
Suasana di acara keluarga Lufta berlangsung baik dan sempurna.
Ruvian menjemput Rokey, Rafael,Arumi dan Presiden Rugian bertemu dengan keluarganya.
"Mama! papa! lihat siapa yang datang?"Kata Ruvian sebaik saja mereka mendekati kedua-dua orang tuanya.
"Eh! Presiden Rugian.Maaf gak ngelihat kapan sampeinya?"
"Rafael dan Arumi juga ikut sama ya?"
"Loh,ini siapa ya?"Soal Jenny ibu kepada Ruvian.
"Oh ini Wen.Pasti kamu masih ingat lagi sama dia.Dia baru tidak lama balik dari luar negari."Ujar Rugian.
"Pantas aja hampir ngak kenal.Udah lama ngak ketemu.Hampir......enam tahun ya?Orang nya aja semakin cantek!"Puji Martin Lufta.
"Makasih om.Wen merasa malu dibilang begitu".Kata Rokey dengan sopan.
Dimata Jenny, kehadiran Rokey dalam keluarga Assama sedikit mengganggu.Dulu dia juga tidak menyukai Rokey bertunangan dengan Ruvian.Dia lebih suka dengan Arumi.Baginya satu hari nanti pasti Rokey seperti anjing.Sudah dibagi makan, malah menggigit tuannya.
Tetapi Martin Lufta lebih memilih Rokey kerana Rokey memiliki potensi untuk bergerak maju dan terus membaik.Meskipun Rokey hanyalah anak angkat ada sesuatu yang special tentang anak itu yang dia sendiri kurang pasti.
"Arumi, baru-baru ini kamu bikin apa?Sudah lama kamu tidak kemari?Apa kamu lagi sibuk dengan pameran fotonya?"
"Ye tan.Lagi sibuk.Lagi dua minggu kedepannya ada proyek usahasama dengan perusahaan Internasional Valensia Designer."
"Bagus toh.Anak-anak muda harus punya cita-cita tersendiri.Nanti bisa berdiri di atas kaki sendiri loh."Bahas Jenny sembari mengerling ke arah Rokey.
"Rafa!dengar kata kamu sama Wen bergabung tenaga majukan perusahaan Assama.Gimana kerjasamanya,apa bisa terlihat mudah atau susah."Tanya Martin Lufta.
Rafael dan Rokey berpandangan.Mereka terdiam seketika apabila Martin Lufta menayangkan soalan tersebut.
"Ada yang susah,ada juga yang bisa diatur kok om."Jawab Rafael.
"Wen,kamu gimana.Udah lama di luar negeri sudah pasti banyak ilmunya kan?"
"Ada juga sih.Tapi gak sehebat om."Jawab Rokey sambil tersenyum suging.
"Ruv,dimana As!Dari tadi ngak ada ngelihatnya?"
"Maaf om,gue juga ngak tau.Mungkin sama Sandy dan Daniel kali!"
"Ya udah!Ngak usah mikirin anak muda bang.Nama pun orang muda.Udah pasti lagi senang libur sama teman-temannya."Kata Jenny sambil menarik tangan Arumi untuk dibawa pergi meninggalkan Rokey dan yang lainnya.
"Yuk!dijemput makannya".Kata Jenny lagi.Matanya tertumpu kepada Rokey.
" Yuk Wen, mikirin apa toh". Ujar Jenny lagi agar Rokey juga mengikutinya dengan Arumi.
Di ruang utama, terdapat makanan yang telah tersedia.Rafael,Ruvian dan Rugian menghilang entah kemana.
__ADS_1
Rokey melihat sekeliling.Mencari bayangan Ruvian agar menemani nya.
Bertiga bersama-sama dengan Jenny dan Arumi membuatnya sikit kikuk.Jenny mencuri sedikit pandangan nya kearah Rokey yang seperti cacing kepanasan.
"Wen,kamu kenapa?Lagi cari siapa?" Tanya Jenny.Dia mula sangsi.Dia bisa menebak bahawa Rokey mencari Ruvian.
"Oh,itu tan,kemana ya mereka bertiga tadi.Kok ngak makan duluan."Jawab Rokey.
"Urusan laki-laki itu ngak usah masuk campur.Biarin aja mereka.Kalau sudah ketemu sama rakan bisnes,eh! Keluarga juga bisa ditinggalin sendirian."Ujar Jenny.
"Arumi,tanter dengar kamu masih lagi belum punya pacar.Kenapa?Ngak ada yang tertarik apa?"
"Belom temu yang cocok tan.Lagi pula Arumi mau fokus sama kerjaya dulu.Bila semua udah aman itu terserah jodoh sih."Jawab Arumi sopan.Arumi sengaja berakting manja di depan Jenny supaya Jenny tertarik padanya.
Rokey yang melihat kelakuan mereka hanya terdiam saja.
"Wen,kamu gimana.Udah punya pacar?Pasti cowok dari luar negerikan?
"Ngak ada tan.Kalau ada cuma teman aja?"Kata Rokey dengan tenang.
Jujurnya dia mahu mengatakan bahawa dia dan Ruvian sedang pacaran.Tetapi setelah mendengar kata-kata Jenny dia lantas mematikan niatnya.
"Dulu tanter pernah ngelihat dalam koran bahawa kamu sangat dekat dengan Pangeran dari Italia.Apa kamu juga ngerasa kamu ngak punya hubungan special dengan Pangeran itu?"
"Ngak ada apa-apa yang spesial Tan.Sebenarnya pangeran itu majikan Wen semasa di Italia."
