SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
BERPISAH LAGI


__ADS_3

Satu jam lamanya Asfra berasa di ruangan kecemasan.Rokey berharap operasi Asfra dapat dilakukan tanpa kendala.


Lima belas minit kemudian,seorang dokter keluar dari ruangan kecemasan.Wajahnya tenang,namun ada berita yang kurang menyenangkan.


"Boleh saya tau,siapa ahli keluarga pasien?"


Tiada yang menjawab.


"Dok,ada apa ya?Tadi saya yang ngantarin pesakitnya?"


"Oh! Gini ya Nona,pasien sekarang kehilangan banyak darah dan memerlukan darah dengan segara.Pihak rumah sakit sekarang kekurangan bank darah.Nanti, tolong kasi tau sama keluarga pasien untuk siapa-siapa yang sudi donor darah." Terang dokter kepada Rokey.


"Maaf ya dok.Kalo boleh tau,pasien tadi darahnya jenis apa ya?"Tanya Rokey.


"Pasien,jenis darah A-positif nona."


"Kalau bukan ahli keluarga yang donor,bisa ngak dok."


"Ya! bisa aja nona.Janji darahnya bersesuaian."


"Saya punya darah jenis A-positif dok.Saya bisa donor kan?


"Kalo emang nona mau donor,ya udah.Silah kaunter untuk ngecek tahap kesihatan nona dulu.Selepas pas semua prosedur, baru bisa donor.Bilang sama suster.Donor untuk pasien yang dioperasi tadi."Kata doktor itu lagi.


Tanpa mengulur waktu,Rokey mengekori suster untuk ngecek tahap kesihatan nya.Keberuntungan menyebelahi Asfra.Pria itu akhirnya tertolongkan.Rokey menjadi pendonor darah kepada Asfra.


Setelah semua selesai,Rokey pergi lagi ke ruangan menunggu kamar operasi.Disitu,beberapa ahli keluarga Asfra sudah menunggu termasuklah Sandy dan Danial.


Ponsel Rokey berdering.Di layar ponsel terdapat numor yang asing.Tanpa sebarang wasangka,Rokey menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"My lady,apa semuanya sudah aman?Kamu gak papa kan?"Tanya seseorang di talian berbicara dalam bahasa Italia."


"Pas informasinya pada gue di rumah sakit.Kita ketemu di ruangan parkir saja."Ujar Rokey kepada orang suruhan Andiia.


Sewaktu Rokey pergi menjawab panggilan dari ponselnya,Sandy secara tidak sengaja telah melihat sosok badan Rokey meninggalkan ruangan donor darah.


"Buat apa ya dia disini?"Guman Sandy di dalam hati.Dia penasaran saat melihat Rokey keluar dari ruangan donor darah.


Tanpa berpikir panjang Sandy menyusul langkah Rokey secara senyap.Dia mendapati gadis itu bertemu dengan dua cowok dari luar kota di pakiran kereta.Kelihatan kedua-dua pria itu begitu patuh dengannya.


Sandy ngelihat salah satu pria itu memberi satu map kepada Rokey.Lantas map itu dibuka.Wajah gadis itu terlihat begitu serius sekali.


"Apa hubungan mereka yah?Kalau teman,mengapa pria itu hormat sekali dengannya?"Sandy berjalan sedikit lagi mendekati Rokey dan kedua -dua pria itu dengan niat untuk nguping perbualan diatara mereka.


"My lady,haruskah kita lakuin hal ini?"


"Kita lihat aja dulu.Dan tolong aturkan mata-mata kamu untuk lindungi tuan muda Asfra.Gue pasti mereka juga akan cari saya.Buat masa ini ngak perlu lakuin apa-apa.Jika ada yang berubah,inform gue secepatnya." Kata Rokey dengan wajah yang serius.


"Baik my lady!"Kedua-duanyanya tunduk hormat sebelum pergi.


