
Di pagi hari, keluarga Dermawan sudah berada di meja makan. Meski anggota keluarga tidak lengkap, tapi mereka semua tetap terlihat hangat seperti biasanya.
"Gadis mu kenapa Ngga?" tanya Oma Marrisa yang sudah sepuh tapi masih tajam penglihatannya
"Lagi jatuh cinta Oma,,,!" sahut Azzam padahal papanya yang di tanya Oma Marrisa
"Oh iya??" Oma dan Opa menjawab bersama
"Ish! Apaan sih kak?! Siapa juga yang jatuh cinta?! Ngawur kalau ngomong! Enggak enggak Oma, kak Azzam asal bicara saja!" sahut Azzura lalu melemparkan buah anggur yang akan dia makan ke arah Azzam, dengan sigap Azzam menangkap buah itu dan memakannya
Hap!
"Memangnya kenapa? Kalau prianya baik dan bisa menjadi suami yang menyayangi keluarga, tidak masalah kan?" ucap Opa
"Iya betul, yang paling penting itu penyayang keluarga, bertanggung jawab dan bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Memang siapa orangnya? Kenapa tidak di kenalkan kepada kami?" tanya Oma
Haisss,, kalau sudah berurusan dengan Oma dan Opa, pasti panjang urusannya. Meski sudah sepuh, jiwa jiwa kepo mereka tidak pernah luntur sedikit pun
"Mereka belum lama kenal ma, mungkin butuh sedikit waktu untuk meyakinkan hati masing masing, iya kan La?" ucap mama
Azzura mengangguk, beruntung sekali mama Zara mau membantunya kali ini
"Ya sudah,, kamu harus hati hati ya memilih pasangan,, jangan sampai salah pilih lagi" ucap Oma dan Azzura mengangguk saja, gadis itu sama sekali tidak berani menatap papa nya.
__ADS_1
Selesai sarapan Azzura pamit lebih dulu
"Apa kamu tidak mau ikut pertemuan hari ini?" tanya papa
"Tidak pa, aku ada agenda bakti sosial pagi ini, jadi aku tidak bisa ikut" jawab azzura
"Kamu yakin?" tanya Azzam
"Yakin, kalian saja yang memilih, nanti beritahu saja mana yang kalian setujui" jawab Azzura
"Benar, kamu tidak akan menyesal?" tanya papa sekali lagi
"Iya,, tapi kalau boleh memilih, Aku suka yang pertama ku lihat kemarin. Tapi bukan juga final jika papa dan yang lain nya kurang setuju, pilih saja mana yang terbaik" Jawab Azzura lalu pamit kepada Keluarga nya.
Setelah gadis itu pergi, Angga dan Azzam bersiap untuk kerumah sakit. Disana mereka akan mengadakan pertemuan penting dengan perusahaan yang lolos seleksi. Kemudian Papa Angga masuk ke dalam mobil bersama mama Zara yang pagi itu akan praktek, sementara Azzam menaiki mobil nya sendiri karena nanti dia akan mampir ke suatu tempat lebih dulu sebelum ke rumah sakit.
"Biar lah, toh dia menyerahkan keputusan nya kepada papa untuk memilih" jawab papa Angga
"Kita lihat saja, sejauh mana dia bisa bertarung dengan yang lain nya. Kita lihat, apa dia layak untuk menjadi calon mantu kita!" ucap papa Angga
"Jadi sudah memilih Arya dari pada Axel?" tanya mama Zara
"Kita lihat saja nanti" jawab papa
__ADS_1
....
Arya bersama tim nya sudah sampai di rumah sakit, begitu juga dengan Axel dan tim nya sudah berada di sana. Mereka semua di arahkan oleh salah satu petugas rumah sakit untuk memasuki ruangan rapat. Sementara menunggu satu perusahaan lagi Arya dan Axel tampak saling menatap.
"Ternyata kau pun ikut memperebutkan tender ini" ucap Axel
"Jelas aku ikut, memang nya hanya kau saja yang boleh ikut?!" jawab Arya
Axel tersenyum sinis, " lebih baik kamu mundur saja, aku tidak yakin kau menang" bisik nya pada Arya
"Lalu siapa yang menang? Kau,,? Itu belum tentu! Kita lihat saja, siapa yang akan menjadi pemenang! Aku tidak akan menyerah, apalagi melepaskan Azzura untuk mu!" ucap Arya dengan tegas
Axel kesal karena Arya malah menyinggung soal Azzura.
Para peserta sudah berkumpul, tak lama kemudian rombongan pimpinan rumah sakit memasuki ruangan rapat, Ada Dokter Angga, Dokter Rizal, Dokter Rangga, Dokter Azzam, dan jajaran petinggi rumah sakit lain nya.
Ntah kenapa, tatapan papa Angga saat bertemu dengan Arya terasa sedikit lain.
"Apa ada yang salah dengan wajah ku? Kenapa aku di tatap seperti itu oleh calon mertua ku?" Arya membatin
.
.
__ADS_1
.
Mungkin bibirmu ada cap Azzuranya bang, jadi papa Angga lihat, kamu gak cuci mulut kan?!😅