
Azzura dan Arya sudah sampai didepan gedung perusahaan Axel. Kemudian keduanya masuk kedalam dan menemui resepsionis. Lalu Arya mengatakan jika mereka ingin bertemu dengan Axel.
"Atas nama siapa tuan?"
"Katakan saja Azzura ingin bertemu" sahut Azzura, kesal sekali melihat pegawai wanita itu seperti mencuri curi pandang pada calon suaminya.
Belum sehari memproklamirkan hubungan mereka, ada saja yang mengganggu
"Baik nona" Jawab nya
Sementara itu Axel sempat kaget saat di beritahu ada Azzura mencarinya. Lalu Axel menyuruh pegawainya untuk mengantar Azzura ke ruangannya. Dia pikir Azzura datang sendiri ke kantornya
"Apa dia akan kembali pada ku?" ucap Axel merasa tidak sabar menunggu Azzura datang
Terdengar ketukan pintu, Axel membetulkan penampilannya, lalu setelah itu menyuruh masuk. Betapa terkejutnya Axel saat melihat Azzura datang bersama Arya.
"Kak Axel" ucap Azzura saat masuk kedalam bersama Arya
"Azzura,,, silahkan duduk" ucap Axel seperti tidak menganggap keberadaan Arya
"Terima kasih" Jawab Azzura
Lalu Azzura duduk bersama Arya, sedang Axel duduk sendiri di seberang Azzura
"Ada apa Ra? Tumben kamu kemari?" tanya Axel dengan lembut
"Begini kak, aku butuh bantuan kakak, aku butuh barang ini, dan ini hanya di jual oleh pemasok yang bekerjasama dengan perusahaan kakak" ucap Azzura tanpa basa basi menunjukkan ponselnya kepada Axel
"Untuk apa?" tanya Axel
"Proses finishing klinik ku, pesanan Arya masih terhambat di jalan, sedang kami sangat membutuhkan barang ini segera" jawab Azzura,
Axel tersenyum kecil saat sekilas melihat Arya yang hanya diam saja sejak tadi.
"Jika barang Arya sudah sampai, kami akan menukarnya jika kakak menginginkan lagi" ucap Azzura lagi
"Ohh,, ternyata begitu,, kamu butuh berapa?" tanya Axel
"Sekitar 100 kotak warna biru muda" jawab Azzura
"Baiklah, tunggu sebentar ya,," ucap Axel lalu mengambil ponselnya. Kemudian Axel menghubungi pemasok barang itu dan memintanya untuk mengirimkan barang itu ke lokasi pembangunan klinik Azzura.
Dalam hati, Arya tersenyum, ternyata ini alasannya kenapa Azzura menyuruhnya untuk diam dan tidak boleh bicara sedikit pun saat bertemu Axel. Mungkin jika Axel tau mereka berdua memiliki hubungan, pasti Axel tidak akan mau membantunya.
"Selesai, sore ini juga barang akan di kirim" ucap Axel
"Terima kasih bantuannya kak, nanti tagihannya akan ku bayar pada orangnya nanti" ucap Azzura dan Axel mengangguk
"Lihatlah, aku yang bisa di andalkan Azzura daripada kamu!" Axel membatin
"Kalau begitu kami pamit ya kak" ucap Azzura
__ADS_1
"Loh, sudah mau langsung pergi?" tanya Axel
"Iya, ini sudah sore, tadi mama menelepon ku agar segera pulang" jawab Azzura
"Ohh begitu,, aku antar pulang ya?" tawar Axel
"Tidak perlu, aku kesini bersama Arya, dan akan pulang bersamanya, lagian kami searah" jawab Azzura
"Ohh ya sudah, hati hati, kalau ada apa apa kabari kakak. Salam untuk keluarga di rumah" ucap Axel
"Iya" Jawab Azzura
Kemudian Azzura dan Arya keluar dari ruangan Axel. Keduanya terlihat saling melempar senyum saat masuk ke dalam lift.