"Benaran?Wah! Kayaknya kamu beruntung ya dapat ketemu sama orang monarch.Sudah tentunya juga memerlukan harga yang mahal untuk berdamping dengan orang ternama seperti itu".
"Apa maksud tante.Wen kurang ngerti."Tanya Rokey yang sedikit tersinggung dengan kata-kata Mamanya Ruvian.
"Masa sih gak ngerti.Maksudnya tante,apa kamu pernah melakukan sesuatu di luar hubungan sah.Ya misalnya tidur sama orang ternama gitu deh!"Kata Arumi sambil menampakkan senyum sinisnya.
Rokey berasa kesal dengan kenyataan yang dilemparkan oleh Jenny dan Arumi.Dia berdecak sesaat.Kemudian tersenyum melihat keduanya.
"Biar jauh gue belajar,bekerja.Gue gak pernah melakukan hal seperti itu untuk mengapai matlamat."
"Benaran kamu.Mana tau sih.Enam tahun tanpa khabar.Siapa tahu kamu punya hubungan dengan siapa-siapa?"Ucap Arumi memintas kata-kata Rokey.
"Terserah kamu fikir apa.Lagipun kata-kata aja ngak bisa tentukan kebenarannya kan?" Kata Rokey lagi.
"Ya!udah.Gak usah dibahas lagi.Kan malam ini acara tante,seharusnya kamu berdua senang-senang aja."
"Wen,disini sebentar ya.Tante pengen ngobrol berdua sama Arumi.Ada perkara yang pengen tante bincangkan".
"Ya tan.Silahkan."Ujar Rokey lagi.
Arumi dan Jenny pergi meninggalkan Rokey disitu.Mereka menuju balkon sehingga hilang dari pandangan Rokey
Rokey menarik nafas dalam-dalam.Dadanya seakan-akan dihimpit dengan batu besar.Ternyata sebegitu pandangan mama Ruvian terhadapnya.
__ADS_1
Setelah melihat sikap Jenny dan Arumi tadi,Rokey sedar bahawa Jenny tidak menyukainya.
Lalu harus bagaimana hubungan dia dan Ruvian berjaya sekiranya tidak mendapat restu dari keluarga.
Di sebalik tembok,Asfra melihat Rokey lagi sendirin.Tiada Ruvian mahupun keluarga Assama bersamanya.
Dengan ringan kaki Asfra melangkah ke arah Rokey.Mengambil kesempatan untuk berbicara dengannya.
"Hai Key,lagi sendiri?Ruv mana?"Tanya Asfra sambil mencicipi Wine yang ditangannya.
Rokey hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu.
"Kasihan pacarnya ditinggalin sendirian.Ngak takut apa kalau diculik sama orang lain."Katal Asfra dengan lelucon nya.
"Ah!Kamu ni ada-ada aja.Emang siapa yang mahu culik cewek gak cakep kayak gue ni.Kalau Arumi,ya memang lah.Orang nya lagi Cantek, pinter,sopan.Barusan aja diculik sama mama tiri lho."Ujar Rokey lagi.Ada sedikit iri hatinya terhadap kelakuan dua wanita itu sebentar tadi.
"Jadi kamu cemburu ya sama Arumi kalau Tante Jenny itu baik sama kakak lho."
"Gak juga sih.Gue cuma cuek saja dengan sikap mereka.Emangnya gue ni siapa pada keluarga Assama."
"Kok bisa bicara seperti itu.Apa kamu bukan keluarga?"
"Keluarga?Emangnya keluarga harus sebegitu apa?Ya,cuma gue aja yang ngerasa mereka itu keluarga.Tapi bukan mereka."
"Maksudnya?"
"Ya,gapapa.Bunda lho ngak kesini As.Kok ngak ada?"
"Emang nya lho pengen kenal sama bunda gue?"Asfra menunjukkan senyum nakalnya.
"Emang ada yang salah?"
"Gak juga sih.Cuma takutnya kalau bunda gua salah anggap sama lho.Nanti dia pikir lho pacar gue."
Mendengar Asfra ketawa, Rokey juga turut tertawa.Sekali lagi Asfra tanpa sengaja menceriakan harinya yang sebentar tadi sakit akibat sikap Arumi dan Jenny mama Ruvian.Ruvian pula entah kemana hilangnya.
Disebalik tamu yang datang, keakraban Rokey dan Asfra di pesta mengundang rasa sakit hati Ruvian.Rokey dengan senangnya bisa melayani semua orang dengan gembira tanpa mengira perasaan orang lain.Ruvian tidak suka kalau Asfra dekat dengan Rokey.
Rokey dengan tenang ketawa bersama dengan Asfra.Tetapi bila bersamanya ,Rokey seakan-akan memaksa diri untuk bergembira bila mereka bersama.
"Key,Kamu sebenarnya mau apa?Kok sikap kamu itu susah mau ditebak ya?Apa kamu rasa aku ngak cukup pantes buat kamu?"Bisik Ruvian di dalam hati.
Malam itu Ruvian hanya memerhati kelakuan Rokey dan Asfra.Malam itu juga dia sadar bahawa Rokey lebih senang bila bersama Asfra.Namun apa yang harus dia lakukan.Dia ngak bisa melepaskan Rokey begitu.Cintanya terhadap Rokey terlalu dalam. Terlalu dalam sehingga dia sendirian satu hari nanti terluka kerana cinta.
ARUMI SUKMA ASSAMA
*****Kayaknya Ruvian semakin baper.Jangan lupa baca episod yang seterusnya ya?
__ADS_1
*****Happy reading gais.