih pun kaget saat melihat kedatangan Azzura.


"Bude mau buat apa? Kok banyak banget bawa tepung?" tanya Azzura


"Eh non, ini,, kami,, disuruh tuan untuk membuat kue, untuk di bawa nanti malam ke rumah non Ulla" jawab Bik Ratih


Agak kikuk, di panggil berbeda oleh bik Ratih. Tapi itu semua mungkin Arya yang sudah menyuruhnya.


"Oohh begitu,, aku mau jengukin Arya,," jawab Azzura


"Tuan ada di kamar, silahkan kalau mau kesana sama den Arka" jawab bibik


"Baiklah, kami kesana" jawab Azzura


Lalu Bik Ratih pergi ke dapur sementara Arka dan Azzura ke kamar Arya.


"Papa Alca macuk"


Ceklek


Pintu terbuka Azzura di kejutkan saat melihat Arya yang baru keluar dari kamar mandi. Keduanya sama sama mematung saat tatapan keduanya bertemu.


"Ayo acuk ma" ucap Arka membuyarkan tatapan Arya dan Azzura


"Um,, aku akan menunggu di luar. Gantilah pakaian " ucap Azzura lalu berbalik dan berjalan keluar. Kemudian Arka mengikutinya.


"Astagaaaaa! Apa yang aku pikirkan! Mesuum sekali!" Azzura membatin


"Ma,, napa mama kelual?" tanya Arka


"Papa akan ganti baju, kita tidak boleh melihatnya" jawab Azzura


"Ooohhh,,,, tapi papa celing liat acu danti baju" sahut Arka


"Iya kalau papa lihat Arka gak papa. Kan Arka masih kecil. Kalau papa kan sudah dewasa, jadi gak boleh di lihat" jawab Azzura


"Apana ma yang ga uleh di liat?" tanya Arka

__ADS_1


Azzura terlihat gelagepan saat di tanya Arka.


Ceklek


Pintu terbuka dan terlihat Arya keluar dari dalam kamar.


"Alhamdulillah,,," Azzura membatin. Dia tidak akan perlu repot repot menjawab pertanyaan Arka.


"La,, kamu kemari?" tanya Arya


"Emm,, iya,, aku,, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu" jawab Azzura tampak canggung


"Boleh,, mau bicara dimana?" tanya Arya


"Umm,, ini sedikit sensitif, mungkin Arka belum boleh tau,," ucap Azzura


"Oke,, Arka,, Arka sama Bik Ratih dulu ya nak, papa sama Mama mau bicara penting" ucap Arya


"Iya pa,, Alca pelgi duyu" ucap Arka lalu pergi


"Kita keruang kerjaku saja" ajak Arya dan Azzura mengekor saja kemana Arya pergi.


Begitu masuk kedalam ruang kerja Azzura terkejut saat tiba tiba di peluk Arya.


"Ar,,,"


"Sebentar saja,," sahut Arya


Azzura tidak bicara lagi, tak lama Arya melepas pelukannya lalu menuntun Azzura untuk duduk di sofa.


"Mau bicara apa?" tanya Arya


"Um,,,"


"Begini,,, Aku ingin bertanya soal keluarga mu, tapi maaf sebelumnya jika mungkin ini akan sangat sensitif... Apa,,, benar,, jika ibu mu dulu seorang,,,"


"Wanita malam?" sahut Arya


Azzura terperangah, jadi,,,,


"Apa itu benar Arya?" tanya Azzura


"Siapa yang memberitahumu?" tanya Arya, wajahnya datar tapi suaranya sangat dingin


"Kak Axel,, dia,, tau,, dari Oma Vannia,," jawab Azzura sedikit terbata


Arya menghela nafas berat, mau di tutupi bagaimanapun tidak akan bisa di tutupi. Bukankah mereka akan menikah? Jadi tidak akan ada yang perlu di tutup tutupi lagi


