
Wajah Queen langsung memerah, gadis itu jadi terlihat salah tingkah. Ternyata Zaky tidak menciuumnya, setelah mengatakan cinta, Zaky langsung melepas seat belt Queen.
"Minggir, aku mau turun!" ucap Queen menutupi debaran jantungnya yang langsung tidak normal, dia tidak menyangka, rasanya bisa separah itu.
Zaky menarik diri, lalu ikut keluar dari mobilnya. Setelah itu Zaky menghampiri Opa Dermawan yang saat itu baru saja keluar dari dalam rumah
"Queen, Zaky?"
"Selamat siang Opa,, Saya mau mengantarkan Queen pulang" ucap Zaky dengan ramah
"Siang,,, terima kasih ya sudah mengantarkan cucu saya. Mau masuk dulu?" tawar Opa
"Sepertinya lain kali saja Opa, soalnya saya harus kembali ke kantor Tuan Arya" jawab Zaky
"Oh ya sudah kalau begitu, hati hati ya" ucap Opa
"Baik Opa, saya pamit dulu. Assalamualaikum" ucap Zaky lalu berjalan menuju mobilnya
Sedang Queen masih berdiri bersama Opanya
"Jadi ini alasan kamu menyuruh Lala nganterin mobilmu?!" tanya Opa
Queen langsung menoleh kepada Opanya
"Ssssttttt,,, jangan keras keras opa, nanti Zaky dengar" ucap Queen sambil terkekeh, dilihat Mobil Zaky sudah berjalan meninggalkan rumah mereka
"Kamu ini, bisa bisanya ngelakuin ini! Suka kamu sama dia?" tanya Opa
"Emmm,,, sedikittt" Jawab Queen
"Kamu ini, mirip sekali dengan mamah mu!" Opa mengacak acak rambut Queen lalu mengajak cucu nya itu masuk kedalam rumah. Sungguh, Queen dan Liora kelakuannya sudah sangat sangat mirip.
....
Hari berikutnya, Queen sudah memikirkan tes apa yang akan diberikan untuk Zaky. Dan tes pertama untuk pria itu adalah, Zaky harus sampai di rumahnya tepat pukul 6 pagi, selama 1 minggu, dan harus mengantar Queen ke kampus. Selebihnya masih dalam benak Queen.
Dan di hari tes pertama, Zaky sudah sampai di kediaman Opa Dermawan pukul 05.50 waktu setempat. Dari rumahnya, Zaky menempuh perjalanan sekitar 35 menit. Bundanya pun sampai terheran heran melihat zaky sudah berangkat pagi pagi sekali. Padahal biasanya dia baru berangkat dari rumah pukul 6 pagi. Pemuda itu di tanya, jawabnya rahasia.
Sampai di depan rumah Opa Dermawan, Zaky melihat suasana masih sepi, mungkin orang orang dirumah itu masih tidur
"Selamat pagi mas" sapa seorang pelayan di rumah itu, saat dia keluar dengan membawa sapu
"Pagi,, Kok masih sepi bik? Masih pada tidur ya?" tanya Zaky
__ADS_1
"Cari siapa mas?" tanyanya
"Nona Queen sudah bangun?" tanya Zaky
"Ohh nona Queen pergi jalan pagi sama Opa nya. Kalau yang lain ada di dalam rumah, lagi siap siap mau aktivitasan. Ditunggu saja mas, maaf saya mau kerja dulu, gak bisa nemenin mas ganteng ngobrol lama" ucap bibik
"Oh iya silahkan, saya tunggu disini saja" ucap Zaky
Lalu Zaky duduk di kursi yang ada di teras rumah.
Dia tidak pernah membayangkan, akan berhubungan dengan gadis dari keluarga kaya. Apalagi gadis itu calon dokter, bermimpi saja belum pernah.
Tapi pikirannya tidak bisa lepas dari Queena, bayangan wajah gadis itu selalu muncul di setiap waktu. Bahkan wajah Queen sekarang sudah seperti teman dalam tidurnya .
