
Rokey menyisir rambutnya yang tergerai kebelakang ditiup angin.Hatinya penuh dengan emosi.Perasaan amarahnya sudah terbatas hadnya.
Rokey berjalan ke meja resepsionis.Menanyakan keberadaan Ruvian.
"Selamat pagi mbak.Apa perlu saya bantu?"
"Selamat pagi.Apa bisa saya tahu,bapak Ruvian ada ngak ya?"
"Apa mbak punya temujanji sama bapak Ruvian?"
"Saya ngak punya.Tapi bisa ngak kasitahu sama bapak Ruvian saya mahu ketemu."
"Maaf mbak.Saya ngak bisa tolong.Jika emang mbak pengen buat temujanji saya bisa inform sama asistennya bapak Ruvian,supaya mengatur temujanji mbak sama bapak Ruvian."
"Plez,coba aja hubungi bapak Ruvian.Saya ada hal penting mau bagitau sama dia."ujar Rokey sambil merayu pada penjaga resepsionis.
"Sebentar ya mbak.Saya cobain dulu."Jawab penjaga itu lagi.
Rokey menunggu dengan keadaan yang tidak lagi sabar.Ingin saja dia melepaskan amarah pada resepsionis kerana tidak mengenali nya.
Tidak lama setelah itu tiba seorang karyawan yang mengenali Rokey.
"Eh, Miss Rokey! Selamat pagi ya.Miss,ada apa perlu saya bantu?Kayaknya seperti ada yang mendadak urusannya?" Kata Stella selaku salah satu seketaris disitu.
"Ngak juga yang penting.Cuma mahu ketemu sama boss kamu.Sudah banyak kali aku nelfon ponselnya,namun ngak pernah dijawab.Aku kesini mahu pengen tahu apa bisa kamu itu masih hidup atau ngak."Kata Rokey dengan suara yang keras.
Sudah jelas emosinya sudah tidak tergendali lagi.Stella menyedari tingkah laku Rokey sedikit emosi lalu mengatakan Ruvian lagi ada meeting dengan pegawai-pegawai nya.
"Ya udah.Aku tunggu aja disini.Sampai boss kamu selesai meetingnya"Jawab Rokey lagi.
Stella meminta izin untuk keruangan kerjaya sembari ngecek jadwal Ruvian.
Setelah mengetahui Ruvian tidak mempunyai acara sehingga sore nanti,lantas Stella menghubungi resepsionis untuk membenarkan Rokey naik ke ruangan Ruvian.
Tujuh menit kemudian Rokey tiba lantai masuk ruangan Ruvian.Tiba disana,Stella sudah pun menunggu ndi meja hadapan ruangan Ruvian.
"Apa Bapak Ruvian sudah selesai meetingnya? Tanya Rokey sebaik saja dia menemukan Stella.
"Udah selesai Miss Rokey.Masuk aja."Kata Stella.Dia membelakangi Rokey setelah itu smirks sendiri.
"Hahaha!!!Rasakan kamu Arumi.Kamu bongkak sekali.Kita lihat apa yang akan terjadi jika Miss Rokey masuk ke dalam."Gumannya sendiri.
__ADS_1
Semenjak Arumi menjadi asisten Ruvian,gadis itu seringkali bersikap kasar dengan karyawan disitu.Dia merasakan hubungan kekeluargaan itu lebih dari segalanya.
Namun Stella tahu sebenarnya Arumi ada niat lain selain menjadi asisten Ruvian.Tujuannya adalah untuk merebut Ruvian dari Rokey.
Kini mereka terlihat terlebih mesra berbanding dengan asisten dan pegawai atasan.
Berbalik pada Rokey.Setelah Stella mengatakan Ruvian ada di ruangannya,lantas pintu kamar ditolak masuk.
Sebaik saja masuk,ada satu pandangan yang betul-betul menyakiti hatinya.Dan pandangannya itu ngak salah lagi.
Arumi sedang duduk di pangkuan Ruvian sambil memainkan necktie Ruvian.Kehadiran Rokey tidak disadari oleh Ruvian dan Arumi.Mereka begitu asyik dengan ulah mereka sendiri.
Pemandangan yang amat luar biasa diantara asisten dan pegawai atasan.Namun begitu ada juga hal sebegitu terjadi atas beberapa sebab.
Ya!Sebabnya adalah terdesak untuk memiliki sesuatu dengan cara mudah dan paling keji.Biarpun terpaksa menggunakan tubuh sendiri.
Rokey tidak terus menyerang mereka.Namun menggapai ponselnya lalu mendail nomor ponsel Ruvian sekali lagi.
Ponsel Ruvian berbunyi.Terlihat tangannya menggapai ponsel.Setelah itu meletakkan kembali ponselnya diatas meja.Rokey berdecak sendirian.
Lantas dia membuka ikon kamera pdan mula mengambil bukti mereka berselingkuh dibelakang Rokey.
Walau sakit hati, setidak-tidaknya hati dia lega.Lega mengetahui perbuatan keji mereka yang tertangkap di depan mata dan bukannya dari orang lain.
