
Queen dan Zaky terdiam bersama saat berhadapan dengan para tetua di keluarga Dermawan. Ya,, setelah ketahuan di bioskop, Queen dan Zaky di seret pulang oleh Azzura dan Arya, dan kini keduanya di hadapkan dengan masalah yang besar, karena Azzura melaporkan kejadian itu kepada papah Rizal.
"Ini yang papah risaukan selama ini,, " ucap papah Rizal membuka pembicaraan, terlihat wajah kecewa pada pria paruh baya itu.
"Iya! Mamah juga gitu,,! Mending langsung di kawinkan saja!" sahut mama Ly
"Nikahkan Ly!" sahut mama Zara
"Oh iya, itu maksudnya begitu!" ralat mama ly
"Maaf, Sebenarnya kejadian tadi tidak sengaja mah,, tapi kalau papah dan mamah menyuruh kami untuk menikah lebih cepat, ya sudah,, kami bisa apa?" ucap Queen pasrah
Zaky yang belum mengatakan apapun langsung menoleh ke arah Queen
"Kamu serius?" tanya Zaky
"Iya" jawab Queen
"Yakin?" tanya Zaky sekali lagi
"Iya!" Jawab Queen
Zaky langsung tersenyum lebar, ada hikmahnya juga mereka ketahuan.
"Iya Oma juga setuju, daripada mereka berbuat yang lebih jauh lagi. Mungkin bisa akad nikah saja dulu, nanti resepsinya setelah Queen selesai kuliah" ucap Oma lagi
"Bagaimana Zaky?!" tanya papah Rizal
"Kalau saya,, siap saja Dokter, kapan saja saya siap" jawab Zaky
"Ya sudah kalau memang seperti itu, Besok ajak keluargamu ke sini Ky, kita bicarakan untuk langkah selanjutnya" ucap Opa
"Baik Opa,," jawab Zaky.
Seperti mendapat durian runtuh, pernikahannya dan Queen malah di percepat. Zaky sudah Dewasa, tentu dia sudah sangat ingin menikah. Meski dia dan Queen terpaut usia 5 tahun, itu tidak jadi masalah.
Setelah pertemuannya dengan keluarga Dermawan, Zaky pulang dan mengabarkan berita itu kepada bundanya.
"Apa?! Besok kamu mau lamaran?" ucap Bunda Wulan sangat kaget
__ADS_1
"Iya bunda, waktunya di percepat, akad nikahnya juga begitu, hanya resepsinya di tunda sampai setelah Queen lulus kuliah" jawab Zaky
"Tapi ini bukan karena kamu macem macem kan sama Queen?" tanya Bunda
Zaky gelagepan, tapi dia tidak mungkin mengatakan sejujurnya, yang ada penyakit sang bunda bisa kambuh, malah bahaya
"Maafin Zaky bunda" Batin Zaky
"Bunda tidak perlu khawatir,, tidak terjadi apa apa" jawab Zaky mencoba meyakinkan bundanya
"Syukurlah kalau begitu,,, ya sudah besok bunda akan siapkan keperluan untuk lamaran besok..." ucap Bunda
"Baik bun, terima kasih" ucap Zaky
...
Pagi pagi sekali, Zaky sudah pamit kepada bunda untuk pergi ke suatu tempat, sebelum pergi, Zaky memberikan uang kepada bundanya untuk membeli persiapan lamaran nanti sore setelah ashar. Tidak ada waktu banyak, Zaky segera pergi setelahnya.
Sampai di sebuah toko perhiasan, Zaky memilih sebuah cincin untuk lamaran nanti. Pria itu mengingat ingat sebesar apa jari manis Queena, Setelah menemukan yang cocok, pria itu segera pulang kerumahnya. Rasanya sudah tidak sabar untuk segera meminang gadis pujaan hatinya.
Di keluarga Dermawan juga sedang menyiapkan untuk acara sore nanti. Semua keluarga berkumpul, termasuk Azzura, Arka dan Arya yang sudah menginap sejak semalam. Sudah jadi kebiasaan keluarga besar itu, jika weekend mereka semua akan tinggal bersama di rumah besar keluarga Dermawan.
