
Azzura terperangah saat mendengar pertanyaan papanya kepada Arya, apa tadi?
"Menikah?" Bahkan Azzura mengulangi kata penting dalam pertanyaan sang papa
"Iya, menikah. Kapan?!" tanya papa Angga
Arya melihat Azzura sebentar, sepertinya gadis itu masih tidak percaya dengan pertanyaan papanya. Sebagai seorang pria yang ingin serius, Arya akan menunjukkan kepada papa dan mama Azzura, jika memang dia benar benar ingin menikahi putri mereka
"Kapan pun saya siap, pak! Hari ini juga saya siap!" jawabnya dengan mantap
"Jangan gila kamu!" sungut Azzura saat menatap Arya dengan tatapan tidak percaya. Tidak habis pikir mendengar jawaban pria itu. Tapi setelah dipikir pikir, dia kan duda, tentu dia pasti siap kapan saja.
"Gila kata mu? Iya anggap saja aku sudah gila karena gila mencintaimu" jawab Arya membalas perkataan Azzura
"Gak! Aku gak mau nikah secepet ini! Aku belum kebelet kawin kok!" ucap Azzura melayangkan tatapan protes kepada papanya
"Gak kebelet kawin tapi minta di cium! Apa itu?!" sahut mama
Azzura langsung kicep, tidak bisa mematahkan ucapan sang mama. Salah dia juga sih,
"Tentu kami tidak ingin terjadi hal buruk terhadap kamu!" ucap mama lagi
"Tunggu! Oke, aku mau menikah dengan Arya, tapi aku punya Syarat!" ucap Azzura lalu menatap Arya
"Apa?" tanya Arya balik menatap Azzura dengan tatapan serius
Ditatap begitu, Azzura malah gugup
__ADS_1
"Aku,, aku mau menikah sama kamu, tapi setelah kamu menyelesaikan pembangunan Klinik ku!" ucap Azzura
"Dalam waktu 99 hari!" Sahut Papa Angga
"Jika dalam waktu 99 hari bangunan itu belum selesai, maka jangan berharap kamu bisa menikahi putriku!" ucap papa Angga lagi
Arya sangat kaget, padahal di dalam kontrak kerjasama yang mereka buat, pengerjaan proyek itu paling lambat 6 bulan. Sekarang Arya di buat memutar otak untuk memikirkan semuanya. Pria itu terdiam, dia sedang memikirkan caranya
"Bagaimana? Apa kamu sanggup?!" tanya papa Angga
"Insyaa Allah saya menyanggupinya!" jawab Arya dengan tegas
"Oke kalau begitu, buktikan kalau kamu memang layak untuk Azzura. Dan kamu la, kamu tidak diizinkan tinggal di rumah ini lagi sendirian! Mulai hari ini kamu akan balik tinggal di rumah bersama kami!" ucap papa
"Betul! Mama juga setuju! Kamu tidak boleh tinggal sendiri lagi, yang ada nanti kalian mencuri curi kesempatan untuk berbuat messum!" sahut mama
Azzura tidak bisa membantah, Arya juga tidak bisa protes. Keduanya harus patuh pada keputusan papa dan mama. Kemudian Azzura di suruh berkemas karena mulai hari itu dia akan tinggal di rumah keluarga besar Dermawan, tidak boleh tinggal sendiri lagi. Sementara Arya langsung mengadakan rapat besar bersama timnya, mau tidak mau, suka tidak suka, dia harus menjawab permintaan calon istrinya. Bagaimanapun dia akan mengusahakan untuk menyelesaikan pembangunan klinik itu dengan cepat.
Arya menghela nafas kasar
"Saya tau, tapi disini masa depan ku di pertaruhkan! Jika aku tidak bisa menyelesaikan bangunan itu dalam waktu 99 hari, maka aku tidak pernah diizinkan dokter Angga untuk menikahi putrinya. Aku Bisa lebih gila kalau itu sampai terjadi! Tidak masalah kita tidak mendapat bagian dalam proyek ini, semua akan aku tanggung! Jalankan sesuai rencana ku yang baru, terhitung mulai besok semua harus bergerak cepat! PAHAM?!"
"Paham tuan"
Sementara itu Azzura sedang menggerutu, kenapa dia senang tinggal sendiri di rumah itu? Karena baginya jika di rumah itu terasa sangat damai dan sunyi, berbeda jika sudah berada di rumah keluarga Dermawan, suasananya sangat ramai, belom lagi para bocil yang suka rusuh, kadang Azzura butuh ketenangan. Tapi ya apa boleh buat, itu juga gara gara dia juga
"Kenapa bibirnya manyun gitu?" tanya mama saat membantu Azzura beres beres barang
__ADS_1
"Gak papa" sahut Azzura
"Karena gak jadi ciuman tadi jadi gitu?!" ledek mama
"Ihhh mama! Apaan sih!"
"Terus kenapa? Bete sama papa dan mama? Ini loh demi kebaikan mu la,, lagian kenapa harus kasih syarat kayak tadi kalau kamu mau cepet dikawini Arya?!" tanya mama
"Mamaaaaa! Nyebelin deh!" sahut Azzura
"Loh, mama bener kan?! Sebenernya kamu itu sudah cinta banyaaakkkk sama Arya! Tapi gengsi!" cetus mama
"Ini akibat rasa gengsi mu sendiri! Kamu kesel kesel sendiri" ucap mama
Azzura diam saja, dia hanya merenungi ucapan mamanya.
"Apa bisa syarat tadi di revisi lagi??" tanya Azzura
"Hahaha,, ya gak bisa lah,, mana mungkin papamu mau merevisi lagi?! Sudah jalani saja, hitung hitung sebagai jalan agar hatimu semakin yakin!" ucap mama
"Hem,, salahku juga...." gumam Azzura
.
.
.
__ADS_1
Di spilllll dikit, mungkin gini kali yaaahhh miniatur klinik yang di buat Arya😌😅🤣