"Mama dulu bekerja di tempat hiburan sebagai pelayan. Dia bekerja di tempat itu tapi tidak melayani pria pria hidung belang. Sampai saat mama cerita dia baru pulang dari bekerja, mama melihat seorang tamu tempat itu terjatuh waktu mau membuka pintu mobilnya. Mama berniat menolongnya, tapi bukannya pria itu berterima kasih, tapi pria itu malah menodai mama, dan pria itu adalah papa ku. Sejak malam itu, papa tidak pernah melepaskan mamaku, sampai mama benar benar mau menikah dengan papa, dan Cukup lama mama mau menerima cintanya papa. Dan Oma Vannia itu teman sekerjanya mama di tempat hiburan." ucap Arya


Azzura mematung mendengar ucapan Arya.


"Kamu takut jika aku sakit??" tanya Arya


Azzura mengangguk,


"Aku sehat La, aku tidak pernah melakukan sentuhan fisik dengan wanita selain kamu. Tapi aku juga tidak masalah jika kamu menginginkan aku melakukan tes kesehatan. Kita lakukan sekarang" ucap Arya seperti sudah membaca pikiran Azzura


"Mungkin lebih baik begitu, bukan maksudku ingin meragukan mu, tapi,,, hal ini perlu kita lakukan,," ucap Azzura

__ADS_1


"Baiklah, kita ke rumah sakit sekarang" ucap Arya.


Lalu Arya berdiri, begitu juga dengan Azzura. Kemudian keduanya keluar dari ruang kerja Arya dan menuju ke luar rumah. Arya pamit pada Arka begitu juga dengan Azzura.


"Apa kamu merasa tegang?" tanya Azzura


"Tidak,, aku serahkan semuanya kepada yang di Atas apapun hasilnya. Sama seperti keputusan mu nanti, jika hasilnya positif, dan kita tidak bersama, Aku pasrah saja jika ini alasannya" jawab Arya


"Jangan berkata seperti itu, aku ingin kamu sehat!" sahut Azzura


Arya tersenyum, lalu memeluk Azzura dari samping


"Aku mencintaimu" ucap Arya


"Aku juga,," Jawab Azzura malu malu


Gemas sekali, sampai Arya mencubit pipi Azzura.


...


Begitu sampai di rumah sakit Tri Medika Pusat, Keduanya langsung menemui Rangga. Meski dengan wajah jutek, tapi dokter muda itu tetap mau membantu Adik dan calon Adik iparnya.


Setelah melewati rangkaian tes kesehatan, Arya dan Azzura duduk di kursi tunggu untuk menunggu hasilnya.


"Semoga saja hasilnya baik,,, " ucap Azzura


"Aamiin"


Cukup lama mereka menunggu, sampai keduanya sempat ke kantin rumah sakit untuk makan bersama. Lalu kembali ke tempat duduk semua, dan akhirnya nama Arya di panggil oleh suster untuk memberikan hasilnya.


Dengan rasa cukup deg deg an, Arya membuka amplop dan membaca hasil tes kesehatannya, begitu juga dengan Azzura yang tidak sabaran mengetahui hasilnya


"Negatif,,," ucap keduanya


"Alhamdulillah....." sambung keduanya bersamaan


Karena sangking senangnya, Azzura langsung berhambur memeluk Arya, sampai lupa dimana mereka sedang berada.


"Ini RUMAH SAKIT AZZURA!"


Deg!


Azzura langsung melepaskan Arya dan melihat Rangga sudah melototinya.


"Ampuuuunn kak,,, kaburrrr Ar,,,,!" Azzura berteriak lalu menarik Arya dan mengajaknya pergi.


Rangga sampai melongo melihat kelakuan adiknya yang bar bar tak karuan. Sementara Arya terus berlari mengikuti tarikan tangan Azzura.


"Azzurraaaa Awass kamu!"


.


.


.


.


Hhahahaahhaaahah aduin ajaaaaaa ke papa Angga 🤣

__ADS_1


__ADS_2