
Di luar Mansion Lufta,kelihatan Jenny dan Arumi sedang berjalan di halaman rumah yang penuh dengan keindahan alam.Kedua-dua wanita itu terlihat amat akrab.
Disebalik keakraban itu, terselindung juga niat sebenar pertemuan pertemuan yang mengandungi seribu makna.
"Tan,ada urusan apa ya memanggil Aru kemari?"
"Oh..Tante pengen ketemu sama kamu saja.Gak ada penting.Kagen sama kamu."Kata Jenny dengan manjanya.
"Aru juga kagen sama tente.Tapi tante usah khuatir deh,selepas pameran Aru berakhir nanti,Aru punya waktu temankan tante."
"Eh,Apa kamu ngak punya kerja atau proyek nantinya."
"Gak ada lagi tan.Aru libur.Setelah itu mula kerja di kantor sama kakak Rafael.Sudah tiba masanya Aru sendiri menguruskan bisnes keluarga."
Arumi tersenyum.Niatnya adalah untuk memerhatikan gerak-geri Rokey di kantor.Dia pengen tahu sikap Rokey terhadap karyawan kakeknya itu seperti apa.
Semalam dia meluahkan rasa untuk kerja di perusahaan milik keluarga Assama.Tapi dihalang oleh Rafael kerana alasannya tidak berpengalaman.
Namun Arumi mengatakan dia bisa belajar dari bawah.Kemudian dia berjumpa dengan Rugian untuk mendapatkan keizinan.
Presiden Rugian setuju asalkan dia tidak mengganggu urusan yang penting dalam bisnes.
"Kayaknya Aru mula dari bawah deh tan.Kalau untuk posisi yang tinggi,ya..Aru emang ngak ada kualitas.Paling tidak cuma seketaris saja.Atau pembantu peribadi.Gitu deh."Kata Arumi dengan perasaan kecewa.
"Ya,ampun Aru.Begitu sekali?Tapi gapapa juga ya.Kalau terus lompat dari yang tinggi takutnya bisa jatuh dengan mudah.Tapi jika bisa mula dari bawah,kita bisa bangkit pelan-pelan.Ketahui cara untuk menang dengan sukses.Itu terlihat lebih baik."Ujar Jenny sambil mengatakan pandangannya.
"Betul juga ya tan.Sedikit usaha itu juga pasti mengundang kejayaan yang besar."
"Kamu memang anak yang pintar.Tapi mengapa baru sekarang kamu peduli sama perusahaan kakek kamu?Kenapa gak dari dulu?"
"Dulu emang Aru gak suka sih.Tapi sejak Wen masuk perusahaan kakek,kakak dan kakek sentiasa puji dia.Jadi siapa gak iri hati kok tan.Lebih-lebih lagi dia tu bukannya siapa-siapa sama keluarga kita."
"Kamu benar.Dia bukan siapa-siapa dari keluarga kamu.Dia cuma cucu angkat saja.Tapi kalau kamu gak bertindak selekasnya,pasti harta kamu jatuh ke tangan dia.Siapa tahu masalah kedepannya." Kata Jenny sambil mencucuk pemikiran Arumi.
"Sekarang,tante dapat tahu Wen sama Ruv lagi pacaran.Ini satu hal yang paling buat tante kesal sama Ruvian.Dari dulu tante udah ngelarang dia berhubungan sama Wen,tetap aja dia tidak mendengarkan kata-kata tante."
Wajah Jenny jelas menunjukkan bahawa dia tidak puas hati dengan sikap Ruvian.Paling dia tidak suka adalah Rokey yang menjalin kembali hubungan yang terputus enam tahun lalu.
__ADS_1
Tiba-tiba,terlintas satu ide untuk menjarakkan Ruvian dengan Rokey.
"Aru,kalau tante minta kamu kerja di perusahaan Ruv gimana.Apa kamu ngak keberatan?"
"Benar ni tan?Kalau emang bisa,Aru lagi suka.Bisa dekat dengan Ruv."Jawab Arumi dengan gembiranya.Dia hampir melompat apabila Jenny menawarkan dia bekerja di perusahaan milik Ruvian.
"Tenang aja.Nanti Tante bilang sama Ruv.Kamu gak perlu khuatir.Pasti ada jalannya."Ucap Jenny sambil menepuk belakang punggung tangan Arumi.
Arumi tersenyum puas.Sekiranya dia benar-benar diterima kerja di perusahaan milik Ruvian,sudah pasti dia berusaha sehabisnya untuk memikat hati Ruvian.
Walau bagaimanapun caranya,dia mahukan Ruvian.Jika terpaksa mengorbankan tubuhnya,dia sanggup asalkan Ruvian menjadi miliknya.