"Queen"
Ucap Zaky saat melihat Queen dan Opa sedang berjalan santai dari arah gerbang utama. Lalu Zaky berdiri dan berjalan menghampiri Opa dan Queen, ada senyum manis langsung terbit saat melihat gadis itu menatap kearahnya.
"Selamat pagi Opa,, Queen,,, habis jalan jalan ya Opa?" ucap Zaky sedang mencari perhatian
"Pagi,,, iya,, kamu sudah sampai, padahal Queen belum mandi" ucap Opa
Zaky tersenyum,
"Tapi aku lama loh mandinya, belum dandannya, belum sarapannya,, yakin mau nunggu?" tanya Queen, padahal dia yang memberikan tes itu kepada Zaky
"Iya, tidak masalah" jawab Zaky, batin pria itu, yang penting dia sudah memberitahu Arya jika mungkin dia akan datang terlambat ke kantor dan Zaky memberitahu alasannya.
"Ya sudah kalau begitu, tunggulah" ucap Queen lalu pamit kepada Opa untuk masuk kedalam rumah lebih dulu. Sedang Opa dan Zaky duduk di kursi teras lalu mengobrol
Satu persatu keluarga keluar dari rumah, tidak ada yang kaget dengan kedatangan Zaky, karena mamah Liora sudah memberitahu kepada keluarga lain soal kedekatan Zaky dan Queen. Hanya papah Rizal yang belum memberikan suara.
"Opa,, kami berangkat dulu ya" ucap Liora saat menyalami Papa Dermawan
"Iya,, mana Queen? Kasihan Zaky sudah lama sekali menunggunya" ucap Opa
"Masih di kamarnya pa, nanti Ly telfon dia" ucap mamah
"Jaga baik baik Queen. Antarkan ke kampus dengan selamat" ucap papa Rizal
"Baik dokter" jawab Queen
Lalu mamah Ly menelfon Queena, dan menanyai putrinya itu sedang apa.
__ADS_1
"Aku lagi siap siap ma,, " jawab Queen. Padahal gadis itu sudah selesai bersiap, hanya saja memang dia sengaja melambat lambatkan.
Sudah satu jam lebih Zaky menunggu, pemuda itu tidak protes, meskipun Opa sudah masuk kedalam dan dia sendirian menunggu Queen. Gadis itu benar benar menguji kesabarannya, buktinya sudah selama itu dia belum juga keluar.
"Dia pikir, aku tidak sabar menunggunya? Huh! Dia salah mencari lawan!" untuk mengusir rasa kesuntukanya dalam menunggu, Zaky membuka ponselnya dan mengecek email yang masuk untuk perusahaan.
"Dia benar benar, menunggu ku sejak tadi?" Queen membatin saat dia sudah keluar dan melihat Zaky masih duduk di tempatnya
"Kak"
Zaky langsung menoleh, dan melihat Queen sudah siap untuk pergi
"Sudah siap?" tanya Zaky lalu menyimpan ponselnya
"Sudah,," jawab Queen
"Oh oke, ayo berangkat, tapi mau pamit dulu sama Opa dan Oma" ucap Zaky
"Gak usah, mereka lagi istirahat. Tadi aku sudah pamitan" jawab Queen
"Oohh,, ya sudah,, ayo,," lalu zaky berjalan bersama Queen menuju mobilnya. Kemudian Zaky membukakan pintu mobil untuk Queen dan gadis itu masuk kedalam.
"Lihat kelakuan Queen, sudah mirip sekali kan sama mamahnya?!" ucap Opa saat sedang mengintip Queen dan Zaky bersama Oma
"Iya yah pah,,, mirip banget sama Liora!" Jawab Oma
"Ini gak bisa lama lama pah, bisa bisa kebablasan! Lagian kan sebentar lagi Queen juga lulus kuliah. Jadi gak masalah kawin muda" ucap Oma
"Ciapa yang tawin yangti?"
Opa dan Oma serempak menoleh, dan saat itu mereka melihat Cyla yang kebingungan menatap keduanya.
"Ah,, Cylaaaa,," ucap Opa yang langsung menghampiri cicitnya
.
.
.
.
kasih hadiah dong buat Cylaaaa😅
__ADS_1