
"Kalian berdua kok baru sampai?! Bukannya kalian sudah pulang dari tadi?!" tanya azzura
Wajah Zaky terlihat sangat pucat, bahkan keringat nya sudah mulai bercucuran. Karena kekesalannya pada Queen malah jadi petaka baginya.
"Iya betul! Jangan jangan kalian berdua nyeleweng ya?! Jalan dulu ya?!" sambung Arya menatap Zaky yang berwajah pucat. Arya sangat tau, jika wajah asistennya pucat begitu, pasti ada hal yang sedang berusaha dia tutupi.
Sementara itu, Queen melirik ke arah Zaky dan melihat pemuda itu terlihat pucat dan tegang.
"Kalau aku katakan yang sejujurnya, pasti kak Zaky kena marah kak Arya! Kasihan juga,,! Apalagi kalau sampai dia di pecat! Lagian dia salah juga, kenapa ninggalin aku?! Hem,,, tapi dia sudah minta maaf padaku,," Queen membatin
"Tu,,an,, saya,,,"
"Iya tadi kami jalan dulu sebelum pulang. Kan tadi katanya Oma minta belikan mangga, sekalian beli banyak buah untuk persediaan" sahut Queen tanpa melihat Zaky.
Pemuda itu langsung menoleh dan menatap gadis yang sudah menyelamatkan hidupnya dari ancaman di pecat. Zaky tidak menyangka jika Queen tidak memberitahukan kejadian saat mereka tadi bertengkar.
"Sudah sudah, ayo masuk semuanyaa,," ucap Oma saat baru saja sampai di depan rumah dan melihat cucu cucu nya sedang berdiri di sana
Zaky menghela nafas kasar, hari ini dia di selamatkan oleh gadis yang sudah dia tinggalkan di jalan. Pemuda itu ingin berterima kasih pada Queena.
__ADS_1
Lalu Zaky dan Queen meletakkan plastik berisi buah buahan di atas meja, tak lama buah buahan itu di bawa kedalam dan mereka di suguhi minuman. Keempatnya lalu sedikit berbincang bersama Oma, apa saja yang mereka kerjakan selama di luar tadi. Tak sedikitpun Queen mengadu pada Oma atau yang lain, soal pertengkarannya dengan Zaky. Zaky tertegun saat mendengarkan cerita Queen soal bangunan klinik yang baru dia lihat hari itu.
Tidak lama Arya dan Zaky di sana, karena keduanya harus kembali ke kantor untuk bekerja. Sesampainya di kantor, Arya langsung mengintrogasi Asistennya
"Apa yang kau sembunyikan?!" tanya Arya
Zaky sudah bekerja di perusahaan itu selama 5 tahun, kurang lebih selama itu, Arya sangat tau karakter Asistennya
"Tuan,, saya mengaku salah" ucap Zaky
"Salah apa?!" tanya Arya
Zaky terdiam, dia lebih baik jujur, daripada mengganjal di pikirannya. Meski Queen tidak membahasnya tadi, tapi dia tidak ingin diliputi rasa bersalah.
"Bukan hanya bertengkar, bahkan saya menurunkan Queen dari mobil saya di pinggir jalan"
Bug!
Bogeman cukup kuat langsung di terima Zaky dari tangan Arya
__ADS_1
"Kamu punya otak gak sih?!" sarkas Arya saat mencengkram kuat kerah kemeja Zaky
"Saya mengaku salah tuan" ucap Zaky dengan suara lemah.
"Saya merasa terganggu karena Queen terus menempel, semalaman bahkan saya tidak bisa tidur nyenyak karena wajah gadis itu mengganggu pikiran saya tuan. Queen kesal dan dia meminta saya untuk menurunkannya di pinggir jalan. Jadi,, saya turuti keinginannya" ucap Zaky
Arya melepaskan cengkraman tangannya dan membuat Zaky mundur satu langkah kebelakang.
"Tapi saya kembali mencarinya tuan, saya masuk ke kebun durian dan berusaha mencarinya. Saya tau, saya salah, bahkan saya sudah minta maaf. Tapi Queen mendiamkan saya" ucap Zaky
"Dasar lelaki Bdooh!"
Arya tau sekarang, sebenarnya Zaky sudah ada rasa tertarik pada Queen, tapi asistennya itu tidak menyadarinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf baru bisa update, berapa hari ini akuh nya tepar, telerrrrrrr,🥲