"Akhirnyaaa nikah juga,,," cetus Azzura saat menyenggol lengan Queen
"Tapi seneng kannnnnn?! Apalagi sebentar lagi halal, mau ngapa ngapain juga di perbolehkan!" Azzura terkekeh lalu mengambil potongan buah apel milik Queen
Queen mengerucutkan bibir saja saat di sindir begitu
"Sudahhh jangan cemberut begitu,,, kan sebentar lagi di lamar Zaky,," kekeh mama Ly
"Ish mamah! Ngeledek mulu kerjaannya!" sungut Queena
Daripada di bully terus, Queen memilih pergi ke kamarnya saja. Sementara yang lainnya sibuk membuat ini dan itu.
...
Sore hari, setelah Ashar, Zaky membawa Bunda Wulan dan adiknya Liliana untuk datang bertamu ke keluarga Dermawan. Saat memasuki gerbang utama, Bunda wulan di buat menganga ketika melihat bangunan besar dengan halaman yang sangat luar terpampang di depan matanya. Bahkan jika di bandingkan dengan rumahnya, tidak akan sebanding.
"Ini rumah keluarga Queen, ky?!" tanya Bunda
__ADS_1
"Iya bunda,, Ini rumah keluarga besar mereka. Tapi,, nanti setelah menikah, Zaky akan mengajak Queen untuk tinggal di rumah Zaky" ucap Zaky
"Wah ternyata calon kakak Ipar, tajir ya kak?! Kakak pinter cari calon istri!" Lili terkekeh saat meledek sang kakak
"Kita tidak akan tau jodoh kita siapa" jawab Zaky
Kemudian mereka turun dari mobil dan langsung di sambut oleh papa Rizal dan Mama Liora.
"Assalamualaikum" ucap Bunda Wulan
"Wa'alaikumsalam, calon besan,, mari silahkan masukkk" ucap mama Ly dengan sangat ramah
"Terima kasih,, oh iya,, kami membawakan sedikit seserahan,, Ky,, li,, bawa semuanya nak" ucap Bunda
Kemudian Mama Liora menerima simbolis seserahan itu dan yang lain di bawakan pelayan masuk kedalam rumah. Bunda Wulan sangat kaget, ternyata didalam sudah sangat banyak orang, termasuk juga sudah ada Queen yang berdandan cantik. Lalu mereka berkenalan satu sama lain
"Selamat datang Ibu Wulan,, inilah keluarga kami, dari anak, mantu, cucu, sampai cicit. Maaf kalau sedikit berisik" ucap Oma Rissa
"Maasyaa Allah Bu,,, ini sangat ramai,, dulu kami punya keinginan juga punya anak anak banyak, tapi takdir memberikan sepasang saja. Alhamdulillah" ucap Bunda Wulan
"Anak anak saya juga hanya dua, Angga dan Liora, mama Queen, itu yang sudah bujang gadis cucu cucu saya, dan yang masih anak anak itu cicit.. Dua orang jadinya sebanyak ini,, alhamdulillah" ucap Oma
"Maasyaa Allah,, senang sekali ya bu rasanya,,"a Ucap bunda Wulan
"Jadi,,Saya kemari bersama bunda dan adik saya, selain ingin bersilahturrahmi, niat utama kedatangan kami kesini untuk melamar Queen, dok" ucap Zaky kepada papah Rizal
"Keputusan saya serahkan kepada putri saya, Queena" ucap papa Rizal
Semua orang menoleh ke arah Queen yang saat itu duduk bersama mamah Ly
"Ayo jawab, kamu terima gk lamaran Zaky" ucap mama
"Iya" jawab Queen dengan tersenyum malu malu.
"Alhamdulillah,," ucap semua orang
"Rencana kami kemarin, akad nikahnya akan di percepat, untuk kapannya mari kita bicarakan,," ucap papah Rizal
Obrolan terus berlanjut membahas hari akad nikah, setelah di putuskan akad nikah akan di laksanakan 2 hari lagi, Bunda Wulan memasangkan cincin pengikat di jari Queena, tanda jika gadis itu sudah di lamar seorang pria.
__ADS_1
Ada rasa debar debar bahagia yang menghinggapi hati Zaky dan Queena...
Tinggal menunggu hari dimana mereka akan diikat dengan janji suci pernikahan.