SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
KEDATANGAN ROMEO


__ADS_3

Bell dari pintu luar Mansion Lufta kedengaran berbunyi dari luar, menandakan ada seseorang yang mengunjungi Rumah tangga milik keluarga Lufta.


Merry, pengurus rumah tangga segera membuka pintu.Di luar kelihatan seorang pria yang amat tampan melebihi dari semuanya.Memiliki ketrampilan yang menarik dan menggoda.


"Ya bapak,mau cari siapa ya?"Tanya Merry selaku pengurus rumah tangga kepada seorang pria bersama kopernya.


"Bik,apa tante Jenny ada di rumah? Aku keponakan nya yang baru pulang dari Italia."


"Jika begitu masuk dulu Mas."kata Merry dengan sopan.


"Bik,siapa itu?"Jerit Jenny dari ruangan atas.


"Aduh ini Non,katanya keponakan Non.Baru aja tiba dari Italia."Jerit Merry kembali.


Tidak lama selepas itu,Jenny turun ke lantai bawah.Di ruangan utama terlihat seorang pria ganteng,tinggi dan miliki otot yang kekar menanti kehadirannya.


"Romeo,itu kamu?Aduh udah lama tante ngak ngelihat kamu ya?Wah orangnya aja bertambah cakep.Pantasan saja tante hampir tidak kenal."


"Apa khabar tan?Tante juga begitu,semakin berusia semakin cantek."Puji Romeo.


"Ada-ada saja kamu ini".Papa sama mama ngak ikut?"


"Ngak tan.Lagi banyak urusan di cabang Italia."


"Oh!Gitu ya.Jadi kamu kemari apa punya liburan aja ya?"


"Enggak tan.Lagi dapat kerjaan di sini"


"Iya?dari perusahaan mana?Kenapa ngak kerja di perusahaan milik Ruvian atau Asfra aja?Atau perusahaan milik om kamu aja?"Saran Jenny.


"Hehehe...mau tukar angin tan.mau cari pengalaman kerja di bawah orang lain.Jika emang Rom punya pengalaman dan kebolehan mana tau bisa buka perusahaan sendiri.Kayak Ruv sama Asfra.Mereka aja sudah terlihat bagus dalam bisnes.Malah dalam usia muda sudah bisa jadi milyarder kayak Asfra." Ucapnya lagi.


"Bagus!Tante suka usaha kamu.Jadi di mana kamu bekerja disini nanti?"


"Menurut tawaran yang Rom terima,itu.. Perusahaan Gautao Holding? Ya,macam itulah namanya tan?"


"Bagus! Perusahaan itu aja sudah gedik.Perusahaan Internasional terbesar dan terbaik di Kota K ini."


"Kapan mulai kerjanya?"


"Lagi tiga hari tan?"


"Kok cepet banget.Apa kamu sudah temukan tempat tinggal?"

__ADS_1


"Belom lagi tan.Rasanya lepas ini baru Rom cari di internet.Mana tau ada yang post di laman web rentenir."


"Ngak usah report sih.Kamu tinggal aja disini bareng kita aja."


"Ruv dan As juga tinggal disini tan?"


"Ruv emang tinggal disini.Kalau As sih nginep di luar.Katanya mau mandiri."Kata Jenny lagi.


Minuman teh dihidangkan bersama kue diatas meja di makan pelan oleh Romeo.Biarpun sudah lama tidak ketemu dengan ibu saudaranya itu,dia tetap merasakan kehadiran wanita separuh baya itu terlihat janggal.


Romeo sedaya upaya menceriakan situasi dengan pelbagai soalan agar keadaan tidak


terlihat sepi.


"Rom kamu istirehat dulu ya.Nanti kalau makan siangnya udah siap,tante panggilkan."


"Baik tan!"


"Bik, tunjukkan kamar buat Rom."Kata Jenny kepada pembantu rumah tangga, Merry.


Romeo dituntun masuk ke dalam kamar yang telah disediakan kepadanya.Di dalam kamar Romeo membaringkan badannya di ranjang.Dia keletihan kerana terlalu lama dalam penerbangan dari Italia ke Kota K.


Setelah rehat sebentar,dia ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.Selepas itu barulah dia turun ke lantai bawah villa setelah selesai mandi".


"Tuan muda Rom,jemput makan?"kata salah seorang pembantu rumah tangga yang muda disitu.


