
Rokey menerima satu panggilan dari kakeknya setelah dia masuk ke dalam lift..
"Hello kek! Kakek apa khabar?"
"Khabar baik Wen.Wen sihat?"
"Wen baik-baik aja kek.Ada apa ya kek,nelfon Wen?"
"Gak ada apa-apa.Kakek pengen ngobrol-ngobrol sama Wen.Wen tu,kapan mau pulang ya.Udah lama Wen ngak makan bareng-bareng sama kita.Lagian kakek kangen sama Wen."Ada kekesalan di hujung suara lelaki tua yang lebih dari 70 tahun itu.
"Wen juga kangen sama kakek.Maafin Wen kek.Wen ngak ngabarin berita buat kakek.Wen lagi banyak kerjaan kok."
"Loh,Wen udah punya kerjaan?Kapan?"
"Udah lama kek.Sewaktu Wen kuliah,Wen emang sudah punya kerjaan.Waktu Wen gak ngabarin berita sama kakek, sebenarnya Wen masih lagi ngurus transfer kerja dari luar negeri ke Kota K kek.Jadi sekarang ngak capek lagi deh kerjanya."
"Ya udah.Janji Wen pandai jaga diri ya?Oh!malam ini ada makan malam keluarga.Wen pulang ya."
"Ya kek.Malam nanti Wen sampai rumah ya.Wen mau siap-siap duluan."
"Ya udah.Sampei ketemu nanti ya.daa."
Talian ponsel dimatikan.Rokey menarik nafas dalam-dalam.Jujurnya Rokey rasa malas ambil pusing tentang keluarga Assama.
Pintu lift terbuka setelah tiba di lantai bawah gedung.Sebaik saja melangkah keluar dari lift, beberapa orang karyawan memberi salam.Rokey menjawab salam dengan senang.
Kelihatan semua karyawan senang dengan sikap ramah Rokey.Boleh dikatakan Rokey seorang bos yang baik kepada semua orang.
Setibanya di pakiran mobil, kedengaran satu suara menegurnya..
"Selamat sore miss Rokey.Tumben perginya?
"Oh! Bapak Ruvian.Belum pulang pak?"Kata Rokey bersahaja.Tangannya membuka pintu mobil.
"Belum.Sebenarnya sih,gue pengen ngobrol sebentar sama kamu.Apa kamu masih punya waktu?"
"Kelihatannya ada yang penting toh?"
"Gak juga sih.Sebenarnya gue pengen ngajak Miss makan malam.Gimana miss."
"Mmm...Kalau malam ni,kayaknya ngak bisa dah pak.Gue sendiri udah punya temu janji ini malam.Maaf ya pak ya?"
"Sama pacar ya miss?"Ruvian sekadar meneka.Dia berharap kalau-kalau Rokey belum punya temanan.
"Oh,enggak!Temu janji sama keluarga sih.Udah lama ngak makan sama-sama keluarga Pak.Jadi mau ngak mau gue harus pergi."
__ADS_1
"Lho, emangnya kamu tinggal sendirian ya?Enggak tinggal sama keluarga?"
"Ya!kok pak.Tinggal sendirian aja.Lebih bagus mandiri daripada bergantung terus sama keluarga."
"Apa ngak sunyi tinggal sendirian aja?"
"Ngak juga sih.Udah biasa kali.Oh ya pak,tentang makan malamnya,nanti aja gue ganti ya.Kalau gue senang gitu".
Wajah Ruvian yang suram kembali ceria.Entah kenapa dia senang hati dengan jawapan Rokey.
Setelah selesai pamitan,mereka berpisah.Sepanjang perjalanan pulang,fikiran Ruvian masih lagi teringatkan Rokey.
"Wen,apa kamu emang ngak kenal gue lagi?Atau lho pura-pura ngak kenal sama gue?"Bisiknya sendiri.
Ada sedikit kekecewaan di dalam hatinya.Meski pun ikatan diantara mereka hanya berlangsung setahun saja.Ruvian memang benar-benar sukakan Rokey.
Hubungan dan perpisahan semua terletak di tangan orang tua.Di saat umur masih muda untuk membuat keputusan sendiri,semua itu diuruskan oleh pihak keluarga.
Ruvian kesal dengan tindakan keluarganya.Waktu itu Ruvian lagi kuliah di luar negeri.Dia gak punya kesempatan untuk mendengar penjelasan dari Rokey.
Tahu-tahu saja, keluarga Assama minta diputuskan pertunangan antara dia dan Rokey.
Apabila Ruvian kembali selesai kuliah dari luar kota,dia mencari Rokey. Namun dia ngak pernah berhasil menemukan Rokey lagi.