Setelah pertemuan itu,mereka langsung berpencar.Rokey kembali ke apartmentnya untuk packing barang yang perlu dia bawa ke Italia besok pagi.


Ditempat dimana Sandy berdiri,dia benar-benar shock dengan apa yang dia dengarkan.


"Nona Awena,kamu tuh siapa ya?Rahasia apa yang kamu simpan sehingga bisa selamet dari kejadian ngeri itu?Lalu apa yang ada di Italia.Kamu memang cewek mistrius Awena.Dari hari pertama ketemu sama kamu sampei sekarang gue penasaran."Bisiknya sendiri.


Setelah Rokey hilang dari pandangan.Sandy kembali lagi ke ruangan menunggu operasi.Setibanya disitu, operasi Asfra sudah pun selesai.Asfra selamat.Namun butuh rawatan khusus.Setelah Asfra di pindahkan ke ruangan khusus VVIP,baru lah mereka bisa melawat Asfra.


Setelah menerima panggilan dari rumah sakit,dengan pantas Sandy menghantar anak-anak buahnya untuk menyiasat apa yang sudah berlaku.

__ADS_1


Namun,setibanya di kawasan kejadian,semua jejak telah hilang.Tiada satu hal yang mencurigakan yang pernah berlaku di kawasan pemakaman itu.


Sewaktu menerima khabar dari orang suruhannya,Sandy sempat berpikir sendiri,siapa yang udah menolong mereka untuk membereskan hal sebegitu.Mereka tidak punya dukungan dalam hal-hal seperti itu.Tetapi dalam diam,ternyata ada pihak lain yang memberikan bantuan.


"Oh! iya!Kenapa gak minta tolong sama Reza aja kali ya.Reza bisa kok heck data privasi Awena.""Gumannya dengan sederet senyuman.


Lantas dia menelefon Reza untuk minta bantuan.Dengan adanya bantuan dari Reza,semua urusan bisa dianggap sudah selesai. Hanya perlu menunggu jawapan saja.


Di ruangan kamar sakit, Asfra masih lagi belum sadarkan diri lagi.Bondanya Nyonya Andani duduk di bibir ranjang tempat di mana Asfra direhatkan. Tidak lama kemudian, seorang dokter masuk kamar sakit Asfra.


"Dok! gimana dengan anak saya.Apa dia baik-baik aja?"Tanya Nyonya Andani dengan wajah yang kerisauan.


"Anak Nyonya sudah tidak apa-apa.Syukurlah dia bisa tertolong.Mujur saja ada orang yang mendonor darah kepada anak Nyonya."Terang sang dokter.


"Dok,boleh saya tau,siapa yang donor darah sama anak saya?"


"Ooo.Kalo nyonya mau tau, nyonya bisa ngecek ke kaunter daftar donor darah bahagian Bank Darah.Semua infomasi tentang pendonor,kamu bisa cari disana aja."Ujar dokter itu lagi.


Selesai merawat Asfra, dokter minta izin untuk merawat pasien yang lain.


"Nyonya,kami dapat informasi tentang gadis yang donor darah pada tuan muda.Cewek itu namanya Awena Layla Keito.Kediaman terakhir dia diam adalah di apartment Silver Star Nyonya."Kata salah seorang pegawainya.


"Jadi Nyonya mau ketemu sama Nona Awena?"Kata pengawalnya.


"Ngak usah Nyonya,Nona Awena akan berangkat ke Italia sebentar lagi.Jadi tidak sempat ketemu sama dia." kata Sandy memberi penjelasan.


"Masa sih.Emangnya kamu kenal?"Tanya Nyonya Andani.


Sandy senyum sendiri.Lagi sekali gadis itu pergi tanpa meninggalkan sebarang ungkapan.Paling sayangnya,Asfra.Dia kehilangan kesempatan lagi untuk menemui Rokey kembali.

__ADS_1


***Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya..


***"Happy reading gais.


__ADS_2