Kelihatan Arumi dengan mendadak turun dari pangkuan Ruvian sambil menyisir rambut yang tergerai kusut.
Ruvian pula termagu ditempatnya kerana tidak menyangka di hadapan pintu ruangannya adalah Rokey.
Rokey menampakkan senyuman yang terangkat keatas.Menghembus napas pelan-pelan agar emosinya lebih terkawal.
"Key,kok kamu ada disini"Jawab Ruvian panik.
"Jika aku ngak kemari,sudah tentu aku ngak tahu apa yang kamu lakukan di belakang aku kan?"Rokey senyum tersuging.
"Key,itu bukan seperti yang kamu sangkakan?"
"Oohh..Jadi aku harus sangkakan yang bagaimana?Jika ada cewek yang duduk di pangkuan kamu,bergayut manja lantas itu apa?emmm...Kamu kira aku cewek bodoh!"
"Key!Beneran.Aku sama Arumi ngak punya apa hubungan."Tingkah Ruvian lagi.Kini suaranya dikeraskan lagi agar Rokey mempercayainya.
"Mungkin aja aku bodoh kerana tidak tahu menggoda kamu.Aku ngak cocok dengan kamu selayaknya Arumi mendampingi kamu.Kamu pikir aku ngak tahu semua itu?
__ADS_1
"Key,dengarin gue dulu plezz!!"Kata Ruvian dengan suara yang memujuk Rokey.
Arumi hanya duduk di kerusi depan meja kerja Ruvian.Melihat aksi Ruvian dan Rokey yang saling berantem kata-kata.Dalam diam dia tersenyum puas kerana sudah menjebak Ruvian.
Lima belas minit tadi dia telah menerima panggilan dari resepsionis mengatakan ada seorang pegawai wanita mencari Ruvian.
Lantas Arumi memainkan peranannya.Meskipun awal tadi Ruvian menolak.Namun akhirnya dia menyerah kerana jebakkan Arumi.
Arumi merasakan rencananya berjaya.Namun dari sisi lain,Stella juga telah membantunya secara tidak sengaja.Awalnya Arumi ingin membalas dendam terhadap Rokey.Stella pula ingin menjebak Arumi.
Rencana yang amat sempurna sekali.Masing-masing ada peranannya.
"Key,plezz,jangan buruk sangka sama aku deh.Itu bukan seperti apa rasakan.Tadi itu..."Ruvian bingkas bangun dari tempat duduknya.
"Lantas aku harus memberi ekspresi yang bagaimana Ruv.Dari dulu aku sudah bilang sama kamu,lepaskan gue jika lho ngak suka sama gue lagi."
Ruvian pergi mendapatkan Rokey di hadapan pintu.Namun dihalang Rokey dari mendekat.
"Arumi,hari ini gue bisa tutup mata atas apa yang kamu berdua udah lakuin di belakang gua."Wajah Rokey terlihat dengan penuh amarah.Pandangan matanya jelas menunjukkan ekspresi berdarah sejuk tanpa perasaan.
Kemudian dia menatap Ruvian kembali.
"Tapi setelah ini apa-apapun gue sama lho Ruv,kita putus.titik! Kamu berhak memilih orang yang setaraf sama kamu."Kata Rokey dengan wajah yang kesal dan kecewa.
Kemudian dia menoleh kearah Arumi dan lalu berkata..
"Kamu fikir aku tidak tahu apa yang bisa terjadi.Aku bisa menebak apa yang terjadi di dalam ruangan ini.Namun, kebenaran yang terlihat itu lebih sakit dari apa yang orang sebarkan.Aku sudah menganggap kamu itu saudara,tapi kamu terus menerus menyakiti hati aku.Apa kamu tidak takut tulah akan mendatangi lho?
Tatapan mata Rokey tertuju kearah bola mata Arumi.Dia menguasai Arumi dengan pandangan dinginnya.Biar Arumi merasakan takut dan sakit apabila mengkhianati seseorang.Apa lagi orang itu dekat dengannya sendiri.
Sedari menatap pandangan mata Rokey yang dingin dan tajam,terasa bulu tengkuknya merinding.Itu kali pertama Rokey bersikap begitu terhadapnya.
Selalunya Rokey seorang anak yang patuh.Tidak bertindak melulu.Selalu menurut kata.Namun kali ini amat berbeda.Dia bukanlah Awena Layla yang dia kenal sepanjang dua puluh dua tahun yang lalu.
Tapi seorang Awena yang baru kepribadian baru,berani,tegas,tahu apa yang dia mahukan dan yang paling ketara adalah tatapan matanya.Bisa membunuh seseorang jika melakukan sesuatu yang tak terduga.
****Kayaknya Rokey sudah mula berdendam dengan Ruvian dan Arumi.
****Apa agaknya yang terjadi kepada Rokey setelah mengetahui Arumi mengkhianatinya.
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?
__ADS_1
*****Happy reading gais.