"Bagaimana caraku?" tanya Azzura
"Sempurna!" jawab Arya
"Padahal tadi mulutku sudah gatal untuk menyahuti omongan pria itu!" gerutu Arya
"Ish! Bisa gagal semuanya kalau kamu ikut bicara!" pungkas Azzura
Kemudian keduanya masuk kedalam mobil dan Arya akan mengantarkan Azzura pulang ke rumah. Sambil menyetir, Arya menghubungi kepala lapangan, untuk memantau barang yang akan di kirim dari pemasok baru. Lalu Arya menelfon Zaky untuk menyelesaikan tagihannya nanti.
"Terima kasih sudah membantuku,," ucap Arya lalu mengecup satu tangan Azzura sambil menyetir
"Sama sama,," jawab Azzura dengan tersenyum
Sebelum pulang, Azzura meminta Arya untuk mampir ke toko makanan, seperti biasa, Azzura selalu membelikan makanan untuk para bocil di rumahnya.
"Ini nanti untuk Arka dan kamu ya" ucap Azzura saat meletakkan satu kotak kue coklat keju di bangku belakang
"Terima kasih" ucap Azzura
"Tidak perlu terima kasih, kan kamu juga yang bayar" ucap Azzura dan Arya hanya tersenyum
Masuk kedalam mobil lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Sampai di depan rumah keluarga Dermawan, Azzura turun bersama Arya, lalu Azzura membawa makanan yang dia beli, dan memastikan tidak ada yang ketinggalan.
"Wah,, kayaknya ada yang sudah baikan nih?!" seloroh Aunty Liora yang keluar dari rumah. Kenapa harus Aunty sih?! Kenapa bukan yang lain saja yang keluar rumah?!
Arya tersenyum lalu menyapa Aunty liora.
"iihh kepo!" sahut Azzura
Liora tertawa, lucu sekali melihat Azzura jika seperti itu.
"Udah pulang aja Ar, nanti kelamaan disini, di ajakin gosip Aunty!" ucap Azzura
"Iya,, Aunty saya pamit dulu,," ucap Arya
__ADS_1
"Loh gak di ajak masuk dulu?" tanya Aunty
"Sudah sore Aunty, pasti Arka sudah menunggu papanya" jawab Azzura
"Aunty tanya Arya, bukan sama kamu" sahut Liora
"Iya Aunty, ini sudah sore, nanti kapan kapan saja mampirnya. Saya pamit dulu" ucap Arya
"Hati hati ya,," ucap Azzura malu malu
"Iya" Jawab arya dengan tersenyum
Lalu Arya masuk kedalam mobil, setelah itu pergi meninggalkan Azzura dan Auntynya.
"Jadi kalian sudah baikan?!" tanya Aunty Liora
"Udah tau nanya!" jawab Azzura
Liora terkekeh, kemarin saja Azzura tergalau galau sekarang,,, hemmm,,,, lalu keduanya masuk kedalam rumah
"Jadi kamu cium beneran si Arya?!" tanya Aunty Liora penasaran
Azzura mendelik lalu mencubit lengan Aunty nya.
Aw!
"Ssssttt!! Bisa diem gak sih Aunty?! Jangan keras keras! Nanti ada yang denger!" ucap Azzura sambil cekingukan kesana kemari, berharap tidak ada yang dengar.
Liora tertawa lagi, sungguh, dia tidak menyangka jika Azzura akan benar benar melakukan ide gilanya.
"Jadi beneran kamu cium Arya?!" tanya Aunty
Wajah Azzura memerah, lalu gadis itu mengangguk kecil
"Hihihi bener kan kata Aunty? Pasti marahnya langsung hilang, hihihhi" Aunty Liora terkekeh
EHEEM!
Liora dan Azzura terjingkat kaget saat mendengar deheman cukup keras. Saat menoleh ternyata Rizal sudah berdiri dengan bersedekap tangan di depan dadaa.
"Apa yang kamu ajarkan pada keponakanmu?!"
Wajah Liora dan Azzura terlihat gelagepan saat mendapat teguran.
.
.
.
Hahahahaahaha😅🤣
__ADS_1