Untuk perusahaan kakek nya,dia bisa biarkan saja dahulu.Kini misinya tertumpu kepada Ruvian.Gimana dia mahu pisahkan Ruvian dengan Rokey.
"Nanti tanter tanya ke kantor.Apa ada kekosongan jawatan sebagai asisten peribadi buat Ruvian.Doa saja.Semoga ada jalannya."Kata Jenny sambil menepuk belakang pundak Arumi.
Terima kasih ya Tan.Aru harapkan tante saja."ujar Arumi sambil tersenyum.
Setelah selesai perbincangan mereka,Jenny selekasnya menghubungi kantor Ruvian.Menanyakan jika ada kekosongan jawatan sebagai asisten peribadi Ruvian.
"Bagus sekali.Sepertinya kamu diterima sebagai asisten pribadi Ruvian.Tante harap rencana kita sentiasa sukses."Kata Jenny.
Kedua-dua wanita itu tersenyum puas.Menanti hari besok agar terlihat lebih cerah dan semakin membaik.Dengan adanya kehadiran Arumi,segala sesuatu tentang Ruvian bisa diketahui sekali gus bakal dikawal setiap pergerakannya.
******
Awal pagi Senin,Arumi sudah tiba di kantor Ruvian.Ketika itu Ruvian belum tiba dikantor.
Arumi berkenalan dengan pegawai yang bertanggungjawab.
Tepat jam delapan pagi,Ruvian masuk kantor.Seperti biasa Arisa sebagai pengganti asisten peribadinya sementara kerna pembantu yang sebelumnya telah pindah tempat kerja.
"Selamat pagi Pak Ruvian.Apa bisa saya bantu?"Di hujung talian kedengaran Arisa menyambut panggilan telefon dari ruangan Ruvian.
"Arisa,apa minggu ini juga aku gak bisa punya asisten?
"Oh ya pak,saya sudah dapat yang baru.Pagi tadi dapat infonya.Sebentar ya pak ya?"Kata Arisa di hujung talian.
__ADS_1
Talian di matikan.Untung saja pagi itu dia tidak terlalu sibuk.Jadi dia bisa santai saja di ruangannya sendiri.
Sepuluh menit kemudian, pintu kamar itu diketuk.Kelihatan Arisa masuk dengan seorang karyawan wanita baru.
"Selamat pagi Pak Ruv.Ini saya bawakan asisten baru untuk bapak.Kenalkan ini Arumi Stella"
Ruvian yang tadi sudah sibuk memainkan ponselnya sedikit terkejut.Kepala diangkat sedikit.
Kelihatan Arumi tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya.Ruvian bingkas bangun dari tempat duduk dan berjalan mendapatkan Arumi.
"Arumi,kok bisa kamu disini?Apa kamu gak punya kerjaan lagi?"
"Oh..masa sekarang emang ngak punya apa-apa.Semua proyek telah lulus.Jadi aku banyak masa free."
"Tapi mengapa sebagai asisten?"Err.Arisa,kamu bisa keluar dulu.Tinggalkan kami berdua."Kata Ruvian memberi arahan kepada Arisa.
"Baik pak."Jawabnya spontan.
"Jadi aku ngak punya masalahkan jika jadi asisten kamu.
"Pasti gak punya masalah.Terlihat lebih senang berkomunikasi jika sudah kenal seperti ini.Tapi satu hal yang aku perlu ingatkan,kerja harus efektif,keras, jujur,dan harus tepat waktu."Kata Ruvian sambil memberitahu apa yang perlu dia ingatkan kepada Arumi.
Walau dia sudah mengenal Arumi lama,dia juga harus ikut prinsip Ruvian agar tidak mempersulitkannya kebelakang nanti.
"Baik bapak Ruvian.Cuma kasi tahu aku aja jika butuh apa-apa.Aku akan coba untuk belajar secepatnya menurut masa bapak.Agar tidak terbuang begitu saja.Orang kata 'masa itu emas'.Kan bapak Ruvian?"kata Arumi dengan suara yang lembut dan manis.
Sesiapa yang mendengar bisikkan suara menggoda seperti itu,sudah pasti tergoda dengan orangnya juga.
Rugian ketawa kecil melihat kelakuan Arumi.Dia merasakan Arumi seorang yang lucu dan imut.Jika dia tidak punya Rokey,bisa aja dia jatuh kearah godaan Arumi.
Tapi malangnya,hatinya masih terletak nama Rokey di dalamnya..
****jangan lupa tinggalkan komen ya.
*****Sekali like juga.untuk improve karya saya..
****✌️👍🤗
__ADS_1