Kehadiran Romeo tidak sekali mengundang rasa janggal di villa itu.Malah terlihat ramah dan baik dengan semua pekerja di villa itu.


Perbuatan Romeo mengundang rasa tidak enak Jenny.Sebagai pemilik Villa,dia tidak mahu taraf pekerja dengan pemilikan villa itu terlihat sama rata.Harus ada level nya.


Walaupun Romeo sudah ditegur banyak kali oleh Jenny, dia tetap dengan pendiriannya.


"Urhgg.. merimaskan!Emangnya bikin baik itu harus lihat sama levelnya? Romeo berdecak sendirian.Untung saja waktu itu Jenny tidak ada.


Dia sendiri tidak mengerti mengapa Jenny harus bersikap sebegitu terhadap orang bawahannya.Sebelum mengahwini Pamam Martin,papanya Asfra,dia tidak bersikap sebegitu.


Mungkin status hidupnya membaik setelah berkahwin dengan ahli keluarga Lufta.Dan merasakan sedikit senang lalu meninggi diri.Hanya memandang tinggi yang punya harta dan kelayakan saja.


Romeo hanya mampu menggeleng kepala apabila perkara itu terlintas di fikirannya.


"Mungkin aku harus cari rentenir lainnya.Jika lama aku diam di sini sudah pasti tante Jenny juga ikut campur urusan hidup gue"Bisik Romeo di dalam hati.


Baru saja tiba hari ini,tante Jenny sudah banyak menegur akan kesilapannya di Villa itu.Untung aja waktu itu Ruvian,Martin dan Asfra tiada di rumah.Jika enggak sudah pasti dia malu sendiri kerana ditegur sebegitu.

__ADS_1


"Tan,Rom keluar ya.Pengen pusing-pusing Kota K dulu.Ngak usah nungguin Rom ya."Jerit Romeo dari lantai bawah Villa.


Romeo mula jalan-jalan di sekitar Kota S.Kota S,Kota yang pesat membangun.Terkenal dengan kawasan industri, gedung beli belah, dan juga terkenal dengan makanannya juga.Tidak lupa juga dengan pusat hiburannya juga.


Setelah seharian berjalan sekitar kota S,Romeo membawa diri ke klub yang terkenal di Kota S, Iaitu Golden Star Club.


Romeo duduk di meja hadapan dengan bartender.Dia memilih tempat itu kerana tidak suka bersesak dengan ramai orang.


Minuman 'welcome drink' di letakkan di hadapannya.Romeo sedikit terkejut.


"Err..Permisi pak,gue ngak pesan air ini?"ujar Romeo.


"Oh,itu ngapapa.Kamu baru disinikan?Ini gue yang belanja."Jawab Nick ringkas.


"Kok kamu tau aku baru disini?"


"Bro,Wajah orang yang pergi kembali itu emang gue udah kenal.So,Don't worry,airnya bersih kok."Nick tersenyum.


"Dari mana aja bro?"


"Dari luar negeri."


"Apa kamu libur disini?Atau kerja disana,atau apa?"


"Dulu kerja disana.Kerja sama perusahaan orang tua.Kembali ke sini kerana dapat tawaran kerja."


"Bagus gitu ya.Nanti emang ada masa datang kesini aja.Pengen cari teman aja juga bisa."Nick tersenyum.Romeo ikut juga tersenyum.


"By the way,I'm Romeo,call me Rom."Kata Romeo memperkenalkan diri kepada Nick.


"Gue Nick.Jika butuh sesuatu panggil aja gue.Usah segan denganku."kata Nick lagi.


Romeo mengangguk kepalanya.Dia berfikir bahawa Nick adalah ketua disitu.Jika tidak,manakan dia bisa bicara seperti itu sahaja.


Romeo menikmati birnya sambil memerhatikan keadaan sekeliling.Namun apabila dia mau pulang,matanya telah jatuh ke satu arah.


Sosok badan yang hampir dikenalinya sejak tiga tahun yang lalu.Tinggi yang pas bagi seorang gadis,cantek,tidak terlalu mendedah sosok badan,menjaga penampilan,berjalan dengan arogan, selayaknya dia mengenali ciri-ciri gadis itu dari dulu lagi.


Dan pandangan nya ngak pernah silap.Gadis yang dia cari setelah setahun menghilang tanpa jejek.



ROMEO CHRISPATI INDRA

__ADS_1


****"Siapakah gadis yang menarik perhatian si pria baru ini ya?


*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya? Happy reading gais.


__ADS_2