*******
Jam menunjukkan jam tujuh malam.Rokey nyetir superbike nya ke mansion Assama.Setibanya di mansion Assama,kelihatan beberapa orang pembantu rumah menanti dia di luar rumah.
"Nona Wen,bapak Rugian udah nungguin Nona didalam.Silahkan masuk."Ujar pembantu rumah tangga kepadanya.
"Terima kasih ya bik."Kata Rokey sambil tersenyum dan menyerahkan jaketnya kepada bibik Hena.
Setibanya di ruangan utama mansion,semua ahli keluarga sudah menunggu kedatangan Rokey.
"Gimana kerja nya hari ini Wen?Apa baik-baik aja?"Tanya kakek Rugian sebaik saja Rokey duduk di sofa.
"Lumayan capeknya. Tapi kakek gak usah khuatir deh,Wen bisa kok."Kata Rokey sambil tersenyum dan meramas tangan kakeknya.
"Malam ni ngak usah pulang,malam disini aja.Anak gadis ngak elok nyetir superbike sendiri malam-malam.Bahaya"Ujar tanternya Yulia.
"Ya tan, terserah tante aja."
"Bik, makanannya udah siap ngak!semua udah nungguin ni."Seru Tanter Yulia dari ruang utama mansion.
"Udah siap kok Nyonya."Seru pembantu rumah dari ruangan makan.
__ADS_1
Semua ahli keluarga Assama berganjak ke meja makan.Semua makan dengan tenang.Tiada kata-kata yang menyakitkan hati dikeluarkan.Tiada juga rasa dengki ditunjukkan.Semuanya dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah selesai makan malam,Marlina dan Arumi minta diri untuk rehat di kamar.Tujuannya mereka tidakk mahu bertemu muka dengan Rokey.
Suasana sepi seketika.Rokey membawa diri ke balkon.Dia duduk di kerusi sambil menikmati pemandangan dari atas anjung.
Tidak lama kemudian,kakeknya turut sama duduk di kerusi di luar balkon.
"Wen,apa kamu baik-baik aja enam tahun ini"Tanya lelaki tua itu sebaik saja dia melabuhkan punggungnya di kerusi.
Dia tahu,dia telah mengabaikan Rokey apabila dia menghantar anak-anak itu ke luar negeri.
Pada mulanya dia menyangka bahawa Rokey ngak bisa hidup sendiri tanpa mereka.
Namun,dia salah.Rokey telah kembali ke Kota K dengan jayanya.Malah mempunyai jawatan tertinggi dalam sebuah perusahaan yang dia kerja kini.
Rokey tampak lebih sukses dari ketiga-tiga cucu terdekatnya iaitu Rafael,Marlina dan Arumi.Rokey memiliki kemampuan yang mereka bertiga tiada.
"Kakek minta maaf banyak-banyak kerana telah mengabaikan kamu.Tidak mengurusi semua keperluan kamu.Kakek khilaf."
"Perkara yang udah lepas,ngak usah dibangkitkan kembali kok kek.Kakek lihatkan sekarang Wen baik-baik saja".
"Wen ngak pernah nyalahin kakek atau sama yang lainnya.Malah Wen bersyukur banget sebab kakek,Wen bisa jadi seperti apa yang Wen ada sekarang."
"Benar ni?"
"Iya! iyalah kek.Mana bisa Wen bohong."Kata Rokey sembari ketawa.
"Wen!Wen masih ingat ngak sama mantan tunang Wen!"Tiba-tiba kakek Rugian mengungkit kembali masa silam Rokey?
"Mantan tunang Wen?Apa namanya?Indra kan?Kenapa tiba-tiba aja sebut namanya?
"Apa kamu ngak kenal lagi sama dia.Apa kamu ngak pengen ketemu sama dia?"
Pertanyaan kakek Rugian tidak segera dijawab.Mana bisa dia ingat wajah mantannya itu.Mereka cuma bertemu tiga kali sepanjang pertunangan mereka dalam masa setahun.
Pertama di hari pertunangan.Kedua, di waktu tunangannya itu lembur waktu kuliah dan kali ketiga di hari ulang tahunnya Indra.
"Maaf kek.Wen udah lupain dia.Ada setengah perkara itu, kita ngak bisa paksa.Wen udah anggap Indra itu masa lalu Wen.Mana tau mungkin aja dia udah punya pacar."kata Rokey lalu memicit hidung kakeknya."
"Kamu memang anak pintar Wen.Kakek kalah sama kamu."Ujar kakek Rugian sambil menepuk pundak nya.
Malam itu mereka ngobrol panjang.Akhirnya Rokey tidur di kamar lamanya setelah enam tahun dia meninggalkan mansion itu suatu ketika dahulu.
******Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais.
__ADS_1